Aksi Massa di KPUD NTB Ricuh

Posted by admin

Jakarta (detik) - Aksi massa mengepung KPUD NTB ricuh. Ratusan warga tiba-tiba bertindak anarkis. Mereka marah, karena mengetahui bahwa 5 anggota KPUD tidak ada di lokasi.

Massa mengamuk dengan mencoba menembus barikade petugas dari Polda NTB yang berjaga di Kantor KPUD, Jl Langku, Mataram, NTB, Sabtu (10/5/2008). Gerbang pagar KUPD pun mereka dobrak, tapi usaha mereka tidak membuahkan hasil.

Hingga akhirnya suasan menjadi memanas, setelah massa melempari petugas dengan kardus dan air mineral. “Dobrak…dobrak!” teriak massa yang semakin membakar emosi.

Petugas akhirnya bergerak, puluhan polisi berhamburan keluar dari dalam kantor KPUD dan melakukan pengejaran. Tak terhindarkan, bentrokan terjadi. Massa yang mencoba bertahan di pintu gerbang menjadi sasaran pentungan polisi.

Dan korban pun berjatuhan, seorang pengunjuk rasa bernama Juki asal Lombok Tengah mengalami luka-luka di bagian kepala. Tetapi ternyata hal tersebut tidak menyurutkan massa untuk tetap bertahan menuntut penundaan pelaksaaan Pilkada NTB.

Hingga sore, massa yang mengatasnamakan Lembaga Pemantau Demokrasi dan Komnas Pilkada Independen ini masih bertahan di gedung KPUD NTB. Mereka mengancam akan menduduki gedung tersebut hingga tuntutan mereka dipenuhi.

“Kalau tidak, kami akan datang dengan massa yang lebih besar,” ancam Lalu Ranggalawe, yang memimpin aksi.
( ndr / ana )

DUA BUPATI DIPERIKSA KPK

Posted by admin

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini masih memeriksa Bupati Lombok Barat Iskandar terkait kasus dugaan korupsi tukar guling bekas kantor lama bupati Lombok Barat. Iskandar telah ditetapkan sebagai tersangka awal April silam bersama Direktur PT Varindo Lombok Inti Izzat Husein.

Iskandar tiba di Gedung KPK di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pukul 09.50 WIB. Iskandar didampingi tiga orang, termasuk penasihat hukumnya.

Selain memeriksa Iskandar, hari ini, tim penyidik KPK lainnya juga memeriksa Bupati Bintan Ansar Ahmad. Ansar diperiksa sebagai saksi terkait kasus alih fungsi hutan lindung di Bintan. Ansar keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 17.00 WIB. Ansar diperiksa selama delapan jam. Ia keluar tanpa memberikan komentar apapun kepada wartawan.

Kasus alih fungsi hutan di Bintan mencuat setelah KPK menangkap anggota Komisi IV DPR Al Amin Nasution. Ia diduga menerima suap dari Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Azirwan.(DEN)

Geliat Bisnis Menjelang Pilkada, Usaha Percetakan Banjir Order

Posted by admin

Mataram (Suara NTB) Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) di NTB ternyata memberi dampak secara ekonomi. Salah satunya, usaha offset dan percetakan kebanjiran rezeki. Bisnis ini ‘’bersinar’’, karena calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) perlu mempublikasikan dirinya kepada masyarakat melalui berbagai macam cara. Sebut misalnya melalui baliho yang banyak bertaburan di tempat-tempat strategis di seantero NTB. Untuk urusan baliho, bendera parpol dan baju kaos pasangan cagub dan cawagub contohnya, tidak ada pilihan lain kecuali memesan pada usaha offset dan percetakan.

ORDER meningkat? Jelas. Demikian rata-rata pengakuan dari pengusaha yang bergerak di bisnis ini. Percetakan tak pernah henti membuat atribut dan perlengkapan promosi. Kesibukan mencetak informasi melalui Koli Bret, tampak di salah satu perusahaan percetakan PT. Indo Karya. Terlihat empat orang karyawannya tengah mencetak gambar salah seorang pasangan calon.

Kendati sibuk melayani orderan pelanggan, Direktur PT. Indo Karya, Hendra menyempatkan diri untuk berbagi informasi dengan media. Kepada Suara NTB, Kamis (8/5) kemarin, Hendra mengaku “panen” di saat-saat pilkada. Seperti pilkada sebelumnya, pilkada kali ini juga membawa peruntungan bagi usahanya. ‘’Dibandingkan dengan pilkada yang lalu, lebih meriah yang sekarang,’’ ujarnya.

Catatannya, kendati pasangan calon masih dalam proses verifikasi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB, setiap pasangan calon sudah berlomba-lomba untuk meraih simpati dengan membuat baliho dan sejenisnya. Belum bisa dihitung, berapa ribu jumlah spanduk, baliho, bendera, umbul-umbul atau baju kaos telah dipesan untuk diproduksi.

Namun Hendra mengaku, orderan mengalami peningkatan sekitar 20 persen sejak sebulan yang lalu. Hendra belum bersedia merinci berapa omset (menurut rupiah) yang diperoleh. Namun demikian, ia memprediksi omset masih akan bertambah melebihi 50 persen. ‘’Lumayan banyak yang order, karena selain harganya murah kita juga sudah bisa melayani untuk cetak di sini,’’ akunya.

Percetakan yang dijalankan Hendra tidak jauh berbeda dengan percetakan di Surabaya. Dengan mendatangkan mesin cetak sendiri, ia berupaya untuk mendekatkan pelayanan, produksi cepat, tepat waktu dan dengan kualitas yang baik.

Imbas banjirnya duit pilkada, juga dirasakan oleh Offset dan Percetakan WalAshari Advertising. Menurut pengelola yang enggan dikorankan namanya ini, pesanan yang diperolehnya meningkat cukup signifikan mencapai 50 persen. Selama musim pilkada ini, pihaknya telah mencetak lebih dari 1.000 buah bendera partai, 500-an buah spanduk. Belum dihitung berapa total keseluruhan atribut yang dicetak, mulai dari stiker, brosur, umbul-umbul maupun orderan sejenis lainnya. Pihaknya juga baru didatangi oleh dua tim sukses pasangan calon. Ke depan, kemungkinan akan menyusul pasangan calon lainnya.

‘’Dunia percetakan bisa dibilang sedang panen, karena kebutuhan masing-masing pasangan calon untuk dipublikasi meningkat. Pada saat pendaftaran saja orderan masuk, apalagi sudah terdaftar (lolos verifikasi, red),’’ papar sumber.

Melalui sistem kerja sama yang saling menguntungkan, pihaknya berusaha mendekatkan emosional dengan pelanggan (kalangan partai). Jika pelanggan melakukan pemesanan dalam jumlah besar, pihaknya memberikan harga diskon. Sayangnya, keterbatasan alat yang dimiliki WalAshri untuk pemesan dalam jumlah besar, membuat pihaknya harus melakukan kerja sama dengan percetakan luar daerah. ‘’Kadang ada pemesanan yang minta diselesaikan dalam sehari dan dalam jumlah besar, terpaksa kita kirim ke Surabaya.’’

Baik Hendra maupun pengelola WalAshri, tidak membantah jika masih banyak pesanan cetak dilakukan di luar daerah. Tentunya kondisi ini lebih menguntungkan daerah lain. Kegiatan ekonomi yang tadinya akan berputar di Mataram (NTB), namun karena ketidaktahuan dan keterbatasan alat produksi, harus dialihkan ke daerah lain. (joe)

Bupati Lombok Barat Jalani Pemeriksaan 12,5 Jam

Posted by Ajenk

Bupati Lombok Barat Jalani Pemeriksaan 12,5 Jam
Mataram - Media Indonesia
Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), H Iskandar, Kamis (8/5), menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta.

Pemeriksaan itu adalah pemeriksaan pertama di Jakarta bagi Iskandar yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi tukar guling kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Sebelumnya, dia sudah menjalani beberapa kali pemeriksaan di Lombok Barat.

Iskandar menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB hingga 22.30

WIB, atau selama 12,5 jam. Ketika meninggalkan gedung KPK, Iskandar tidak bersedia memberikan keterangan kepada wartawan. Pria tinggi kurus itu nampak lemah, sehingga

harus digandeng oleh dua orang ketika menuruni tangga gedung KPK.

“Saya tidak berwenang berkomentar,” kata Iskandar singkat ketika ditanya seputar kasus yang menimpanya. Selebihnya, Iskandar tidak bersedia memberikan jawaban terhadap pertanyaan wartawan dan langsung menuju mobil yang akan membawanya meninggalkan gedung KPK.

Bupati Lombok Barat, H Iskandar dan Direktur Utama Direktur PT Varindo Lombok Inti (VLI), Izzat Husein terjerat kasus tukar guling bekas kantor bupati di jalan Sriwijaya, Mataram. Kompleks perkantoran yang diperkirakan bernilai Rp32 miliar pada tahun 2001-2004 itu diambil alih oleh PT VLI.

Sebagai gantinya, PT VLI membangun 13 unit kantor di atas lahan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat di kawasan Giri Menang Gerung. Dari Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, tukar guling itu merugikan negara sebesar Rp17,9 miliar. (Ant/OL-03)

Sejumlah Kesenian Tradisi Lombok Terancam Punah

Posted by admin

MATARAM, KOMPAS — Sejumlah kesenian tradisional Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) diperkirakan terancam punah. Pementasan cupak gerantang dan wayang kulit merupakan seni tradisi yang dulu lazim digelar untuk memeriahkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di NTB namun kini nyaris tak terlihat lagi.
   
“Cupak gerantang merupakan salah satu kesenian tradisional Lombok yang cukup digemari masyarakat dan kini terancam punah,” demikian hasil pemantauan Kantor Berita Antara di Mataram, yang dilansir Rabu (26/3).
   
Hari-hari ini masyarakat Lombok khususnya di Kelurahan Dasan Agung, Kota Mataram, sedang merayakan hari Maulid Nabi Muhammad SAW secara tradisional selama sebulan penuh hingga akhir bulan Rabiul Awal. Masyarakat tidak lagi menampilkan kesenian tradisional melainkan grup musik seperti band.  Bahkan banyak kesenian tradisional sudah tidak dimainkan lagi, karena para pemainnya pindah ke kesenian gendang beleq.

Salah seorang pemain cupak gerantang, Yusuf (55) dari Dasan Agung Mataram  mengatakan, kesenian itu beberapa tahun lalu sering tampil hampir diseluruh pelosok Pulau Lombok.  Saat itu masyarakat masih menyenangi cupak gerantang, sehingga ketika digelar di suatu desa penontonnya mencapai ribuan orang. Pertunjukan biasanya berlnagsung sejak pukul 21.30 Wita hingga pukul 03.00 subuh.
   
Yusuf yang acap berperan sebagai Cupak, tokoh yang rakus dalam hal makan, mengatakan, cupak gerantang sekarang hampir tidak pernah tampil karena kalah bersaing dengan jenis kesenian lain. Sementara kaum muda Lombok atau NTB pada umumnya akan menjadi bahan tertawaan, jika mereka masih menonton cupak . Akibatnya para pemain juga malas tampil.  “Sementara pembinaan dari pemerintah hampir tidak ada, kita hidup secara mandiri,” katanya. 
   
Antara juga melaporkan bahwa sejumlah kesenian tradisional lain di NTB juga nyaris punah. Di antaranya ialah cepung, joget dan tawak-tawak. “Sementara tari Gandrung hanya ditampilkan ketika menyambut tamu dari dalam maupun luar negeri,” katanya.
   
Beberapa tahun lalu joget dan cepung masih sering ditampilkan pada saat perayaan hari-hari besar termasuk peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus, namun akhir-akhir ini tidak lagi.
    
Pihak Dinas Budpar NTB melakukan pembinaan terhadap kesenian tradisional dengan memberikan kesempatan kepada kesenian tradisional tampil diberbagai acara untuk menghibur rakyat.  Di samping itu, kesenian tradisinal juga ditampilkan di hotel-hotel berbintang untuk memberikan hiburan kepada para wisatawan.
    
Sekarang kesenian yang sedang hidup dan berkembang di masyarakat ialah gendang beleq. Gendang beleq ialah musik penyemangat yang dulu digunakan sebagai musik pengantar prajurit yang akan turun ke medan perang. Aslinya seni gendang beleq dimainkan oleh 17 orang yang memainkan atau menabuh alat musik Gendang Beleq, pentung, gong, ceng-ceng, reong, dan dempul. Sebagai seni pertunjukan kini gendang beleg bisa terdiri dari 30 orang dan mengutamakan tampilan ekspresi, busana, dan permainan pelengkap.

Masyarakat Lombok yang mengadakan acara perkawinan terutama nyongkolan selalu menampilkan kesenian gendang beleq.