Musfar Yasin, Penulis Skenario Beken

September 13, 2007 · Filed Under Tokoh Sasak 
NYARIS tak ada yang mengenali Musfar Yasin. Bahkan saat pria kelahiran Lombok tahun 1960 ini menggenggam Piala Vidia 2005, yang diraihnya sebagai penulis skenario terbaik dalam sinetron Kiamat Sudah Dekat. Pewarta foto yang sudah siap di belakang panggung pun harus bertanya dulu siapa pria kalem ini. “Saya sudah biasa jadi orang di belakang layar,” bisiknya kepada Asmayani Kusrini dari Gatra.
Musfar Yasin- Majalah Gatra
Sudah dua dekade lebih Musfar berkutat menulis skenario. Saking totalnya menggeluti bidang ini, ia rela drop out dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM. Puluhan skenario ditulis Musfar sejak mengikuti pelatihan menulis skenario oleh Asrul Sani di TVRI Yogyakarta. Skenario pertamanya, Lantaran Cinta Kami, diproduksi pada 1988 di TVRI. Tapi jalannya tidaklah mulus. “Saya tahu betul bagaimana rasanya jadi penulis baru. Jarang ada yang mau baca. Naskah-naskah saya sering hanya sampai di meja satpam,” katanya.

Dulu, naskah-naskah berbau sosial dengan tema agama, menurut Musfar, selalu dianggap kampungan dan tidak menjual. Untunglah, Musfar bertemu dengan Deddy Mizwar, yang kemudian berani memvisualkan naskah-naskahnya. Dengan kebebasan dari Deddy, Musfar kemudian bisa mengalirkan semua ide yang selama ini mondok di kepalanya dalam bentuk skenario.

Setelah Kiamat Sudah Dekat, tiba-tiba banyak rumah produksi (PH) yang mencarinya. Naskah-naskah lama Musfar diminta kembali. Bahkan ada sebuah PH besar yang berniat mengambil naskahnya lagi. “Padahal, itu naskah lama. Saya bilang, lho, itu kan naskah tiga tahun lalu, Pak. Kok, baru dibaca sekarang?” katanya. (majalah Gatra)

Profil Singkat (sumber Le Mujitahid Amien):
Nama Asli : Lalu Musfar Yasin
TTL           : Tanjung Kecamatan Selong ( Sekarang menjadi Kecamatan Labuhan Haji) Lombok timur,   Tahun 1960

Pendidikan: SD - SMP di Tanjung
                   SMA di Selong
                   PT pernah mengenyam pendidikan di FISIP UGM

Alamat      : Sekitar Kali malang Jakarta

Comments

7 Responses to “Musfar Yasin, Penulis Skenario Beken”

  1. Toto M. Rianto on October 5th, 2007 5:40 pm

    Aku selalu kagum dengan orang-orang maju berdasarkan jalur usaha, bukan lewat jalur sekolah formal. Kini aku juga masah dalam pencarian itu, agar karya-karya tulisku (cerpen maupun novel) bisa menjadi sebuah skenario yang divisualkan.

    Kalau bisa sih, aku ingin banget kenalan secara pribadi dengan Musfar Yasin.

  2. lalu gede suryadi on January 25th, 2008 3:09 am

    ternyata masih banyak putra lombok yang sukses,tiang ikut senang,salut untuk lombok,damai selalu

  3. JASMANSYAH on April 10th, 2008 9:17 am

    ALHAMDULILLAH, TERNYATA TIANG TIDAK SENDIRI YANG MERANTAU DI DAERAH ORANG (JAWAR). TIANG BERHARAP DI JAKARTA KITA BUAT FORUM SILATURRAHMI MASYARAKAT LOMBOK, AGAR KITA BISA TAU MASYARAKAT LOMBOK YANG ADA DI LUAR DAN BISA MEMBERIKAN PEMIKIRAN UNTUK BERSAMA-SAMA MEMBANGUN NTB. KALAU MEMANG SUDAH ADA, TIANG MOHON PARA PEMBACA YANG MEMBACA TULISAN INI UNTUK MENGINFORMASIKANNYA. KARENA TIANG SANGAT BERHARAP ADANYA WADAH UNTUK KELUARGA LOMBOK YANG ADA DI JAKARTA.
    HP. 081572765478, EMAIL. JUST_PPSUPI@PLASA.COM

  4. Dita on June 18th, 2008 4:23 pm

    Karya tulis dan perjuangan mu menggapai cita benar-benar seindah bumi dan alam Lombok, Bung Musfar. Salut utk anda ! :-)

  5. juansuandi on June 18th, 2008 6:27 pm

    @jasmansyah
    kita pernah mengadakan acara ketemuan dengan semeton-semeton sasak. klo pelungguh mau silahkan ikut di forum. sampaikan usulan side. nanti klo waktunya pas. pasti te pade ngumpul-ngumpul semeton.

  6. JASMANSYAH on June 30th, 2008 3:47 pm

    dimana tempat ketemunya, dan forum apa namanya. Tiang kepengen ikutan dan sekaligus silaturrahmi dengan kawan2

  7. SOFYAN SAURI on July 29th, 2008 8:59 am

    ALHAMDULILLAH KETEMU JUGA DENGAN MAMIK MUSFAR. SELAMAT ATAS PRESTASINYA. TAPI BISAKAH MEMBAGI ILMU UNTUK SEMETON-SEMETON KITA DI LOMBOK?
    OYA SAYA RALAT SEDIKIT PERIHAL PROFILNYA: MEMIK MUSFAR DIBESARKAN DIKELAYU (IBUNYA DARI KELAYU)DAN SEKOLAH DASAR DI SD NO. 1 KELAYU (SAYA SATU KELAS DENGAN BELIAU DAN PERNAH BELANJAK DENGAN BELIAU.

Leave a Reply