Minyak Tanah Limit di Loteng dan Lobar

September 29, 2007 · Filed Under Energi 
Praya (Suara NTB) Persedian minyak minyak tanah mulai tingkat distributorhingga pengecer di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), mulai menunjukkan gejala limit. Akibatnya, masyarakat Loteng mulai kesulitan membeli bahan bakar ini. Imbasnya, tidak hanya harga minyak tanah hingga mencapai Rp 4.000 per liter, juga menimbulkan antrean panjang di beberapa pangkalan. Selain di Loteng, di wilayah Lombok Barat (Lobar), limit minyak tanah juga terjadi. Pantauan Suara NTB, Jumat (28/9) kemarin, di sejumlah pangkalan minyak tanah di Kota Praya mulai diserbu konsumen. Tingginya kebutuhan akan bahan bakar tersebut, membuat masyarakat mau tidak mau harus membeli. Meski dengan harga yang jauh lebih tinggi dari ketentuan yang berlaku, antrean konsumen juga mulai tampak memadati sejumlah pangkalan minyak tanah.

BEREBUT - Puluhan warga Kota Praya berebut saat Informasi yang dihimpun dari sejumlah konsumen saat antre minyak tanah di Toko Matahari Praya, menyebutkan, harga minyak tanah kini sudah naik. Di tingkat distributor saja, harga sudah menjadi Rp. 2.300, padahal HET yang berlaku hanya Rp. 2.200. Sedangkan di tingkat pengecer cukup beragam, dari Rp. 3.000 bahkan ada yang mencapai Rp. 4.000 per liter. ‘’Pembelian minyak tanah di sejumlah pangkalan juga dibatasi hanya diperbolehkan membeli 5 liter saja. Alasanya stok minyak tanah terbatas,’’ aku H. Halimah. Diakuinya, kelangkaan tersebut sangat menyulitkan ibu rumah tangga, terutama untuk kegiatan masakmemasak. Terlebih lagi pada bulan puasa ini, kegiatan di dapur cukup tinggi. Sehingga perlu dukungan berupa ketersedian minyak tanah.

Comments

Leave a Reply