NILAI PROYEK BANDARA INTERNASIONAL LOMBOK RP665 MILIAR

September 29, 2007 · Filed Under Transportasi 

MATARAM - Proyek bandara internasional Lombok (BIL) yang sedang digarap di Desa Tanak Awu Kabupaten Lombok Tengah diperkirakan selesai dan sudah digunakan tahun 2009. Sumber dananya berasal dari swasta, yang investasinya dilakukan melalui PT Angkasa Pura (AP) I yang dapat menjaring dana dari konsorsium bank. ”Pendanaan swasta tersebut untuk mempercepat, tergantung feasibility proyek tersebut,’’ kata Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal sewaktu melakukan peninjauan lokasi, Jum’at (28/9) sore.

Kehadiran BIL tersebut, dikemukakan oleh Jusman, sangat ditunggu oleh pemerintah agar dapat selesai secepatnya sehingga akan ada investor yang masuk. ”Kami jelas mengharap agar bisa segera selesai, ” ujarnya.

BIL yang dibangun untuk pengganti bandara Selaparang di Mataram luasnya mencapai 535 hektar atau dua kali lebih besar dari Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali. Sebagaimana diminta oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, panjang landas pacunya mencapai 3.000 meter dari semula direncanakan 2.750 meter setelah diperbaiki dari awal gagasan 2.500 meter. ”Ini menjadi salah satu syarat Emaar Properties,” kata General Manager PT Angkasa Pura (AP) I Heru Legowo menjelaskan kepada Jusman. Emaar Properties adalah investor yang akan mendanai proyek seluas 1.250 hektar dikawasan wisata di Lombok Tengah bagian selatan.

Seperti dikemukakan oleh Heru Legowo, pembangunan BIL tersebut memerlukan pembiayaan sebesar Rp665 miliar. PT AP I menanggung Rp515 miliar yang bersumber dari dana internal Rp115 miliar dan pinjaman atau penerbitan obligasi Rp400 miliar. Sedangkan Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluarkan Rp110 miliar dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah sebesar Rp40 miliar.

Ada delapan paket pekerjaan yang berdasar sumber pembiayaannya. Paket pekerjaan sisi airside oleh PT AP I menanggung empat paket senilai Rp237,7 miliar untuk pemindahan saluran irigasi, runway dan fasilitas penunjangnya, ME Airside, peralatan keselamatan penerbangan. Dari pemerintah daerah satu paket pekerjaan taxiway, apron dan fasilitas penunjang Rp92,787 miliar. Dari sisi landside, PT AP I membiayai tujuh paket pekerjaan senilai Rp218,845 miliar, pemerintah daerah membangun parkir, jalan lingkungan senilai Rp35,473 miliar. Tender pekerjaan landas pacu sepanjang 2.750 meter sudah selesai, akan dkerjakan oleh PT Hutama Karya senilai Rp150 miliar.(supriyantho khafid)

Comments

Leave a Reply