PBR-Patriot Jalin Koalisi
Mataram (Suara NTB) PBR dan Partai Patriot hampir dipastikan akan menjalin koalisi dalam Pemilu Kepala Daerah NTB tahun 2008 mendatang. Kesepahaman itu secara lisan telah disampaikan pimpinan kedua Parpol, pada Selasa (30/10) kemarin.
”Kami Patriot kemungkinan besar, bahkan sudah bisa dipastikan akan berkoalisi dengan PBR,” ujar Ketua DPW Patriot NTB, Mau’ud Adam, SH, kepada wartawan di DPRD NTB. Ketua DPW PBR NTB, TGH. Abdul Hayyi Nu’man yang dihubungi terpisah membenarkan adanya kesepahaman antara partainya dengan Patriot untuk menjalin koalisi. ”Kalau dengan Patriot sudah barang tentu, karena kita satu fraksi,” ujarnya saat ditanyai soal kepastian koalisi PBR-Patriot.
Hayyi Nu’man mengatakan, kesepahaman untuk menjalin koalisi itu tidak sekadar karena adanya kedekatan emosional namun juga karena kedua belah pihak berada pada kondisi yang memungkinkan terjalinnya komunikasi intensif. Mau’ud juga berpendapat kesepahaman untuk menjalin koalisi itu terjadi karena dirinya dan para pengurus teras PBR berada dalam satu fraksi yaitu FPBR.
Karena berada dalam satu fraksi itulah, maka kedekatan diantara kedua pimpinan Parpol ini semakin terjalin. Mau’ud mengaku, dengan kedekatan itu pihaknya dan pihak PBR sudah sama-sama mengetahui apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan masing-masing pihak. ”Jadi apa yang ada dalam hati saya dan apa yang ada di hati teman-teman itu sudah sama-sama bisa kita baca, karena secara emosional sudah dekat,”ujarnya.
Mau’ud mengatakan, pihaknya untuk sementara ini masih berkeinginan untuk memberikan dukungan kepada Drs. H. B. Thamrin Rayes yang merupakan Ketua Pemuda Pancasila. Dukungan ini, meski belum diformalkan namun masih menjadi komitmen awal dari pihaknya.
”Untuk sementara ini kita memang belum mencalonkan siapa-siapa secara formal. Tapi dalam hati kami masih mendukung Bonyo,” ujarnya. Menurutnya dukungan itu merupakan bukti kedekatan Patriot dengan Pemuda Pancasila yang disebut Mau’ud sebagai induk semang mereka. Ia menegaskan, jika Bonyo benar-benar tidak bisa maju barulah pihaknya akan melepaskan diri dari komitmen tersebut dan akan mencari calon lain untuk didukung.
Mau’ud mengungkapkan, selama ini sudah banyak sekali calon yang datang dan ingin meminta dukungan dari Patriot. Calon-calon tersebut, menurutnya datang karena melihat potensi suara Patriot yang cukup besar di NTB. Ia mengklaim, saat ini Patriot setidaknya memiliki tiga potensi suara yang berasal dari konstituen Patriot sendiri, Jama’ah Yatofa dan Ormas Pemuda Pancasila. (aan)
PDIP Buka Rekrutmen Calon
Mataram (Suara NTB) Sekretaris DPD PDIP NTB, M. Husni Djibril B.Sc menyatakan pihaknya akan membuka pendaftaran calon kepala daerah NTB secara resmi. Meski demikian, PDIP juga sudah mengantongi dua nama Bacagub yang sudah jauh lebih dulu melamar secara resmi. Dikatakannya, dua nama ini akan mendapat perhatian khusus.
Husni mengungkapkan, dua nama yang sudah lebih dulu mengajukan lamaran resmi adalah L. Koeshardi Anggrat dan Sukur Nuralam. ”Kami sudah siapkan undangan khusus untuk kedua nama yang sudah lebih dulu mengajukan lamaran itu,” ujarnya saat ditemui Suara NTB di DPRD NTB, Selasa (30/10) kemarin. Selain kedua kandidat itu, ia juga mengaku sudah ada beberapa nama lain yang menyatakan ketertarikan secara lisan kepada pihaknya.
Husni mengatakan sebelum dibuka, pihaknya terlebih dulu akan mengumumkan secara resmi proses penjaringan dan penyaringan pasangan calon kepala daerah yang akan diusung. Proses itu, menurutnya akan diumumkan resmi pada beberapa media massa terkemuka di NTB secepatnya.
Menurut politisi yang juga menjabat Ketua Komisi II DPRD NTB ini, proses pendaftaran dan pengambilan formulir akan dilakukan pada tanggal 3 sampai 10 Nopember. Para kandidat yang melamar, menurutnya akan diberi kesempatan mengembalikan formulir pendaftaran yang telah diambil dari tanggal 5 sampai 14 Nopember mendatang.
Setelah formulir-formulir dikembalikan, pihaknya kemudian akan menyeleksi berdasarkan syarat-syarat khusus dan syarat-syarat umum yang telah ditetapkan. ”Mungkin nanti akan kita ajukan sejenis persyaratan kerjasama dengan partai,” ujarnya sembari menambahkan, pihaknya juga menyediakan waktu verifikasi oleh DPD dan DPP dari tanggal 15 dan 16 Nopember. Setelah verifikasi tersebut akan ada masa sosialisasi bakal calon selama dua hari, tanggal 18 dan 19 Nopember.
”Nanti akan kita bawa seluruh calon ini pada forum yang mempertemukan mereka dengan seluruh Pengurus Kecamatan (PK), DPC, DPD dan DPP,” ujarnya. Proses ini, menurutnya akan dilaksanakan terpisah di dua tempat. Untuk Pulau Sumbawa akan dipusatkan di Kabupaten Sumbawa sementara untuk Pulau Lombok akan dipusatkan di Kota Mataram.
Dalam forum itu para kandidat akan memperoleh kesempatan menyampaikan visi dan misinya serta memperkenalkan dirinya. Setelah perkenalan dilakukan, barulah pihaknya akan meminta kepada seluruh kader yang mewakili pengurus PAC, DPC dan DPD untuk memilih calon yang mereka inginkan.
Menurut Husni, yang juga digadang-gadang akan menjadi Cawagub dari PDIP, setelah semua proses itu dilakukan, barulah pihaknya akan mengambil keputusan final di forum Raker, untuk menetapkan minimal dua pasangan calon. (aan)
Koalisi Segitiga akan Diperluas
”Ini koalisi tidak hanya akan berhenti pada Pilkada Propinsi tapi koalisi ini juga bisa berlanjut ke Pilkada tingkat dua. Misalnya kepada PKB kita bisa tanyakan mau apa di Lombok Timur, PPP mau apa di Lombok Barat,” ujar Sekretaris DPW PPP NTB, Dra. Hj. Wartiah, M.Pd, kepada wartawan diruangannya, Senin (29/10) kemarin.
Wartiah mengemukakan, perluasan koalisi ini sangat dimungkinkan karena pihak DPW PPP NTB memiliki kewenangan untuk menetapkan siapa calon bupati yang akan diusung dalam Pemilu Kepala Daerah di tingkat kabupaten/kota. ”Misalnya, di Lombok Timur kita yang berhak untuk mengeluarkan SK,” ujarnya. Menurut anggota Komisi II DPRD NTB ini, koalisi segitiga akan sia-sia saja jika hanya mengurusi kepemimpinan di tingkat propinsi.
Wartiah mengatakan, koalisi segitiga juga diharapkan bisa menjadi sebuah koalisi yang besar yang dapat menghasilkan calon pemimpin dengan peluang kemenangan yang besar. Ia mengklaim, baru-baru ini koalisi ini juga mulai dilirik oleh sebuah Parpol baru. Hanya saja, Wartiah mengatakan belum bisa mengungkapkan identitas Parpol tersebut.
Selain Parpol yang namanya masih misterius itu, PKS, yang baru-baru ini menyatakan kesiapan bergabung dengan koalisi segitiga juga berpeluang tergabung dalam koalisi tersebut. Menurut Wartiah, ini dimungkinkan karena salah satu kandidat yang akan diusung PKS tengah dalam proses penggodokan di koalisi tersebut.
”Jangan lupa, disana (di koalisi segitiga) ada Tuan Guru Bajang. Mungkin PKS ingin gabung karena memang ada yang ditunggu di sana,” ujarnya.
Sekretaris TOM DPW PKS NTB, Suryadi Jaya Purnama, ST di tempat yang sama menyambut pernyataan Wartiah itu. Menurutnya, bergabungnya PKS ke dalam koalisi itu memang sangat dimungkinkan. Hanya saja, pihaknya memiliki catatan tersendiri. Suryadi mengatakan, pihaknya dan calon mitra koalisi mestinya memiliki kesepakatan dulu soal siapa yang akan akan diusung oleh koalisi tersebut. (aan)






