Potensi Emas Di Lombok Lebih Besar Dari Sumbawa
November 15, 2007 · Filed Under SDA
Mataram (Kompas) Preskom PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) Yusuf Merukh mengatakan, potensi kandungan emas pada areal pertambangan di Pulau Lombok ternyata lebih besar dibandingkan Pulau Sumbawa.
“Untuk lokasi tambang di Pulau Lombok potensi kandungan emas mencapai tiga hingga lima gram per ton, sedangkan di Pulau Sumbawa dua hingga 2,5 gram per ton,” katanya dalam pertemuan dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTB di Mataram,
Kamis.
Dengan besarnya kandungan emas tersebut, pihaknya menantang pengusaha muda di daerah ini untuk mampu menjadi pengusaha di bidang pertambangan. “Sebab usaha pertambangan sangat menjanjikan bagi kesejahteraan masyarakat di masa mendatang,” katanya.
Potensi tambang emas maupun tembaga di Lombok terbesar di Gunung Rinjani dan Sekotong yang dapat berproduksi 15 hingga 20 tahun.
Dalam pengelolaan tambang di Lombok akan diusahakan 80 persen pengusaha lokal, 10 persen nasional dan 10 persen lagi untuk publik.
Selama ini Newmont telah menemukan sekitar 150 lokasi pertambangan di Lombok dan Sumbawa seluas 1,2 juta hektar. Dari lokasi tersebut hanya lima yang diambil oleh Newmont dengan areal 119 ribu ha. Yakni, Sekotong dan Pencangan di Lombok, serta tiga lokasi lainnya di Batu Hijau, Ealang dan Kerinci di Sumbawa.
“Sisanya sebanyak 145 lokasi dengan areal dua juta ha tersebut telah diserahkan kepada Pemda NTB lengkap dengan data-datanya untuk diberikan kepada pengusaha lain,” katanya.
Untuk itu, Yusuf minta kepada Hipmi di daerah ini tidak membuang kesempatan tersebut, karena kalau terlambat bisa diambil orang lain.
Sementara itu, Ketua Hipmi NTB, Ir L Risvi menyatakan siap melibatkan sejumlah pengusaha dalam pengelolaan tambang di daerah ini.“Modal pertama yang harus dimiliki pengusaha dalam usaha pertambangan cukup besar sekitar Rp 5 milyar, sehingga paling tidak harus melibatkan perbankan,” katanya. (Ant/gor)
Kamis.
Dengan besarnya kandungan emas tersebut, pihaknya menantang pengusaha muda di daerah ini untuk mampu menjadi pengusaha di bidang pertambangan. “Sebab usaha pertambangan sangat menjanjikan bagi kesejahteraan masyarakat di masa mendatang,” katanya.
Potensi tambang emas maupun tembaga di Lombok terbesar di Gunung Rinjani dan Sekotong yang dapat berproduksi 15 hingga 20 tahun.
Dalam pengelolaan tambang di Lombok akan diusahakan 80 persen pengusaha lokal, 10 persen nasional dan 10 persen lagi untuk publik.
Selama ini Newmont telah menemukan sekitar 150 lokasi pertambangan di Lombok dan Sumbawa seluas 1,2 juta hektar. Dari lokasi tersebut hanya lima yang diambil oleh Newmont dengan areal 119 ribu ha. Yakni, Sekotong dan Pencangan di Lombok, serta tiga lokasi lainnya di Batu Hijau, Ealang dan Kerinci di Sumbawa.
“Sisanya sebanyak 145 lokasi dengan areal dua juta ha tersebut telah diserahkan kepada Pemda NTB lengkap dengan data-datanya untuk diberikan kepada pengusaha lain,” katanya.
Untuk itu, Yusuf minta kepada Hipmi di daerah ini tidak membuang kesempatan tersebut, karena kalau terlambat bisa diambil orang lain.
Sementara itu, Ketua Hipmi NTB, Ir L Risvi menyatakan siap melibatkan sejumlah pengusaha dalam pengelolaan tambang di daerah ini.“Modal pertama yang harus dimiliki pengusaha dalam usaha pertambangan cukup besar sekitar Rp 5 milyar, sehingga paling tidak harus melibatkan perbankan,” katanya. (Ant/gor)
Comments
9 Responses to “Potensi Emas Di Lombok Lebih Besar Dari Sumbawa”
Leave a Reply







Posting yang bagus miq
Ayo para investor lokal, silahkan berlomba-lomba, jangan keduluan oleh pengusaha luar apalagi perusahaan Luar Negeri.
Menurut Data yang pernah saya ketahui, di Gunung Sasak juga banyak Emas-nya.
Tapi Pertambangannya jangan samapi merusak lingkungan, coz penunggunya bisa marah..
kalo pengelolaaan yang benar pasti peduli lingkungan……

kira2 di wilayah gunung sari ada emasnya juga gak ya???
jangan2 ntar kaya Lapindo????
di gunungsari udah pasti banyak masnya, coz wong jowo banyak koq disana
Ada data yang akurat .? bukti bahwa Lombok punya deposit Emas.. data ini d ambil dr mana..? jangan asal ngomong brow…. klo memang bnar.. gw knal pengusaha lokal yg siap terjun dlm bidang ini.. tp selama kurang lebih 15th tim mereka sudah melakukan srf ke seluruh pelosok Lombok hasilnya tidak memuaskan.. deposit emas memang ada, tp jumlahnya tidak banyak, kalo GALENA sih iya.. mmng buanyak buanyet
Saatnya, sumber daya alam dinikmati oleh masyarakat lokal…bukan lagi oleh investor dan pengusaha. Cukup sudah SDA kita dieksploitasi, dan hanya menyisakan limbah. Masyarakt lokal harus menjadi raja atas daerahnya sendiri.
pertanyaannya mau dibawa kemana lombok? daerah wisata atau industri pertambangan? menurut saya ga bisa dua2nya, terlebih kita berbicara pertambangan emas dengan limbah tailing yg luar biasa (3-5 gr emas per ton –> 1 ton tanah plus impurities pertambangan mesti dibuang, entah ke sungai, laut, atau yg lain untuk mendapatkan 3-5 gram emas)
relakah kita melepas keindahan senggigi, kuta, atau rinjani bahkan keperawanan lombok demi kemilau emas?? tanya siapa??
mohon informasi lokasi galena dilombok, saya siap mendanai, bagi yang mempunyai informasi silahkan hub saya di YM: pssindonesia
tinggal offlne messege dan nomer HP thank”s
yuspi
jngan lihat emasnya aja bung lihat juga dampak lingkungan yg di akibatkan oleh penambangan ada danau tailing,hutan jadi tandus n lingkungan jdi tercemar..disamping itu pernah tidak prusahaan tsb memikirkan kesejahtraan warga yg tinggal di lingkungan tersbut?biasanya warga hanya jadi penonton tidak dapat bagian apa2…saya atasnama warga lombok n pecinta alam rinjani menentang prencanaan tambang emas…
Apakah benar ada emas di Lombok ? Kalau benar berikan saja sama rakyat Indonesia, jangan berikan sama bajingan amerika dan australia. Jangan berikan sama investor yang bekerjasama dengan pemerintah yang korupsi, dan hanya mengeruk keuntungan Pribadi. Berikan emas lombok untuk rakyat kecil. Hai penjajah kenapa kamu bilang tambang emas lombok hanya 10% untuk orang Lombok ? 90 % untuk asing ?