Mataram (Suara NTB) Pembangunan Bandara Internasional Lombok (BIL) kembali mendapat angin segar. Kabar terakhir menyebutkan, Runway BIL akan dibangun mencapai 4400 meter. Hal itu disampaikan Gubernur NTB, Drs. H. L. Serinata, kepada Suara NTB di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (28/11).

Serinata mengungkapkan, beberapa waktu lalu dirinya bertemu langsung dengan Wakil Presiden, H. M. Jusuf Kalla, untuk memperjuangkan agar runway BIL bisa diperpanjang. Serinata menginginkan penambahan panjang runway dari rencana awal 2.500 menjadi 2.750 meter.

Tak dinyana, jawaban dari Kalla malah mengagetkannya. ‘’Bukan 2.500 atau 2.750 Pak Gubernur, tapi 3.000,’’ ujar Serinata mengutip penyataan Kalla saat itu. Pertemuan berikutnya dengan Kepala BKPM Pusat, Luthfi, justru lebih mengagetkan lagi. Kabar dari pihak BKPM, runway BIL malah akan dibangun sepanjang 4.400 meter, dengan lebar mencapai 60 meter.

‘’Dulu orang bilang ini proyek mimpi. Tapi sekarang, kalau orang barat bilang ini dreams come true. Kalau orang Lombok Tengah bilang, ini mimpi menjadi monyan (nyata),’’ ujar Serinata sembari tertawa lepas.

Ia juga menegaskan pembangunan BIL ini bukanlah proyeknya. Dirinya hanya memulai dan merealisasikan proyek yang selama sekian periode hanya menjadi proyek mimpi.
‘’Ini bukan programnya Serinata, tapi Serinata yang mewujudkannya,’’ tegasnya.

Pembangunan BIL ini menurutnya akan sinergis dengan rencana investasi PT. Emaar yang akan menanamkan dana sekitar Rp. 6 trilyun. Kedatangan Emaar, selaku investor kelas dunia akan menimbulkan dampak positif yang sangat luas bagi masyarakat NTB.

Ia juga mengakui bahwa saat ini dirinya tengah memulai pembangunan jalur jalan alternatif wilayah selatan NTB. Jalur ini nantinya akan terbangun dari Bangko-bangko di wilayah Sekotong, terus melewati daerah selatan Pulau Lombok hingga mencapai Pelabuhan Telong Elong di wilayah timur Lombok. Sementara di Pulau Sumbawa, proyek pembangunan jalan alternatif selatan ini akan bersambung dari Pelabuhan Benete hingga tembus ke Sape.

Pembangunan jalan alternatif ini diharapkannya bisa membuka daerah yang terisolir di Pulau Sumbawa. Serinata mengatakan beberapa daerah transmigrasi di Sumbawa sangat terisolir sehingga masyarakat dan daerah tersebut tidak bisa mengembangkan potensinya yang sebenarnya sangat tinggi. (aan/*)