Runway BIL Kemungkinan Tembus 4400 Meter

November 29, 2007 · Filed Under Transportasi · 1 Comment 
Mataram (Suara NTB) Pembangunan Bandara Internasional Lombok (BIL) kembali mendapat angin segar. Kabar terakhir menyebutkan, Runway BIL akan dibangun mencapai 4400 meter. Hal itu disampaikan Gubernur NTB, Drs. H. L. Serinata, kepada Suara NTB di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (28/11).

Serinata mengungkapkan, beberapa waktu lalu dirinya bertemu langsung dengan Wakil Presiden, H. M. Jusuf Kalla, untuk memperjuangkan agar runway BIL bisa diperpanjang. Serinata menginginkan penambahan panjang runway dari rencana awal 2.500 menjadi 2.750 meter.

Tak dinyana, jawaban dari Kalla malah mengagetkannya. ‘’Bukan 2.500 atau 2.750 Pak Gubernur, tapi 3.000,’’ ujar Serinata mengutip penyataan Kalla saat itu. Pertemuan berikutnya dengan Kepala BKPM Pusat, Luthfi, justru lebih mengagetkan lagi. Kabar dari pihak BKPM, runway BIL malah akan dibangun sepanjang 4.400 meter, dengan lebar mencapai 60 meter.

‘’Dulu orang bilang ini proyek mimpi. Tapi sekarang, kalau orang barat bilang ini dreams come true. Kalau orang Lombok Tengah bilang, ini mimpi menjadi monyan (nyata),’’ ujar Serinata sembari tertawa lepas.

Ia juga menegaskan pembangunan BIL ini bukanlah proyeknya. Dirinya hanya memulai dan merealisasikan proyek yang selama sekian periode hanya menjadi proyek mimpi.
‘’Ini bukan programnya Serinata, tapi Serinata yang mewujudkannya,’’ tegasnya.

Pembangunan BIL ini menurutnya akan sinergis dengan rencana investasi PT. Emaar yang akan menanamkan dana sekitar Rp. 6 trilyun. Kedatangan Emaar, selaku investor kelas dunia akan menimbulkan dampak positif yang sangat luas bagi masyarakat NTB.

Ia juga mengakui bahwa saat ini dirinya tengah memulai pembangunan jalur jalan alternatif wilayah selatan NTB. Jalur ini nantinya akan terbangun dari Bangko-bangko di wilayah Sekotong, terus melewati daerah selatan Pulau Lombok hingga mencapai Pelabuhan Telong Elong di wilayah timur Lombok. Sementara di Pulau Sumbawa, proyek pembangunan jalan alternatif selatan ini akan bersambung dari Pelabuhan Benete hingga tembus ke Sape.

Pembangunan jalan alternatif ini diharapkannya bisa membuka daerah yang terisolir di Pulau Sumbawa. Serinata mengatakan beberapa daerah transmigrasi di Sumbawa sangat terisolir sehingga masyarakat dan daerah tersebut tidak bisa mengembangkan potensinya yang sebenarnya sangat tinggi. (aan/*)

Kasus Malaria Telan 17 Korban Jiwa di NTB

November 28, 2007 · Filed Under Kesehatan · Comment 
Mataram(Republika)- Kasus penyakit malaria hingga Oktober 2007 menelan sedikitnya 17 korban meninggal dunia dari 613 kasus selama sepuluh bulan dan penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk itu masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) yang menonjol di daerah itu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) NTB, dr. Hj. Baiq Magdalena di Mataram, Selasa mengatakan, penyakit menular lain yang menonjol dan dapat menyebabkan KLB yang dilaporkan kabupaten/kota sejak Januari - Oktober 2007 adalah demam berdarah.

“Kasus demam berdarah (DB) hingga Oktober 2007 tercatat 644 kasus dua korban diantaranya meninggal dunia, kasus DB masuk KLB yang cukup menonjol,” katanya pada pertemuan kelompok potensial bagi wartawan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional.

Pada acara yang terselenggara atas kerjasama Dinkes NTB dan kelompok Wartawan Peduli Kesehatan (Wali sehat) PWI Cabang NTB, dikatakan, selain itu kasus penyakit menular lain yang cukup menonjol adalah HIV/AIDS.

Menurut Magdalena, berdasarkan laporan jumlahnya semakin meningkat, jumlah pengidap penyakit HIV hingga Oktober 2007 tercatat 107 kasus sedangkan AIDS sebanyak 55 kasus. Penderita penyakit menurunnya kekebalan tubuh itu terbanyak dari kalangan swasta dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri.

Sementara untuk kasus gizi buruk berdasarkan pemantauan status gizi oleh Dinkes NTB ada penurunan prosentase gizi buruk dan gizi kurang.

Penyakit gizi bermasalah itu disebabkan beberapa faktor antara lain kemiskinan, pendidikan dan tidak terlepas dari perilaku hidup bersih dan sehat.

Berbagai upaya yang telah dilaksanakan oleh pemerintah untuk mengatasi permasalahan bidang kesehatan khususnya yang berkaitan dengan penyakit menular antara lain pembentukan tim penanggulangan KLB tingkat propinsi dan dilanjutkan ke tingkat kabupaten/kota.

Selain itu, melakukan pemetaan lokasi rawan KLB penyakit menular yang kemungkinan menimbulkan wabah baik di tingkat propinsi maupun kabupaten/kota dan Puskesmas.

Di samping itu melakukan pengobatan saat menemukan kasus di lapangan dan merujuk penderita ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat terutama yang tidak dapat ditangani di rumah.

Upaya lain adalah melakukan penyuluhan kepada masyarakat melalui media cetak, elektronik dan media luar gedung dan menjalin kerjasama dengan instansi terkait dalam rangka pencegahan dan penanggulangan KLB. antara/abi

PELABUHAN BELUM SELESAI DIBANGUN GELIAT EKONOMI TELAH TERLIHAT

November 27, 2007 · Filed Under Ekonomi · Comment 

Lombok Timur (Lotim OL) Meskipun pelabuhan Labuhan Haji saat ini masih dalam tahap pembangunan dan rampung pertengahan 2008 mendatang, akan tetapi geliat pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan Labuhan Haji telah terlihat.

Hal ini tidaklah mengherankan, mengingat komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Timur membangun pelabuhan Labuhan Haji murni dari APBD Lombok Timur yang bertujuan untuk membangkitkan ekonomi yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Lombok Timur secara keseluruhan. Karena nantinya pelabuhan ini juga memberikan lapangan kerja baru bagi masyarakat dan tumbuhnya berbagai bidang usaha.

Pembanguan pelabuhan Labuhan Haji juga disertai dengan penataan kawasan Labuhan Haji yang telah dilakukan sebelumnya oleh Pemda Lombok Timur, seperti pembukaan jalan lingkat Labuhan Haji dan penataan tempat berjualan para pedagang.

Peluang tersebut telah mulai dilirik dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Disekitar kawasan Labuhan Haji terlihat beberapa usaha yang didirikan. Para pedagang yang berjualan disekitar pelabuhan semakin bertambah mulai dari skala kecil maupun usaha permanen. Setelah dilakukan penataan di kawasan ini, Labuhan Haji juga menjadi salah satu tempat wisata yang semakin banyak dikunjungi masyarakat.

Dari itulah, Labuhan Haji setelah adanya pelabuhan nantinya diharapkan tidak hanya menjadi pusat ekonomi dan perdagangan akan tetapi bisa saja menjadi obyek wisata dan rekreasi.

« Previous PageNext Page »