PPP Menunggu ‘’Bola Liar’’, Golkar Cari Cawagub Loyal
‘’Bisa saja ‘’bola-bola liar’’ ini hinggap ke kita. Secara person kami pernah lakukan komunikasi,’’ ujar Sekretaris DPW PPP NTB, Dra. Hj. Wartiah M.Pd, kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (28/2) kemarin. Wartiah menyadari bahwa dalam politik semua peluang bisa saja diwujudkan menjadi kenyataan. Karenanya upaya komunikasi dengan partai-partai yang belum menentukan sikap terus dilakukan.
Menurut Wartiah, pihaknya saat ini belum bisa menentukan kepastian pelaksanaan deklarasi pasangan calon Dr. Zaini Arony, M.Pd dan Nurdin Ranggabarani, SH, MH. Pelaksanaan deklarasi ini harus menunggu hasil perundingan dengan PKB selaku mitra koalisi resmi dari PPP. ‘’Kita berharap deklarasi awal Maret,’’ ungkapnya.
Wartiah tak mempermasalahkan adanya keberatan soal pengumuman dukungan PPP yang disampaikan Ketua DPW PKB NTB, H. M. Ali Bin Dachlan, baru-baru ini. Menurutnya, hal itu adalah miskomunikasi dan telah diselesaikan. ‘’Itu miskomunikasi dengan timnya saja. Sudah clear,’’ tandasnya.
Menurutnya, hubungan dengan PKB tidak bermasalah. ‘’Kami tetap bersama dengan PKB. Sekarang tinggal menyusun format deklarasi,’’ tambahnya. Ia menjelaskan, di internal PPP, hingga jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi momentum Pilkada NTB 2008. Ia mengklaim saat ini seluruh mesin politik PPP sudah siap digerakkan untuk memenangkan pasangan Zaini-Nurdin yang mereka usung dalam Pilkada NTB mendatang.
Pasangan Zaini-Nurdin menurutnya, memiliki peluang besar untuk memenangkan Pilkada NTB. Keberadaan Zaini sebagai satu-satunya kandidat asal Lombok Barat (Lobar) dianggapnya akan memberikan keuntungan secara politis.
Naiknya Zaini sebagai satu-satunya kandidat asal Lobar, membuat peluang figur ini lebih besar dalam meraup suara besar di Lobar. Sementara, beberapa figur lain yang sudah hampir dipastikan tampil, Drs. H. L. Serinata dan TGKH. M. Zainul Majdi, MA, (Tuan Guru Bajang) menurutnya harus berbagi suara di daerah asalnya, Lombok Timur.
Harus Loyal dan Tahu Diri
Sementara, Partai Golkar tampaknya tak ingin mengulangi disharmoni antara Gubernur dan Wakil Gubernur yang mewarnai kepemimpinan Drs. H. L. Serinata di NTB. Karenanya, Partai Golkar menegaskan cawagub yang akan mendampingi Serinata dalam Pilkada NTB 2008 mendatang haruslah loyal dan tahu diri.
‘’Cawagub harus loyal dan bisa harmonis. Harus menerima bahwa dia adalah di bawah Gubernur,†tegas Plt. Ketua Tim Pilkada DPD Partai Golkar NTB, H. M. Tohri, AM, BA, S.Sos, kepada Suara NTB di kediamannya, Kamis (28/2) kemarin. Menurutnya, paling lambat 9 Maret 2008 nama-nama cawagub yang dinominasikan telah dikirim ke DPP Partai Golkar.
Tohri menjelaskan, pihaknya ingin menghindari terulangnya disharmoni antara kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam sistem pemerintahan NTB. Karenanya seperti diatur dalam Juklak 05, Partai Golkar sengaja memberi keleluasaan penuh kepada Serinata selaku Cagub NTB terpilih untuk menentukan nominasi nama-nama pendampingnya. ‘’Jelas harus tahu diri. Dia (kandidat cawagub) itu direkomendasikan oleh cagub. Itu harus disadari,’’ imbuh Tohri.
Dalam Juklak 05 diatur bahwa cagub terpilih dari Partai Golkar berhak merekomendasikan tiga hingga lima nama yang akan dijadikan pendampingnya. Nama-nama kandidat cawagub yang direkomendasikan cagub terpilih nantinya akan diserahkan pada Tim Pilkada DPD Partai Golkar NTB.
Setelah diproses oleh Tim Pilkada DPD Partai Golkar NTB, nama-nama yang masuk lantas diserahkan ke DPP Partai Golkar. Setelah itu, DPP akan menurunkan nama-nama tersebut untuk dipilih satu nama melalui Rapat Pengurus Harian DPD Partai Golkar NTB. Dalam rapat ini, Tohri mangatakan DPP Partai Golkar tidak terlibat seperti halnya konvensi.
Menurut Tohri, Partai Golkar memiliki beberapa pertimbangan dalam menentukan cawagub yang akan diusung. Hal-hal yang akan diperhatikan adalah faktor latar belakang etnis, popularitas, kekuatan atau dukungan massa yang dimiliki, partai pendukungnya, hingga kemampuan finansial yang dimiliki sang kandidat. ‘’Yang jelas harus dari Pulau Sumbawa,’’ tambahnya.
Partai Golkar memiliki peluang memperbesar koalisi melalui penentuan cawagub. Beberapa figur cawagub yang berpeluang menjadi pendamping Serinata adalah Sekretaris PDIP NTB, H. M. Husni Djibril, B.Sc dan Ketua PAN NTB, M. Jabir, SH.
Di internal Partai Golkar beberapa nama juga sempat muncul. Salah satu nama yang sempat dikabarkan menjadi figur cawagub ideal adalah Ketua DPD Partai Golkar Kota Bima, Ferry Zulkarnain, ST.
BUPATI DAN WAKIL BUPATI SANGAT MENDUKUNG PEMBANGUNAN KAMPUS IIP DI LOMBOK TENGAH
Praya (Loteng OL) Keinginan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk membangun Kampus Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) mendapat respon luar biasa dari Pemerintah Daerah (Pemda)
Kabupaten Lombok Tengah .Namun dalam Pembangunan Kampus IIP tersebut belum diputuskan,apakah dilaksanakan di Kabupaten Lombok Tengah tempatnya di lahan milik PT.Perkebunan di Desa Puyung ataukah di Kabupaten Lombok Barat.
Sepertinya Pemda Lombok Tengah tidak mau kecolongan untuk kedua kalinya soal rencana Pembangunan Kampus IIP tersebut,serta Sekolah Polisi Negara (SPN) direbut oleh Kabupaten Lombok Timur.
” Pemda Lombok Tengah sangat mendukung sekaligus mendorong pihak - pihak terkait agar Pembangunan Kampus IIP bias terlaksanakan di daerah kami,” kata Wakil Bupati Lombok Tengah ,H Lalu Suprayatno , SH. MBA,MM kepada wartawan ,kemarin.
Menurutnya, bila IIP jadi dibangun di Lombok Tengah ,dilihat dari sisi geografisnya maka sangat strategis Karena berada di wilayah tengah - tengah pulau Lombok.
” Oleh sebab itu , tidak salah bila Pemerintah Provinsi menunjuk Lombok Tengah sebagai lokasi Pembangunan Kampus IIP “,ujarnya.
Hal senada juga Disampaikan Bupati Lombok Tengah , H Lalu Wiratmaja Pihak nya sangat mendukung pembangunan Kampus IIP di Lombok Tengah. Oleh sebab itu Bupati tidak akan tinggal diam dalam masalah ini. Pihaknya akan segera melakukan lobi ke Gubernur.
“Saya akan lobi ke Gubenur agar rekomendasi Pembangunan Kampus IIP bisa terlaksana di Lombok Tengah “, ujarnya.
Dibandingkan dengan yang lain, prosesnya akan menunggu proses pembebasan lahan terlebih dahulu, namun di Kabupaten Lombok Tengah lahannya sudah tersedia dan tinggal dibangun saja.
12 RIBU LEBIH TKI ASAL LOTIM PERTAHUN
kelengkapan tersebut biasanya diselesaikan di Kepala Dinas Kependudukan Tenaga kerja dan Transmigrasi (KTT) Lombok Timur, Ahmad Kaharudin menyatakan “ bahwa jumlah TKI yang 12 ribu orang, belum termasuk yang berangkat dengan jalur illegal. TKI yang berangkat tanpa melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) diperkirakan jumlahnya mencapai 20 ribu orang pertahun. Melihat potensi tenaga kerja yang cukup potensial ini, diharapkan pengelolaan secara maksimal dan pengawasan yang ketat demi keberhasilan TKI itu sendiri. Dalam penempatan dan perlindungan tenaga kerja secara nasional semua daaerah memiliki mekanisme yang sama sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mulai dari dinas tenaga kerja tingkat pusat, provinsi, sampai di tingkat kabupaten turut dan perperan sesuai dengan tugas masing-masing. Pihaknya sendiri berperan pada pra penempatan TKI, penanganan kasus, pengendalian PJTI dan pasca kepulangan TKI. Langkah pengawaasan pada PJTKI yang hingga saat ini berjumlah sekitar 27 PJTKI yang membuka cabang lombok timur, juga rutin dilakukan, disertai sangsi-sangsi jika perusahaan tersebut melanggar aturan. Untuk mengetahui PJTKI yang memiliki prosedur resmi, calon TKI diharuskan melihat bentuk tawaran keberangkatan ke luar negeri, mempunyai kontrak kerjasama yang jelas yaitu kemana tujuan keberangkatan, nama majikan, gaji, dan posisi yang akan ditempati. Permintaan tenaga kerja dari Lombok Timur ini, juga dapat dilihat langsung di kantor Dinas KTT Lombok Timur. Sejauh ini pihaknya tidak banyak menemui kesulitan dalam penempatan TKI, karena keberangkatan TKI harus menyelesaikan dokumen yang diperlukan dari daerah asal, sehingga memudahkan pengawasan. Akan tetapi untuk Negara tujuan timur tengah, Jakarta.






