Bahas Perbatasan, Indonesia-Malaysia Bertemu di Lombok
Mataram (Suara NTB) Selasa (19/2) kemarin di Hotel Jayakarta Senggigi Lombok Barat (Lobar), secara resmi dibuka pertemuan bilateral Indonesia-Malaysia. Dalam pertemuan ke 32 antara ke dua negara membahas masalah perbatasan darat ke dua negara. Khususnya perbatasan sepanjang 2004 km di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Barat (Kalbar).
Pertemuan tersebut direncanakan berlangsung hingga Kamis (21/2) besok, diikuti puluhan peserta dari ke dua Negara. Utusan yang bertemu, berasal dari instansi yang berkaitan dengan permasalahan perbatasan darat, mulai dari Departemen Dalam Negeri masing-masing negara hingga Departemen Pertahanan.
Ketua Delegasi Indonesia yang juga Sekjen Depdagri, Diyah Anggraeni ditemui wartawan seusai acara pembukaan memaparkan pertemuan tersebut dimaksudkan untuk membahas masalah-masalah perbatasan darat antara ke dua Negara. Seperti pembangunan infrastruktur di perbatasan serta tugu-tugu perbatasan. Harapannya, adanya pertemuan tahunan yang sudah berlangsung sejak tahun 1975 itu, dapat menghasilkan hal-hal yang positif yang bisa menguntungkan ke dua belah pihak.
Ditambahkan Ketua Delegasi Malaysia, Dato Suboh bin Mohd Yassin dari Sekjen Kementerian Sumber Daya Asli dan Alam Sekitar Malaysia, pertemuan tersebut hanya membahas batas darat saja. Tidak ada kaitannya dengan bahasan Laskar Wathoniyah, di perbatasan karena disebutkan hal tersebut bukan bagian dari bahasannya.
Adanya semangat kebersamaan diharapkan Diyah maupun Dato Suboh dapat menghasilkan upaya-upaya solutif dalam menyelesaikan permasalahan perbatasan negara tersebut dalam jangka waktu yang tidak lama. Mereka berjanji, hasil kesepakatan nantinya akan langsung ditindaklanjuti di lapangan.
Gubernur NTB, Drs. HL. Serinata, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih secara mendalam atas terselenggaranya acara tersebut di NTB. Gubernur yang didampingi Ketua DPRD NTB, H. Suhaili FT, SH berharap kesepakatan yang nantinya akan dihasilkan dapat menyelesaikan permasalahan perbatasan darat antar ke dua negara. (rus)
Comments
Leave a Reply






