Lombok, Tetangga Bali yang Memesona
KOMPAS, Selain Bali, pulau yang berdekatan dengan Bali ini juga menjadi tujuan wisata yang menarik, yakni Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sama dengan Bali, di pulau yang sebagian besar penduduknya menganut agama Islam ini memiliki panorama alam yang memesona.
Sekitar 80 persen penduduk Lombok adalah suku Sasak. Sisanya adalah orang Jawa, Bali, Arab dan China. Meski sebagian besar penduduknya menganut agama Islam, tetapi di beberapa tempat budaya Hindu masih bisa dijumpai.
Mesjid dan pura seakan hidup berdampingan secara damai di seluruh Lombok. Tak heran jika pengunjung masih bisa merasakan aura Bali di pulau yang mempunyai luas 473.780 ha ini.
Di Lombok Barat, daerah Bayan, masih dijumpai penganut aliran Islam Wetu Telu (waktu tiga). Jadi, tidak seperti penganut Islam yang melakukan shalat lima waktu, para penganut ajaran hanya shalat tiga waktu saja.
Lombok yang memiliki ibukota Mataram ini, memiliki pesona, tidak hanya karena Selat Lombok adalah peralihan di antara I Asia dan Australia untuk fauna dan flora zona (garis Wallace), tetapi juga tradisi budayanya yang memikat. Beberapa upacara keseharian masih digelar secara rutin oleh suku Sasak.
Topografi pulau ini didominasi oleh gunung berapi Rinjani yang ketinggiannya adalah 3.726 meter di atas permukaan laut. Gunung ini juga merupakan salah satu tujuan favorit bagi para pendaki gunung, karena keindahan alamnya. Selain puncak, tempat yg sering dikunjungi adalah Segara Anakan, sebuah danau kawah di ketinggian 2.000 mdpl.
Selain Rinjani, pantai Senggigi adalah pantai yang sering menjadi tujuan wisata, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan dalam negeri. Di sekitar Lombok, terdapat beberapa pulau kecil yang terkenal dengan keindahan alamnya, diantaranya, Gili Air, Gili Meno dan Giri Trawangan. Pulau-pulau kecil ini adalah pulau yang tidak berpenghuni. Jadi, suasananya lebih sepi dengan pemandangan alam yang masih alami.
Pemdangan alam yang indah bukanlah satu-satunya daya tarik Lombok. Yang tidak akan dilewatkan wisatawan jika berkunjung ke pulau ini adalah mutiara yang dibentuk menjadi beragam assesoris yang cantik. Pusat mutiara ini terdpat di Lombok bagian selatan, yakni Sekarbela di desa Banyumulek. Atau jika ingin merasakan nuansa tradisonal susu Sasak, bisa mengunjungi kampung tradisional di Rambitan.
Soal makanan? Jangan lupa mencicipi ayam taliwang dan plecing kangkung. Ada juga beragam sate khas Lombok, seperti sate bulayak, yakni sate yang disajikan dengan sambal kacang dan ketupat. Dagingnya juga macam-macam, mulai dari sapi, ayam, jerohan ayam hingga keong.
Comments
One Response to “Lombok, Tetangga Bali yang Memesona”
Leave a Reply







Memang lombok tercinta punya banyak pesona alam dan budaya. Alhamdulillah akhir-akhir ini banyak media massa terutama TV seperti TransTV, TVOne menampilkan episode wisata di lombok sehigga meningkat promosi wisata kita.
Perbedaan antara bali dan lombok yang paling utama menurut saya adalah infrastrukstur yang mendukung sektor wisata. Jika kita jalan2 ke senggigi di malam hari, daerahnya gelap bukan main sehingga tidak terlihat kalau ini adalah salah satu daerah unggulan pariwisata. Tidak mengherankan jika delegasi pariwisata timur tengah beberapa bulan lalu mengecam pemda NTB karena kurangnya pasokan listrik di daerah ini sehingga kurang menarik untuk dijadikan salah satu tujuan wisata utama.
Ini tidak terjadi di bali, Anda tidak melihat hal begitu di kuta bali misalnya.
Begitu juga di Kuta lombok tengah, sudah gelap di malam hari dan panas bukan main di siang hari seolah sektor penghijauan tempat wisata tidak disentuh sama sekali. Ini membuat pengunjung tidak nyaman.
Jadi bagi saya untuk calon gubernur NTB mendatang tugas utama adalah membangun infrastruktur jalan, listrik, air bersih yang tertata dengan baik untuk membangun fondasi ekonomi di masa mendatang. Lupakan dulu investasi yang muluk-muluk, pentingkan dulu investasi di infrastruktur.