Ancaman Golput Bayangi Pilkada Lombok Timur
Diskusi yang berlangsung dari sore hingga malam hari ini sangat menarik karena berlangsung di sebuah Posko pemenangan Pilkada NTB dari salah seorang kandidat Gubernur NTB, tapi justeru melahirkan rekomendasi Golput untuk Pilkada Lombok Timur, yang kemudian bisa saja pada perkembangannya melahirkan rekomendasi Golput untuk Pilkada NTB.
Posko yang berada di komplek BTN Bedurik Kelurahan Sekarteja ini dalam pengamatan Pelita akhir-akhir ini jarang dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan konsolidasi karena adanya perpecahan dalam tubuh tim suksesnya sebagai akibat tidak transparannya ketua dalam permasalahan penggunaan keuangan. Bahkan Posko tersebut pernah dua kali dirusak oleh tim suksesnya yang kontra terhadap ketua, terakhir dirusak salah seorang tim sukses yang pro ketua, pada Kamis (20/3/2008).
Menurut koordinator diskusi, Ihsan Sukri, Golput sangat beralasan bagi warga Lombok Timur karena berbagai hal. Yang pertama tidak ada transparansi dari pemerintah terhadap semua program yang dijalankan terutama dalam hal yang terkait dengan kesejahteraan rakyat.
Alasan kedua sering terjadinya penyimpangan dalam proses pengerjaan proyek dari proses tender yang acapkali tidak diumumkan di media massa sehingga terjadi KKN dalam pelaksanaannya.
Ketiga indikasi terjadinya kasus korupsi yang melibatkan oknum birokrasi menguap begitu saja di tangan aparat penegak hukum, seperti kasus Raskin, dan kasus-kasus lainnya. Keempat penempatan pejabat yang tidak sesuai dengan kompetensinya, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang dipimpin oleh seorang dosen yang sarjana hukum dan Dinas Kesehatan yang dipimpin oleh seorang sarjana agama.
Poin kelima masyarakat hanya dijadikan komoditas untuk kepentingan tertentu, seperti membengkaknya jumlah buta huruf yang kemudian meletakkan IPM NTB dalam posisi terendah di Indonesia. Terakhir sumbangan-sumbangan pemerintah kepada rakyat yang dianggarkan melalui APBN, APBD I dan APBD II dimanfaatkan oleh pihak terkait untuk memperoleh simpati politik dari masyarakat. Koordinator diskusi mengungkapkan pada saatnya nanti gerakan Golput ini akan dideklarasikan secara terbuka dengan melibatkan massa yang telah diberikan pendidikan politik dan secara sadar bergabung dalam gerakan ini.(ck-95)
Comments
2 Responses to “Ancaman Golput Bayangi Pilkada Lombok Timur”
Leave a Reply







GOLPUT………….?????????????
Wow, Dua rangkaian kata yang paling ditakutkan oleh calon-calon yang (akan) berlaga pada PILKADA nantinya.
Aye sih setuju dengan pernyataan diatas, tetapi kurang setuju dengan ajakan untuk Golput, sepertinya tidak mendidik (katanya MEGAWATI). Mari kita berusaha supaya LOTIM ini tidak seperti LOTENG yang minta AIR tetapi diberikan AIRPORT. Barangkali dengan memilih pasangan SUFI (kampanye Nih ye……..) semua akan berubah, tadinya sebuah kekhwatiran akan menjadi sebuah kenyataan, bahwa LOTIM ini akan berubah dengan Bupati (orang) Baru.
Kalo memang khawatir kenapa kita harus pilih orang lama yang sudah ditahu sepak terjangnya.
maaf noh lamun arak unin te sak salak………..
Sepakat…Golput solusi untuk mereka yg putus asa. Karena, sesungguhnya keputusan seperti ini bukannya dengan mempertimbangkan kelompok tertentu. Proyek, tender, transparansi de el el hanya untuk konsumsi pejabat dan pengusaha (level yg kakinya gak nyentuh tanah)….rakyat sudah muak bung dengan istilah-istilah bung…rakyat punya bahasa sederhana seperti “sembako murah, sekolah gratis, listrik gak padam, kesehatan gratis”.
Dan yang Anda sebut di atas “golput” lebih daripada ekspresi kekecewaan tidak kebagian kue, ketimbang mewakili “suara rakyat” karena tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Kumpulan item masalah itu hanya akibat dari “salah urus, kajahilan akibat ketidak pahaman makna kepemimpinan, kezaliman akibat ketidak-amanahan dan kebodohan dalam kepemimpinan”.
Jika dipahami ada duri dalam tubuh kita, maka durinya yg dikeluarkan. Bukan mengamputasi setiap bagian tubuh yg terinfeksi akibat duri”.
Jadi, pilihlah pemimpin baru yg memiliki konsep jelas…yg pernah meminta semua berdialog agar rakyat mendengar/mencerna dan memahami konsep kepemimpinan. Namun, mereka malah tidak merespon dan bersembunyi”.
Haruskah kita memilih pengecut….?????
Karena Golput juga berarti pengecut….????
Pilihan sudah jelasssssssssss ad….