TKI BAKU PUKUL DENGAN SOPIR ANGKOT DI MATARAM
Metrotvnews.com, Mataram: Pemulangan sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Kantor Dinas Tenaga Kerja Nusa Tenggara Barat di Mataram, Ahad (20/4), diwarnai keributan. Salah seorang TKI yang tak senang atas perlakukan pengemudi angkutan kota yang menarik-narik dirinya masuk ke dalam angkot, naik pitam. Baku pukul antara TKI dan pengemudi angkot tak terhidarkan.
Tak lama berselang, justru pengemudi terlibat baku pukul dengan sesamanya. Aksi saling berebut penumpang yang menjadi pemicu keributan ini. Pekan ini, sebanyak 146 TKI asal NTB dideportasi Pemerintah Malaysia karena berbagai alasan. Sementara sejak Januari 2008, sebanyak 915 TKI asal NTB telah dipulangkan karena alasan keimigrasian dan kriminal.(BEY)
Comments
2 Responses to “TKI BAKU PUKUL DENGAN SOPIR ANGKOT DI MATARAM”
Leave a Reply







Malang nian TKI dah jatuh ketimpatangga lagi, apa kalian tidak kapok?
Diamlah di LOMBOK atau SUMBAWA pelihara ternak dan bertani atau yang lain.
Pemda seharusnya fokus pada pelatihan keterampilan agar TKI tidak diusir terus…
TKI…. Sana sini TKI. Malangnya, kenapa “I” disitu adalah Indonesia.
TKI…. Serial drama panjang yang selalu menyakitkan mata dan hati Kita.
Saya, tentunya sama dengan yang lain. Hanya bisa melihat,sakit dan “ngomeh”. Tidak sedikit yang kemudian “ngerumun” kenapa Saya harus Indonesia?
Saat SD, Saya dan Kita semua ditanamkan rasa Bangga Menjadi Anak Indonesia. Polos…. Memang Saya bangga.
Sekarang, b’hubung Tuhan tidak suka, mending Saya jujur. Kebanggaan itu telah mati. Maka jangan tanya lagi ketika rakyat negeri ini ada yang melepas dinas “I-nya” dan beramai-ramai menjadi Pasukan Pembela Negara di Malaysia. “Hidup lebih hidup” katanya.
Tapi jangan salah! Jelek jelek gini, Saya pun marah besar saat Malaysia, Australia dan Singapura pernah ingin mencoba keperkasaan bangsa ini.
Sekali lagi TKI… Berangkat dari rumah dengan kepeng ’sanden bangket’, Bank Rontok dan atawa duit rentenir dari para Tuan Tanah. Sampai Pelabuhan Lembar, ada saja yang ‘nahan’ KTP. “ada 25ribu, ada KTP”. Udah…. Dari pada benjOl! Saaaaaabp…. Sampailah Ia di Negeri Ringgit yang kaya tapi sombong itu sebagai Forbidden Comer alias Pendatang Haram. O’oo Ia ketahuan!!! Penjara…
Sebat…
Dan Buang! Kembalilah ia ke nama negeri yang ada di KTP-nya. Para tekong pun menjejer mereka untuk meminta nomor telpon keluarga dikampung. “ada 2juta 5ratus, boleh pulang!” Manusia menjual manusia. Hebat.
Atas nama terpaksa, ‘Sanden Bangket’ pun dinaikkan agar Badan Luhur tapi naas itu,,, tapi bodoh itu,,, bisa pulang dengan selamat. Entahlah bagaimana awalnya, tiba dikampung sendiri pun sial masih membuntuti. Preman Lembar, Preman Cakre -lebih khusus mungkin- Preman Sasak pada pasang aksi minta jatah menyemat sial pada mereka.Siapa yang salah?
Kais jawabnya dibawah sepatu sepatu mengkilap disana!