Geliat Bisnis Menjelang Pilkada, Usaha Percetakan Banjir Order

May 9, 2008 · Filed Under Ekonomi 

Mataram (Suara NTB) Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) di NTB ternyata memberi dampak secara ekonomi. Salah satunya, usaha offset dan percetakan kebanjiran rezeki. Bisnis ini ‘’bersinar’’, karena calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) perlu mempublikasikan dirinya kepada masyarakat melalui berbagai macam cara. Sebut misalnya melalui baliho yang banyak bertaburan di tempat-tempat strategis di seantero NTB. Untuk urusan baliho, bendera parpol dan baju kaos pasangan cagub dan cawagub contohnya, tidak ada pilihan lain kecuali memesan pada usaha offset dan percetakan.

ORDER meningkat? Jelas. Demikian rata-rata pengakuan dari pengusaha yang bergerak di bisnis ini. Percetakan tak pernah henti membuat atribut dan perlengkapan promosi. Kesibukan mencetak informasi melalui Koli Bret, tampak di salah satu perusahaan percetakan PT. Indo Karya. Terlihat empat orang karyawannya tengah mencetak gambar salah seorang pasangan calon.

Kendati sibuk melayani orderan pelanggan, Direktur PT. Indo Karya, Hendra menyempatkan diri untuk berbagi informasi dengan media. Kepada Suara NTB, Kamis (8/5) kemarin, Hendra mengaku “panen” di saat-saat pilkada. Seperti pilkada sebelumnya, pilkada kali ini juga membawa peruntungan bagi usahanya. ‘’Dibandingkan dengan pilkada yang lalu, lebih meriah yang sekarang,’’ ujarnya.

Catatannya, kendati pasangan calon masih dalam proses verifikasi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB, setiap pasangan calon sudah berlomba-lomba untuk meraih simpati dengan membuat baliho dan sejenisnya. Belum bisa dihitung, berapa ribu jumlah spanduk, baliho, bendera, umbul-umbul atau baju kaos telah dipesan untuk diproduksi.

Namun Hendra mengaku, orderan mengalami peningkatan sekitar 20 persen sejak sebulan yang lalu. Hendra belum bersedia merinci berapa omset (menurut rupiah) yang diperoleh. Namun demikian, ia memprediksi omset masih akan bertambah melebihi 50 persen. ‘’Lumayan banyak yang order, karena selain harganya murah kita juga sudah bisa melayani untuk cetak di sini,’’ akunya.

Percetakan yang dijalankan Hendra tidak jauh berbeda dengan percetakan di Surabaya. Dengan mendatangkan mesin cetak sendiri, ia berupaya untuk mendekatkan pelayanan, produksi cepat, tepat waktu dan dengan kualitas yang baik.

Imbas banjirnya duit pilkada, juga dirasakan oleh Offset dan Percetakan WalAshari Advertising. Menurut pengelola yang enggan dikorankan namanya ini, pesanan yang diperolehnya meningkat cukup signifikan mencapai 50 persen. Selama musim pilkada ini, pihaknya telah mencetak lebih dari 1.000 buah bendera partai, 500-an buah spanduk. Belum dihitung berapa total keseluruhan atribut yang dicetak, mulai dari stiker, brosur, umbul-umbul maupun orderan sejenis lainnya. Pihaknya juga baru didatangi oleh dua tim sukses pasangan calon. Ke depan, kemungkinan akan menyusul pasangan calon lainnya.

‘’Dunia percetakan bisa dibilang sedang panen, karena kebutuhan masing-masing pasangan calon untuk dipublikasi meningkat. Pada saat pendaftaran saja orderan masuk, apalagi sudah terdaftar (lolos verifikasi, red),’’ papar sumber.

Melalui sistem kerja sama yang saling menguntungkan, pihaknya berusaha mendekatkan emosional dengan pelanggan (kalangan partai). Jika pelanggan melakukan pemesanan dalam jumlah besar, pihaknya memberikan harga diskon. Sayangnya, keterbatasan alat yang dimiliki WalAshri untuk pemesan dalam jumlah besar, membuat pihaknya harus melakukan kerja sama dengan percetakan luar daerah. ‘’Kadang ada pemesanan yang minta diselesaikan dalam sehari dan dalam jumlah besar, terpaksa kita kirim ke Surabaya.’’

Baik Hendra maupun pengelola WalAshri, tidak membantah jika masih banyak pesanan cetak dilakukan di luar daerah. Tentunya kondisi ini lebih menguntungkan daerah lain. Kegiatan ekonomi yang tadinya akan berputar di Mataram (NTB), namun karena ketidaktahuan dan keterbatasan alat produksi, harus dialihkan ke daerah lain. (joe)

Comments

Leave a Reply