Kantor Polsek Sengkol Dirusak Massa, Tiga Senpi dan Proyektil Hilang

May 26, 2008 · Filed Under Kriminal 

Praya (Suara NTB) Ratusan warga yang diduga berasal dari salah satu desa di Lombok Tengah (Loteng), Sabtu (24/5) siang mengamuk dan menyerbu Kantor Polsek Sengkol, Pujut. Akibatnya, sejumlah inventaris polsek tersebut hancur berantakan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun tiga senjata api (senpi) laras panjang, hilang bersama sejumlah protektil peluru.

Keterangan yang diperoleh Suara NTB di lokasi kejadian menyebutkan, masa yang tampak beringas mulai berdatangan sekitar pukul 13.30 wita. Tanpa basa-basi, massa yang kebanyakan dari kalangan pemuda langsung merangsek masuk ke dalam kantor. Petugas jaga yang hanya empat orang, tidak mampu membendung massa. Takut keselamatanya terancam, keempat personil tersebut lantas kabur menyelamatkan diri.

Sementara massa yang sudah berhasil masuk, langsung merusak barang inventaris yang ditemuai. Seperti kaca jendela serta lemari kantor pun jadi sasaran kemarahan. Ruang Kapolsek Sengkol, AKP M. Reza, juga tak luput dari sasaran pengerusakan. Berikut arsip dan dokumen kepolisian lainya juga ikut dirusak. Beberapa personel polsek setempat yang datang belakangan, akhirnya berhasil mengusir massa. Namun kondisi polsek yang baru diresmikan beberapa bulan lalu tersebut sudah terlanjur berantakan.

Berselang setengah jam kemudian, pasukan bantuan dari Polres Loteng datang. Namun kondisi Kantor Polsek Sengkol sudah memprihatinkan. Hampir seluruh kaca jendela hancur. Pecahan kaca pun tampak berserakan di lantai. Beruntung beberapa inventaris seperti TV, komputer serta beberapa barang lainnya, tidak dirusak massa. Tapi apes, tiga senpi laras panjang bersama beberapa peluru diketahui hilang. Belum dipastikan, apakah senpi tersebut hilang dibawa massa atau memang diamankan oleh anggota Polsek setempat.

Begitu tambahan pasukan dating, kondisi polsek kembali terkendali. Kejadian itu, tidak luput dari perhatian masyarakat sekitar. Warga terlihat berjubel menonton dengan diselimuti rasa penasaran. Puluhan anggota polisi, terlihat sibuk membersihkan pecahan kaca dan merapikan kembali inventaris polsek yang berantakan. Tidak lama kemudian, Kades Sengkol, L. Tanauri bersama Camat Pujut, L. Normal Suzanna tiba di lokasi.

Sampai saat ini, pihak kepolisian belum mengetahui secara pasti motif penyerangan tersebut. Tapi informasinya, massa dari salah satud esa itu dating karena dendam setelah seorang warganya dikabarkan ditembak mati oleh anggota Buser Polres Loteng, beberapa jam sebelum kejadian.

‘’Apapun alasanya, kejadian ini sangat disayangkan dan tidak dibenarkan. Saya tidak habis pikir mengapa Kantor Polsek yang tidak bersalah, justru jadi sasaran,’’ sesal Camat Pujut, L. Normal Suzanna, seraya mengakui tidak tahu menahu sebab dan detail kejadian itu. Ia berharap pihak kepolisian bisa segera memproses kasus tersebut dan sesegera mungkin mengungkap para pelaku sebenarnya.

Tembak DPO

Sementara itu, Kapolres Loteng, AKBP Drs. Suryanto, melalui Kasat Reskrim, AKP Fedriansah, mengakui dugaan awal kejadian itu erat hubungan dengan kasus penembakan Jaelani (28) warga Desa Ketare. Dituturkannya, penembakan berlangsung sekitar pukul 11.00 wita, Sabtu (24/5). Jaelani merupakan daftar pencarian orang (DPO) atas keterlibatanya sebagai pelaku sejumlah kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas) dan curanmor di wilayah Loteng. Tak hanya itu, ia juga diketahui sebagai DPO Polres Mataram dalam kasus serupa.

Hingga sejumlah anggota Buser Polres Loteng, berhasil menciduknya di Dusun Tompaq Desa Tanak Awu. Tapi saat akan diciduk, ia berusaha kabur dari sergapan buser. Tidak ingin buruannya hilang, polisi akhirnya menembak kedua belah kaki Jaelani, hingga tersungkur dan langsung dibawa ke RSUD Praya.

‘’Ada indikasi sejumlah teman pelaku kemudian memprovokasi warga lainnya. Dengan menyatakan kalau korban (Jaelani-red) tewas tertembak oleh polisi. Padahal tidak, hanya dilumpuhkan dan terkena tembakan di kaki. Atas dasar itulah warga kemudian marah dan merusak Kantor Polsek Sengkol,’’ tuturnya.

Saat ini lanjut mantan Kasat Reskrim Polres Dompu ini, kasus tersebut terus diselidiki lebih dalam. Termasuk terkait hilangnya sejumlah senpi polsek setempat. Sejumlah pelaku pengerusakan juga sudah berhasil diidentifikasi. Kebanyakan dari para pelaku, adalah teman-teman Jaelani. ‘’Kita berharap para tokoh masyarakat dan agama setempat bisa memberi pemahaman kepada masyarakat. Bagi para pelaku pengerusakan, kita juga minta untuk segera menyerahkan diri,’’ harapnya. (kir)

Comments

Leave a Reply