Pemerintah Tambah Anggaran Air di NTB Jadi Rp65 Miliar

June 3, 2008 · Filed Under SDA 
Kapanlagi.com - Pemerintah pusat meningkatkan anggaran pembangunan infrastruktur air bersih di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Rp27 miliar tahun anggaran 2007 menjadi Rp65 miliar tahun anggaran 2008.

Ada peningkatan anggaran infrastruktur air bersih untuk NTB yang cukup signifikan dalam dua tahun terakhir ini, kata Asisten Pelaksana Paket Kinerja (PK) Proyek Air Minum (PAM), Subdin Cipta Karya, Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) NTB, Lalu Harta, ST, di Mataram, Jumat (30/5).

Ia mengatakan, anggaran pembangunan infrastruktur air bersih untuk NTB yang bersumber dari APBN pada pos anggaran Dirjen Cipta Karya tahun anggaran 2006 hanya Rp17 miliar.

Dana tersebut dipergunakan untuk pembangunan jaringan air bersih di sejumlah lokasi di Pulau Lombok dan Sumbawa. Sebagian berbentuk proyek pengadaan perpipaan, sebagian lagi berupa proyek penataan sumber air bersih.

Pemerintah meningkatkan anggaran infrastruktur air bersih untuk NTB menjadi Rp27 miliar tahun anggaran 2007 sehingga makin banyak jaringan air bersih yang terbangun.

“Proyek perpipaan senilai enam miliar rupiah dari pagu dana Rp12 miliar yang dikerjakan PT Rusli Pinilon Sakti selaku produsen pipa air bersih di Jakarta, masing-masing empat lokasi di Pulau Lombok dan dua lokasi di Pulau Sumbawa, merupakan bagian dari dana Rp27 miliar itu,” ujarnya.

Lalu Harta mengatakan, pemerintah telah berkomitmen untuk terus meningkatkan pembangunan infrastruktur air bersih di berbagai daerah agar pada 2010 semua daerah sudah menikmati air bersih dalam jumlah yang memadai.

Karena itu, dana yang dialokasikan untuk NTB tahun anggaran 2008 cukup besar mencapai Rp65 miliar untuk sejumlah paket proyek di dua pulau besar yakni Lombok dan Sumbawa.

Dana sebesar Rp22 miliar di antaranya, dialokasikan khusus untuk proyek jaringan air bersih sepanjang 29 kilometer guna mendukung kawasan Bandara Internasional Lombok (BIL) di Tanah Awu, Kecamatan Penujak, Kabupaten Lombok Tengah.

Proyek air bersih puluhan miliar itu juga untuk mendukung proses investasi asing PT Emaar Properties LCD (BUMN Dubai) di bidang pariwisata di Lombok Tengah, senilai 600-700 juta dolar AS atau sekitar enam triliun rupiah.

“Kini dalam tahapan tender dan PT Metro Lestari Indah menawarkan pekerjaan itu dengan nilai Rp21,7 miliar. Sumber air bersih untuk proyek itu berada di mata air Penujak,” ujarnya.

Selain itu, Satker Air Bersih Subdin Cipta Karya, Dinas Kimpraswil NTB juga merencanakan pembangunan infrastruktur air bersih untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di sekitar kawasan BIL dengan memanfaatkan mata air Tibu Nangklok, Desa Aibrik, Kecamatan Batu Kliang Utara, Lombok Tengah.

Debit air di mata air Tibu Nangklok mencapai 300 liter/detik, namun yang akan segera dimanfaatkan hanya 120 liter/detik.Selebihnya untuk cadangan air bersih di masa mendatang.

“Nantinya infrastruktur air bersih itu akan dikelola PDAM setempat dan kelompok masyarakat. Bahkan, ada rencana untuk membentuk Badan Layanan Umum (BLU) agar pengelolaannya menggunakan manajemen profesional,” ujarnya. (*/lin)

Comments

Leave a Reply