Penyeberangan Bali-Lombok Berbahaya

June 9, 2008 · Filed Under Transportasi 

MATARAM, KOMPAS - Cuaca buruk berupa hujan dan angin kencang serta gelombang tinggi sejak beberapa hari terakhir mengancam keselamatan tranportasi laut di wilayah perairan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Seksi (Kasi) Kesatuan Pengamanan Laut dan Pantai (KPLP)/Syahbandar Pelabuhan Lembar, Taher di Mataram, Rabu melaporkan cuaca di perairan laut Lembar (NTB) - Padangbai (Bali) tidak bersahabat.

Cuaca buruk tersebut, Selasa (12/2) sempat mengganggu jadwal penyeberangan, dari 17 trip sehari hanya dua kapal yang bisa tembus sampai di Pandangbai, selebihnya tidak berangkat dan ada yang terpaksa kembali, karena gelombang tinggi mencapai 0,5 sampai 3,5 meter.

Dua kapal penyeberangan, yakni Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Marina Sigunda dan KMP Marina Primera yang menyeberang dari Lembar menuju Padangbai terpaksa kembali setelah sempat berlayar beberapa jam, karena angin kencang dan gelombang tinggi yang mengancam keselamatan pelayaran.

“Sehubungan dengan cuaca buruk sejak beberapa hari terakhir seluruh kapal penyeberangan diimbau tetap waspada guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Akibat cuaca buruk, beberapa hari sebelumnya sebuah kapal pengangkut semen dari Surabaya tujuan Nusa Tenggara Timur (NTT) tenggelam di perairan laut Lombok Barat bagian Utara.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Selaparang Mataram, Drs AA GD Trikumara, S mengatakan, hasil analisa data, kondisi fisis dan dinamika atmosfer serta pantauan foto satelit “Tropical Low” dan pusat-pusat tekanan rencah masih aktif berkisar antara 994 - 998 hPa.

Daerah pertemuan angin atau konvergensi zone di sepanjang Jawa hingga Nusa Tenggara menyebabkan cuaca di NTB umumnya berawan dan hujan.

“Perlu diwaspadai terjadinya angin kencang berupa ’Gusty’  yakni peningkatan kecepatan angin yang signifikan secara tiba-tiba dan berdampak pada peningkatan gelombang tinggi di NTB,” ujarnya.

Berdasarkan data di Lombok, kecepatan angin maksimal mencapai 40 km/jam, sementara di Sumbawa dan Bima 35 km/jam. Tinggi gelombang di Lombok antara 0,5 - 3,5 meter, di Sumbawa dan Bima antara 0,5 - 3,0 meter.

Ia mengatakan, prakiraan cuaca tersebut sudah disampaikan ke pihak penerbangan maupun pelayaran/penyeberangan secara rutin setiap hari untuk dijadikan acuan dalam melaksanakan pelayaran atau penerbangan. (ANT)

Comments

Leave a Reply