Abaikan Siswa Miskin, Dewan Datangi Dinas Pendidikan Kota Mataram

June 10, 2008 · Filed Under Pendidikan 
Mataram (Suara NTB)
Anggota Fraksi PDI-P DPRD Kota Mataram, Ir. Made Slamet, MM., dan juga Nyayu Ernawati, S.Sos., Senin (9/6) siang kemarin, mendatangi Dinas Pedidikan Kota Mataram. Kedatangan unsur Pimpinan DPRD Kota Mataram dan anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, guna meminta penjelasan terkait nasib pendidikan anak-anak pesisir yang terkesan makin terpinggirkan karena masih adanya pungutan kepada siswa miskin.

Kedatangan anggota Dewan itu diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. HL. Syafi’i, MM., didampingi Kasubdin Dikdas, Kepala SMK 3 Mataram, Kepala SMP 3 Mataram serta Kepala SDN 1 Ampenan. Menurut Made, pendidikan gratis memang tidak memungkinkan. ‘’Tapi kita terapkan subsidi silang dan itu harus digalakan,’’ cetusnya sambil menambahkan bahwa pihaknya sangat prihatin dengan peristiwa yang menimpa siswa anak nelayan yang sebagian besar bersekolah di SMP 3 Mataram.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. HL. Syafi’i, MM., sangat menyesalkan kejadian itu. Katanya, sekecil apapun kejadian yang menimpa siswa, adalah tanggung jawab bersama. Ia tak menampik bahwa pungutan kepada siswa miskin merupakan suatu tamparan bagi dunia pendidikan di Mataram yang memang menerapkan kebijakan membebaskan segala bentuk pungutan bagi siswa miskin. ‘’Menjelang ujian semester, ada saja ekses-ekses yang timbul,’’ ujarnya.

Untuk kejadian yang menimpa puluhan anak pesisir yang bersekolah di SMP 3 Mataram, ditegaskan Syafi,i, tidak pernah ada perintah dari dirinya selau kepala dinas untuk menarik iuran kepada siswa miskin. Apalagi iuran itu menjadi syarat untuk mengikuti ulangan maupun ujian. ‘’Kalau ada yang demikian, berarti itu suatu bentuk pelanggaran. Kurang mendidik kalau itu dijadikan syarat dan itu jelas-jelas tidak ditembuskan kepada kepala dinas,’’ ujarnya. Yang pasti, demikian syafi’i, dalam bentuk apapun, siswa miskin tidak boleh dibebankan.

Pemkot Mataram juga telah menerapkan kebijakan, untuk sekolah yang siswanya miskin di atas 50 persen, diberi subsidi khusus agar mampu mengimbangi sekolah lainnya yang berada di tengah kota. ‘’Bagaimana mau kejar mutu, kalau sarananya saja tidak sama,’’ katanya.

Ditempat yang sama, Kepala SMP 3 Mataram, Paat, S.Pd., mengaku khilaf atas dicantumkannya kalimat bahwa daftar tunggakan siswa harus dilunasi karena merupakan persyarakat untuk mendapatkan nomor peserta. Dijelaskan Paat, dari total jumlah siswa di SMP 3 Mataram, 800 orang, 565 siswa diantaranya adalah siswa miskin. Kebijakan dengan alas an yang dikemukakan Paat, nampaknya berseberangan. Menurut dia, anak harus tetap bahagia dan masalah pembayaran, adalah tanggung jawab orang tua.

Nyayu Ernawati meminta agar siswa yang memiliki kartu miskin dibebaskan dari segala macam iuran. Termasuk yang taguhannya telah dikirimkan pihak sekolah kepada orang tua siswa melalui siswa bersangkutan. Itu disetujui kepala dinas dan memerintahkan Kepala SMP 3 Mataram segera mengundang orang tua siswa dan mensosialisasikan keputusan tersebut. (fit)

Comments

2 Responses to “Abaikan Siswa Miskin, Dewan Datangi Dinas Pendidikan Kota Mataram”

  1. Fahrurrozi on July 17th, 2008 7:07 pm

    Ada banyak berita yang ada pada website Radio Global FM Lombok, http://www.globalfmlombok.com, yang dikemas secara cepat.

    sasak.org bisa saja menampilkan berita - berita tersebut. Tapi, kami minta agar logo Radio Global FM Lombok juga bisa dicantumkan menjadi patner di webnya sasak.org dan sebaliknya web sasak.org bisa kami cantumkan di web kami.

    Lebih jelasnya, bisa kita ketemu di Radio Global FM Lombok. Thanks.

  2. Fahrurrozi on July 17th, 2008 7:14 pm

    Terkadang saya heran dengan tipe pemimpin. Benar saat ini terjadi krisis kepercayaan. Itu juga menghinggapi saya.

    Kemarin pejabat di Kota Mataram akan memecat setiap kepala sekolah yang diketemukan memungut biaya PSB dengan satu catatan ada bukti. Setelah diperlihatkan bukti, malah pejabat itu membela sang kepala sekolah.

    kasian orang miskin pak,,jabatan itu adalah amanah. apa yang akan anda jawab nanti saat ditanya sang Khalik..??? Anda jangan menghardik anak yatim. Anda juga jangan memebela yang salah.

    Tolong menolonglah dalam kebaikan bukan kejahatan. key……….

Leave a Reply