Tembakau Virginia Diharapkan Jadi Nomor Dua di Dunia
“Kalau sekarang kualitas tembakau virginia Lombok nomor tiga di dunia setelah Brazil dan Amerika Serikat, maka ke depan harus diupayakan agar bisa menjadi nomor dua di dunia,” katanya ketika berdialog dengan petani tembakau virginia di Lombok Timur, Kamis (12/6).
Wapres mengatakan, kalau budidaya tembakau virginia Lombok ini ditingkatkan dan penanganan pasca panen lebih baik, maka tidak mustahil bisa menjadi nomor dua di dunia, ini tentu tidak terlepas dari pembinaan pengusaha tembakau yang menjadi mitra petani.
Wapres berjanji membantu petani tembakau virginia Lombok mengatasi kesulitan bahan bakar oven tembakau yang sekarang ini menghadapi persoalan mahalnya bahan bakar sehubungan dengan dicabutnya subsidi BBM, antara lain dengan memberikan bantuan dana untuk memodifikasi oven agar bisa menggunakan batubara.
“Dana untuk memodifikasi oven tersebut harus ditanggung bersama oleh pengusaha tembakau, petani dan pemerintah masing-masing sepertiga, tidak bisa kalau hanya dibebankan kepada pemerintah.” katanya didampingi Menteri Pertanian, Anton Apriantono.
Untuk memodifikasi oven tembakau virginia tersebut dibutuhkan biaya sebesar 10 juta per unit atau Rp135 miliar hingga 140 miliar untuk 13.509 unit oven.
Pada dialog yang dipandu Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Serinata, Wapres mengatakan, agar tidak menimbulkan masalah bahan bakar, maka modifikasi oven tembakau ini harus segera dilakukan dan kalau bisa diselesaikan dalam waktu setahun ini.
Wapres meminta modifikasi oven tembakau bisa diselesaikan dalam waktu setahun, sehingga pada musim panen 2009 seluruh oven tembakau virginia di Lombok bisa menggunakan bahan bakar batubara.
Selain itu, Wapres juga minta para pengusaha mencari distributor batubara agar setelah pengerjaan oven rampung bisa langsung digunakan.
Sementara itu, Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Serinata mengatakan, potensi lahan untuk pengembangan tembakau virginia di Lombok mencapai 58.516 hektare, terluas di Lombok Timur mencapai 29.154 ha, Lombok Tengah 19.263 ha dan Lombok Barat 109.098 ha.
Pada musim tanam 2008 direncanakan pengembangan tembakau virginia seluas 22.019 ha dengan target produksi 45.534 ton dengan masa produksi selama lima bulan yang melibatkan 23.000 orang petani dan menyerap 154.000 orang tenaga kerja.
Menurut Serinata, jumlah oven tembakau virginia di Lombok tercatat 13.509 unit dengan jumlah pemilik oven 8.346 petani dengan kebutuhan BBM sebanyak 35.000 liter per tahun, namun Bahan Bakar Minyak Tanah (BBMT) yang tersedia hanya 27.000 kilo liter (KL), sehingga masih kurang 8.000 KL.
Karena itu, para petani dalam kesempatan dialog dengan Wapres minta agar bisa dibantu kekurangan bahan bakar untuk oven tembakau tersebut dan ini merupakan yang terakhir penggunaan BBMT, karena pada musim panen 2009 nanti seluruhnya oven menggunakan batubara. (kpl/rif)
Comments
Leave a Reply






