Wabah Diare Serang Warga Montong Gading

June 24, 2008 · Filed Under Kesehatan 
Selong (Suara NTB)
Wabah diare menyerang seluruh desa di wilayah Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur (Lotim). Sedikitnya seorang tewas dan lebih dari 170 orang dirawat di tiga puskesmas, masing-masing Puskesmas Montong Gading, Puskesmas Kotaraja dan Puskesmas Terara.

Keterangan yang diperoleh Suara NTB di Montong Gading, Kamis (19/6) kemarin menyebutkan, serangan wabah tersebut tampak mulai 1 Juni 2008 lalu, saat dua orang penderita masuk ke Puskesmas Montong Gading. Namun memasuki hari ke enam para penderita makin banyak, bisa sampai 20 penderita datang ke puskesmas per hari. Kasus tersebut kemudian ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Menurut Kepala Puskesmas Montong Gading, Drg. Muhammad Zamroni, saat penderita makin banyak berdatangan, termasuk salah seorang pasien bernama Nursani berusia 2,8 tahun. ‘’Balita datang sudah sangat payah,’’ kata Zamroni. Dari hasil pemeriksaan menunjukkan, pasien tersebut menderita gizi buruk yang cukup parah. Dengan komplikasi diare yang cukup serius itulah yang menyebabkan tubuh ringkih tersebut mengembuskan nafas terakhir setelah satu jam dirawat.

Berdasarkan pemantauan Suara NTB, ratusan pasien diare dirawat di dalam tenda yang disiapkan Pemkab Lotim, sedang seluruh lorong dan ruang perawatan di Puskesmas Montong Gading tersebut penuh. Beberapa pasien terpaksa harus dirawat di puskesmas terdekat, seperti halnya di Puskesmas Kotaraja dan Puskesmas Terara. ‘’Sekitar 80 persen penderita memiliki perilaku hidup yang masih jauh dari syarat-syarat kesehatan,’’ kata Zamroni.

Penduduk di empat desa asal wabah tersebut, kesehariannya di lapangan menggunakan air sungai untuk keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK) termasuk mencuci peralatan dapur. ‘’Mereka enggan memasak air sebelum diminum,’’ ujarnya. Saat kaporisasi yang dilakukan oleh pihak Dikes Lotim terhadap sumber air yang dimanfaatkan penduduk sembari melakukan sosialisasi di tengah warga, sumber air yang telah dikaporisasi tersebut malah enggan dikonsumsi penduduk. ‘’Rasa air minumnya jadi berubah kalau diberikan kaporit,’’ kata penduduk, sehingga warga mencari sumber air baru untuk dikonsumsi.

Padahal sumber air baru yang diperoleh pun telah terkontaminasi. ‘’Meski demikian kami tetap mengimbau agar penduduk mengkonsumsi air dari sumber yang telah dikaporisasi,’’ kata Zamroni. Sedang sumber air yang lainnya diterapkan larangan sementara untuk dikonsumsi. Soal penderita lebih banyak anak-anak dan balita, menurut Zamroni, hal itu lantaran tingkat kekebalan tubuh anak-anak masih lebih lemah dibandingkan remaja dan orang dewasa. KLB tersebut diprediksi berangsur-angsur makin berkurang dan akan kembali normal hingga akhir bulan ini. (038)

Comments

One Response to “Wabah Diare Serang Warga Montong Gading”

  1. ALI on June 25th, 2008 1:37 pm

    tolong dong tampilkan foto lain

Leave a Reply