Melamban, Pertumbuhan Ekonomi NTB
Demikian dikemukakan Peneiliti Ekonomi Muda Senior Kantor Bank Indonesia (KBI) Mataram, Budi Widihartanto, Kamis (10/7) kemarin. Prediksi lambannya pertumbuhan ekonomi ini lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi tahun 2007 periode triwulan yang sama atau year on year (yoy), sebesar 4,83 persen. Di mana sektor yang menjadi andalan saat ini, masih bertumpu di sektor perdagangan, pertambangan, serta perdagangan, hotel dan restoran.
Kendati masing-masing sektor mengalami peningkatan, namun Budi menyebutkan peningaktannya tidaklah signifikan. Berdasarkan perbandingan yoy sektor pertanian, diperkirakan akan ada di atas 2,7 persen, pertambangan sedikit meningkat sebesar 0,2 persen dan PHR sebesar 3 persen.
Secara makro, pelambatan ke tiga sektor ini dijelaskan mengacu pada kondisi yang berlaku. Di sektor pertanian, salah satu penyebabnya adalah belum berjalannya sistem irigasi secara maksimal, termasuk ditandai juga dengan kondisi kekeringan yang melanda beberapa daerah.
Di sektor pertambangan, belum definitifnya izin pinjam pakai lahan oleh pemda di mana PT. Newmont Nusa Tenggara beroperasi, mengindikasikan pergerakan bidang pertambangan stagnan. Penambangan oleh NNT saat ini hanya mengandalkan sisa stockfile material tambang dengan kualitas subprime.
‘’Bahkan ada kemungkinan pengurangan tenaga kerja karena tersendatnya ekspansi.’’ Sebaliknya perdagangan, masih harus berhadapan dengan gejolak ekonomi dunia di mana kenaikan minyak mentah dunia dan kenaikan BBM dalam negeri.
‘’Lambatnya pertumbuhan ekonomi juga tercermin dari survai kegiatan dunia usaha (SKDU). Beberapa responden menyebutkan kendati produksi meningkat tetapi tidak setinggi tahun lalu (2007). Bahkan diperkirakan pada triwulan tiga yang akan datang, pertanian akan sedikit meningkat,’’ ujar Budi mengacu pada SKDU yang dilakukan KBI Mataram.
Comments
Leave a Reply






