Bajang-Badrul, Gubernur/Wagub NTB Terpilih

July 15, 2008 · Filed Under Pilkada NTB 
Mataram (Suara NTB) Pasangan Tuan Guru Bajang KH. M. Zainul Majdi, MA dan Ir. H. Badrul Munir, MM, (BARU) resmi ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2008-2013. Keduanya tampil secara meyakinkan sebagai pemenang pilkada dengan keunggulan suara yang signifikan atas tiga pasangan calon lainnya.

Penetapan pemenang Pilkada NTB itu dilakukan dalam rapat pleno terbuka KPUD NTB yang digelar di Hotel Grand Legi, Mataram, Senin (14/7) kemarin. Hasil rekapitulasi suara dari sembilan kabupaten/kota di NTB menyatakan pasangan BARU meraup suara 874.976 dari total 2.182.893 suara sah yang terkumpul.

Perolehan suara yang diraih pasangan BARU ini terpaut cukup jauh dengan pasangan Drs. H. L. Serinata dan H. M. Husni Djibril, B.Sc (SERIUS) di urutan kedua yang meraih 576.123 suara.

Di urutan ketiga, ada pasangan Dr. Zaini Arony, M.Pd dan Nurdin Ranggabarani, SH, MH (ZANUR) yang memperoleh 387.875 suara. Sementara, pasangan Ir. Nanang Samodra, KA, M.Sc dan M. Jabir, SH (NAJAR) yang meraih 370.919 suara berada di urutan keempat.

Dengan perolehan suara yang melebihi 30 persen, maka pasangan BARU berhak ditetapkan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB terpilih untuk lima tahun mendatang.

Keputusan tersebut dituangkan dalam berita acara Rapat Pleno dan Surat Keputusan KPUD NTB nomor 64 tahun 2008 tentang penetapan pasangan calon terpilih Gubernur dan Wakil Gubernur NTB masa jabatan 2008-2013, tertanggal 14 Juli 2008 yang ditandatangani oleh Ketua dan Anggota KPUD NTB serta saksi-saksi.

Sayangnya, penetapan pasangan calon terpilih hanya dihadiri oleh dua saksi yaitu Johan Rosihan dari pihak BARU dan Dra. Hj. Wartiah, M.Pd dari pasangan ZANUR. Saksi dari pasangan SERIUS dan NAJAR tak menghadiri rapat pleno tersebut.

Dari hasil penghitungan suara Pilkada NTB, diperoleh adanya 69.210 suara tidak sah. Ditambah dengan suara tidak sah tersebut, total pemilih Pilkada NTB seluruhnya mencapai 2.252.103 pemilih dari 3.004.902 pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Jumlah masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya alias golput mencapai 752.799 atau sekitar 25 persen dari total pemilih di DPT.

Anggota KPUD NTB dari Divisi Pemungutan Suara dan Penetapan Hasil Pemilu, H. Mahsan, SH, MH, mengaku puas dengan rendahnya angka golput tersebut. Ia menilai, partisipasi pemilih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan pilkada di propinsi lain di mana angka golput hampir mendekati setengah dari total pemilih.

Meski sempat dikhawatirkan akan terganggu dengan munculnya aksi penolakan dari pasangan calon lainnya, namun pleno berlangsung lancar sejak dimulai hingga selesainya proses penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB terpilih.

Kelancaran dan keamanan penyelenggaraan rapat pleno ini juga ditunjang oleh upaya pengamanan maksimal yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Menurut Kapolres Mataram, AKBP Drs.Triyono, BP, pihaknya menerjunkan ratusan personel gabungan untuk mengamankan jalannya kegiatan tersebut.

Pengamanan tidak hanya menerjunkan ratusan personel, aparat Kepolisian juga melengkapi pengamanan dengan menurunkan kendaraan taktis (rantis) dengan perlengkapan penuh. (aan)

Comments

Leave a Reply