Hadapi Gugatan, KPUD Optimis Menang
——————————————————————————–
INFORMASI yang diterima Suara NTB dari anggota KPUD NTB, Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si, Kamis (17/7) kemarin menyatakan pasangan Cagub/Cawagub NTB, Drs. H. L. Serinata dan H. M. Husni Djibril, B.Sc (SERIUS) telah mengajukan gugatan ke PT Mataram, di hari terakhir penyampaian keberatan yang jatuh Kamis kemarin.
Menghadapi gugatan tersebut, KPUD NTB kini menunggu panggilan formal dari Mahkamah Agung. ‘’Sebagai tergugat, ya kita tunggu panggilan formal dari Mahkamah Agung. Mendaftarnya di sana (Pengadilan Tinggi Mataram), sidangnya di MA nanti,’’ ujar Fauzan.
Menghadapi gugatan tersebut, KPUD NTB juga telah menyiapkan pengacara jauh-jauh hari sebelumnya, yaitu Akmaluddin, SH dari SANAK. Fauzan menegaskan pihaknya optimis akan memenangkan gugatan terkait hasil penetapan pemenang Pilkada NTB ini. ‘’KPUD harus yakin dengan apa yang ditetapkan, jadi kita optimislah,’’ tegasnya.
Optimisme KPUD NTB bukannya tanpa alasan. Selain jarak perolehan suara antara pasangan calon pemenang pilkada dengan pasangan di peringkat perolehan suara kedua yang terlampau jauh (mencapai 271.000 suara lebih), KPUD NTB juga merasa selama ini pihaknya telah menjalankan proses penyelenggaraan pilkada sesuai dengan aturan.
Fauzan juga sempat memberikan tanggapan terkait adanya klaim dari pendukung salah satu pasangan calon yang mengatakan terdapat jutaan pemilih yang berhak memilih namun tak dimasukkan namanya dalam DPT. Ia menjelaskan, total pemilih Pilkada NTB seluruhnya mencapai 2.252.103 pemilih dari 3.004.902 pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Sementara, jumlah masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya alias golput mencapai 752.799 atau sekitar 25 persen dari total pemilih di DPT. Karenanya, Fauzan tak sependapat dengan klaim adanya jutaan pemilih yang berhak memilih namun tak dimasukkan namanya dalam DPT. Pasalnya, jumlah penduduk NTB saat ini mencapai 4,2 juta jiwa. ‘’Kalau ada pendapat seperti itu, berarti semua masyarakat NTB berhak memilih dong,’’ ujarnya.
Meski optimis memenangkan gugatan ini, namun Fauzan mengakui pihaknya belum melihat apa materi gugatan yang diajukan oleh penggugat. Menghadapi keluarnya keputusan MA nanti, Fauzan menegaskan pihaknya akan tetap mengedepankan prinsip taat hukum. Karenanya, apapun hasil keputusan MA nanti, KPUD NTB akan menerimanya.
Namun, adanya gugatan yang disampaikan oleh pihak SERIUS ini sempat simpang siur. Informasi awal yang diterima Suara NTB mnengatakan gugatan telah dilayangkan ke PT. Mataram. Namun, Ketua Bakumham DPD Partai Golkar NTB, IGB. Harnaya, SH yang dihubungi Kamis malam kemarin malah menyangkal pihaknya telah melayangkan gugatan ke MA melalui PT. Mataram. ‘’Belum, kita baru mau membahas itu,’’ ujar Harnaya.
Sementara, Cagub NTB, Drs. H. L. Serinata yang dimintai tanggapannya mengenai hasil Pilkada NTB, usai menghadiri rapat paripurna di DPRD NTB Kamis kemarin juga menolak memberikan komentar apapun. ‘’Apanya yang perlu dikomentari. Tanggapan saya, No Coment,’’ ujar Serinata sembari berlalu. (aan)
Comments
7 Responses to “Hadapi Gugatan, KPUD Optimis Menang”
Leave a Reply







untuk rakyat NTB mari kita bisa menerima kekalahan.kadang2 kita itu tak selamnya di atas dan tak selamanya di bawah,maka untuk itu kita harus menyadari apa yang kita buat itu udah brmanfaat atau tidak dan bagus g’ kepada semua masyarakt
MAJU TERUS KPUD JANGAN TAKUT MENGHADAPI ORANG-ORANG KALAH, PARA PETUALANG YANG HAUS KEKUASAAN.
Kepada yang menang semoga tidak terlalu bersenang-senang dan berpesta di atas kekecewaan pihak yang kalah dan yang kalah dapat menerima dengan kebesaran hati tanpa mencari-cari alasan memperburuk suasana.
Sejatinya tidak ada pihak tim sukses cagub yang sepenuhnya 100% bersih dan bebas dari pelanggaran pilkada baik yang besar dan kecil. Semuanya pasti memiliki catatan negatif, dan ini menjadi masalah yang begitu besar ketika calon yang diusung dengan optimisme tinggi dan dana besar kalah.
Tim sukses calon incumbent yang jelas memiliki dana kampanye besar termasuk dana untuk partai2 pendukung koalisi.
Sangat mungkin ketidak-ihlasan bahwa dana yang begitu besar membuahkan hasil sangat mengecewakan ini yang memicu protes. Tapi rakyat NTB sudah memilih, maka tolong hormati pilihan itu!
Arooo… saq kalah, ngalah wah meton… kembeq susah2 laloq pete jabatan, coba bebisnis isiq kepengde saq wah lueq, kan aman hidupde…
Boss… ngaku kalah aja dech….
padahal dah jauh beda perolehannya sama yang menang….
bagi yg kalah sebaiknya introspeksi diri, jangan mencari-cari kesalahan. carilah kesalahan diri sendiri, itu lebih arif.
Mulene sajak meta gare gare doang sak kalah tie
Jadilah kalah yg bermartabat, jangan menjadi kalah yang tercela. Kalah, tercela lagi, waaah itu namanya kalah murakkab .