Festival Senggigi, Belum Mampu Memberi Kontribusi pada Pariwisata Lobar
——————————
KURANGNYA porsi kesenian lokal yang ditampilkan dalam Festival Senggigi ke 8 pada pembukaannya berlangsung Sabtu (19/7) lalu mendapat kritik dari beberapa pelaku pariwisata. Menurut mereka, pemerintah masih setengah hati dalam mengemas kesenin daerah Lobar termasuk NTB menjadi maskot untuk menghibur wisatawan. Alhasil, minat para wisatawan pun yang berkunjung ke Lombok berkurang. Artinya keberadaan Festival Senggigi dalam kurun waktu delapan kali pagelarannya belum bisa menggaet wisatawan secara maksimal.
Direktur PT. Lombok Kutampi Tour and Travel I Nyoman Oka Jelantik mengatakan, dampak pelaksanaan Festival Senggigi sampai sejauh ini belum bisa memberikan kontribusi bagi dunia pariwisata Lobar. Bahkan menurutnya, kedatangan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara ke Lombok pada Juni ini bukanlah untuk menyaksikan Festival Senggigi melainkan menikmati musim liburan. ‘’Kedatangan wisatawan ke Lombok ini lebih dikarenakan mereka sedang liburan. Pada juni-juli ini di daratan Eropa sedang libur,’’ ungkapnya.
Rendahnya minas wisatawan datang ke Lombok untuk menyaksikan Festival Senggigi, salah satu faktornya kurang dikembangkannya kesenian serta kerajinan Lombok untuk menunjang pariwisata. ‘’Kita tidak bisa menutup mata dari pelaksanaan Festival Senggigi dari tahun ke tahun, kesenian yng ditampilkan masih itu-itu saja. Bahkan terkesan menurun karena kurang dikemas dengan maksimal pihak pemerintah,’’ kritiknya.
Khusus tentang pelaksanaan pembukaan Festival Senggigi yang dihadiri oleh Dirjen Pemasaran Depbudpar RI Dr. Sapta Nirwandar, Wakil Bupati Lobar H.M. Izzul Islam serta beberapa pejabat Pempropari Propinsi NTB dan Pemkab Lobar, Oka menyatakan bahwa kreasi seni yang disuguhkan terkesan biasa-biasa saja.
Karenanya, ia menyarankan, hendaknya dalam pelaksanaan festival seperti itu pemerintah Lobar mestinya sedikit meniru Pesta Kesenian Bali (PKB) yang berlangsung baru-baru ini. ;;Paling tidak, untuk menampilkan seni yang bisa dikagumi oleh wisatawan, para pelaku seni itu digembleng selama empat sampai enam bulan. Intinya, kualitas kesenian lokal belum begitu nampak dalam pelaksanaan Festival Senggigi kali ini,’’ cetusnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Lobar Drs. Tjok. Suthendra Rai M.M mengatakan, Festival Senggigi merupakan upaya untuk meningkatkan apresiasi budaya masyarakat. Disamping itu juga, Festival Senggigi juga sebagai wujud promosi pariwisata dan pertunjukan seni dan budaya yang digelar pada event tersebut.
Menurut Tjok, agar kemasan Festival Senggigi itu lebih menarik, tema acara pun tiap tahunnya selalu berbeda. Jika pada tahun lalu yakni Festival Senggigi ke 7 mengangkat tema tentang puncak-puncak budaya masyarakat yang beragam. Untuk tahun ini tema yang diambil adalah njenengan, yaitu prosesi penobatan atau pemberian gelar, di samping juga kolaborasi musik, tari, pawai serta parade.
Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Lobar H.M. Izzul Islam. Festival Senggigi ini diharapkan bisa menggerakkan perekonomian rakyat, khususnya masyarakat Lobar. Oleh karena itu, festival semacam ini juga harus digalakkan dan perlu ditingkatkan dengan dukungan dari masyarakat dan juga pelaku pariwisata. ‘’Kami berharap agar Festival Senggigi ini bisa menarik wisatawan sebanyak-banyaknya, agar tidak terkesan pariwisata Lobar masih jalan di tempat,’’ katanya.
Dirjen Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI, Dr. Sapta Nirwandar menambahkan, dengan keberadaan Festival Senggigi itu, konsep pariwisata Indonesia lebih bangkit. Oleh karena itu ia berharap agar Festival Senggigi tersebut tidak hanya menjadi milik Lobar semata, tetapi menjadi milik nasional untuk dijadikan kalender tahunan oleh pemerintah pusat. ‘’Kami sangat mendukung festival ini, tapi harus lebih ditingkatkan,’’ katanya. (smd)
Comments
2 Responses to “Festival Senggigi, Belum Mampu Memberi Kontribusi pada Pariwisata Lobar”
Leave a Reply







Pariwiata Lombok Barat sangat maju!!!!. Mau bukti, pejabatnya sering melancong ke luar negeri sebagai turis. Hmmmmmh, heubat!!!
sayang, festival senggigi waktunya sangat pendek dan promosinya kurang