Salah satu masalah utama produksi kentang di Indonesia adalah meluasnya serangan Nematoda Sista Kentang (NSK) (Potato Cysts Nematode = PCN) yang sedang mewabah di Pulau Jawa. Gejala serangan NSK belum ditemukan di Pulau Lombok NTB sehingga daerah ini berpotensi menjadi daerah aman untuk penanaman kentang bibit.

Salah satu masalah utama produksi kentang di Indonesia adalah meluasnya serangan Nematoda Sista Kentang (NSK) (Potato Cysts Nematode = PCN) yang sedang mewabah di Pulau Jawa. Gejala serangan NSK belum ditemukan di Pulau Lombok NTB sehingga daerah ini berpotensi menjadi daerah aman untuk penanaman kentang bibit. Oleh karena itu akan dilakukan survei yang akan menentukan apakah pulau Lombok betul-betul bebas dari Nematode Sista Kentang atau tidak.

Seandainya suatu sistem baru untuk pemasokan bibit dapat dikembangkan di Pulau Lombok, dan daerah ini terbukti bebas dari NSK, maka daerah ini dapat menjadi salah satu kawasan pemasok bibit utama bagi daerah lain di Indonesia.Untuk itu di Nusa Tenggara Barat dilakukan kegiatan “Optimasi Produktivitas Pola Tanam Kentang dan Kubis/Bawang (Optimising Productivity of the Potato/Brassica Cropping System” yang merupakan variasi dari proyek ACIAR. No CP/2005/167 yang telah dilakukan di Jawa Barat dan Jawa Tengah, didanai melalui Program Kemitraan Australia – Indonesia : Sumbangan ACIAR SADI. Sebagai tindak lanjut dari proyek kerjasama BPTP NTB dengan ACIAR SADI tersebut, maka pada tanggal 24-27 Juni 2008 dilaksanakan Training of Trainer (Pelatihan bagi para pelatih) guna mendukung proyek tersebut. Kegiatan ToT dilaksanakan di Aula Kantor BPTP NTB dan dilanjutkan dengan kegiatan lapangan di wilayah Sembalun, Lombok Timur. Kegiatan ini terfokus pada pengadopsian alat bantu dan teknologi yang dikembangkan melalui CP/2005/167 di Jawa Barat dan Jawa Tengah serta memperluas luaran tersebut untuk keperluan produksi dan produktivitas tanaman sayuran, terutama kentang, di Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan kerjasama ini akan berlangsung selama 2 tahun 4 bulan, dimulai dari 1 Maret 2008 dan akan berakhir 30 Juni 2010.Kegiatan optimasi ini akan diawali oleh survei pendasaran (baseline survey) untuk mengetahui teknologi pengelolaan yang telah berkembang dan peluang perbaikannya. Praktek-praktek pengelolaan tanaman yang baik dan menguntungkan akan diuji bersama dengan teknologi pengelolaan yang dihasilkan dari penelitian oleh Balitsa, BPTP dan mitra Australia. Teknologi tersebut akan diuji dengan menggunakan Sekolah Lapang Petani (SLP) sebagai forum bagi survei pendasaran, uji coba dan penyuluhan.

Survei pendasaran untuk kentang akan terfokus pada penentuan masalah lingkungan dan sistemis seperti hama dan penyakit, residu bahan kimia dan kesuburan tanah.Tujuh (7) SLP akan diadakan di NTB selama tahun pertama dan melibatkan kelompok tani yang terdiri dari 20 orang peserta. SLP tersebut akan didukung oleh staf BPTP yang ditunjuk pada setiap SLP. Peserta SLP akan diwawancarai selama survei pendasaran dan ikut serta dalam proses ujicoba selama tahun pertama dan kedua.Untuk mempersiapkan tenaga pendamping dalam SLP ini dilakukan pelatihan bagi pelatih (Training of Trainer) yang bertujuan untuk:
- Mendapatkan pengetahuan teknis perbenihan kentang
- Meningkatkan keterampilan dalam budidaya kentang
- Meningkatkan kemampuan pemandu lapang dalam membantu permasalahan petani
- Meningkatkan kemampuan dalam memandu Sekolah Lapang Petani (SLP)
- Meningkatkan kemampuan dalam mempersiapkan SL PTT kentang.
(Written by Potato Project Team)