Izzul Dan Iskandar Terlibat Perang Dingin
Sasak.Org— Terkait PP No. 41 tahun 2007 beberapa waktu yang lalu Wakil Bupati Lombok Barat H.M. Izzul Islam melakukan mutasi terhadap ratusan pejabat di lingkup Pemkab Lobar. Namun ternyata mutasi yang dilakkan oleh Izzul tersebut menuai masalah. Pasalnya Bupati Lombok Barat H. Iskandar menentang keras mutasi yang dilakukan oleh Izzul Islam dengan alasan seharusnya yang berwenang melakukan pengangkatan, pemberhentian serta mutasi jabatan structural di Lobar adalah dirinya selaku Bupati.
Dilain pihak Izzul Islam bersikukuh bahwa keputusannya untuk melakukan mutasi telah sesuai dengan aturan yang berlaku dengan alasan penerapan PP No. 41 tahun 2007 tentang organisasi perangkat daerah yang di Deadline pemerintah pusat paling lambat tanggal 23 Juli lalu. Akibat perseteruan dingin antara kedua pentolan Lobar ini jalannya pemerintahan di Lobar menjadi tidak stabil dan pelayanan terhadap masyarakatpun terganggu.
Dalam surat edaran dengan nomor 008/707/BUP/2008 berstempel dan ditandatangani Bupati Lobar, H. Iskandar menyatakan bahwa dirinya sampai saat ini adalah masih merupakan Bupati yang sah, dan segala hal yang berhubungan dengan kebijakan-kebijakan pemerintahan masih menjadi kewenangan dirinya. Dan menyatakan mutasi yang dilakukan oleh Izzul Islam dengan SK no 374/800/615/KEPEG tanggal 23 Juli 2008 dinyatakan tidak sah.
“bagi semua pihak termasuk yang terkena mutasi diharapkan tenang dan menempati posisi semula sesuai SK Bupati dengan no 21/824/197/KEPEG trtanggal 14 Januari 2008” jelas H. Iskandar. Sikap menentang mutasi juga ditunjukkan oleh sebagian besar Kepala Dinas, mereka masih tetap berkantor di kantor mereka semula sesuai dengan perintah Bupati Iskandar.
Sementara itu Izzul Islam mengaku kepada wartawan bahwa dirinya tidak mau bertikai dengan Bupati, namun karena Bupati Iskandar dinyatakan berhalangan karena masih menjalani pemeriksaan di KPK dan Deadline yang harus ditepati maka mutasipun dilakukan. “sebelumnya saya sudah memberikan permakluman ke Bupati namun saat itu Bupati menginginan Mutasi dilakukan pada tahun anggaran 2009, dan karena keinginan Bupati tersebut bertentangan dengan PP 41 maka, keinginan Bupati tersebut saya abaikan” ungkap Izzul.[Le Wharid]







July 27th, 2008 at 8:31 pm
Hanya satu kata untuk Lombok Barat “AMBURADUL”
July 28th, 2008 at 11:17 am
Tiang punya kawan salah seorang kawan pembisnis dikawasan
tempat tinggal tiang di bogor, dan dianya orang malang ( pembisnis property )..beliau banyak cerita tentang pemimpin lombok barat ini..dia tak sadar banyak bicara “kelemahan ” pemimpin tsb dan karena tak tahan saya comment dan ngaku orang sasak ( lombok ) tadinya dia kira saya ini orang minang karena sekali kali saya nyeletuk bahasa minang …miris dan sedih mendengar cerita pemimpin lobar kita ini yang sering berkunjung ke rumahnya di bogor….ah…ternyata memang “kekuasaan ” membuat orang suka lupa diri”…commentnya kawan tsb…jangan berbisnis ke lombok karena birokrasi yang masih amburadul dan semuanya diukur dengan “fulus ” …sedih dan ilak tiang dengar cerite batur niki disaat kita kumpul kumpul dan ngerumpi di pendopo yang biasa dipakai ” ngaler ngidul bareng warga ”
Mudah mudahan detunte sik “beru beru” menang lek pilkada sik wah telaksana ang bulan sik rubin niki pada inget disaat berkuasa dendek lupak dirik.
July 28th, 2008 at 1:24 pm
Sepertinya masalah kurang harmonis antara Bupati dengan Wakil Bupati selain di lombok barat juga terjadi di Lombok Timur hanya cek-coknya tidak begitu frontal di media. Kenapa Bupati dan Wakilnya kurang harmonis? salah satunya karena kepentingan politik2 partai saat pencalonan, 2 orang yang begitu berbeda disatukan dalam kepentingan politik jangka pendek untuk memenangkan pemilihan Bupati/Wabup. Baru ketahuan masalah ketidakcocokannya ketika pas memerintah.
Semoga tidak terjadi di kepemimpinan hasil pilkada kemarin walaupun mereka dipilih oleh rakyat secara langsung, tapi kita lihat saja nanti. Kepentingan politik biasanya jangka pendek.
BTW, Pak Zainy Arony mencalonkan diri jadi bupati lobar setelah kalah di Pilgub kemarin..Mungkin prinsipnya gak dapat gubernur, jadi bupati bolehlah.
Saya dengar jabatan beliau yang di Diknas sudah diisi orang lain waktu beliau mencalonkan diri jadi cagub NTB. Jadi mungkin sekarang beliau lagi non job alias gak punya punya posisi penting. Mungkin Nama beliau diganti saja menjadi Zainy Irony…
July 28th, 2008 at 2:26 pm
he..he..bung tajuddin…memang ali bd pun begitu dengan rahmat,duaduanya kemarin kan mencalonkan diri jadi bupati lagi..dan kalah.-
Tiang pikir begitu juga dengan izzul dan iskandar..pade doang dua dua ne ?
Zaini Arony mau jadi bupati lobar ? kan dulu juga kalah sama iskandar - izzul ?kalau gagal lagi gmana ? atau mau ngikuti agum gumelar juga kali..gagal jadi wapres dan cagub jabar besok jadi calon bupati garut kali ye ?
July 30th, 2008 at 9:59 am
bersatulah pemimpin ku (lobar…)