KS Adakan Inspeksi Mendadak dan Sangkep Kodeq
December 26, 2011
Pantai Cemara Nan Cantik
December 27, 2011

[Sasak.org] Setelah melalui proses seleksi yang panjang dan sejak dilauncing oleh jajaran pegawai BI di NTB yang juga menggandeng pihak Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, kegiatan bangun desa KS-IPEBI sampai saat ini tengah berjalan. Kegiatan dibagi menjadi dua tahap: tahap pertama berupa instalasi dua buah digester beserta distribusi biogas, diikuti dengan tahap kedua berupa instalasi tiga buah digester beserta distribusi biogas dan satu paket pengolahan pupuk organik granular (POG).

Program Bangun Desa

Meskipun terlunta-lunta pada tahap persiapan, eksekusi pra- dan pasca-launcing, kegiatan ini mendapatkan sambutan hangat dan luar biasa dari berbagai pihak. Sinergi dengan program biogas HIVOS memperluas jaringan kerja dan menghasilkan dukungan teknis. Selain itu, dukungan penuh dari BI Mataram membuahkan bantuan tambahan berupa pipa distribusi dan kompor gas yang sebelumnya ditetapkan sebagai pos anggaran mandiri dari masyarakat. Sepertinya, prestasi kerja tahap pertama meningkatkan kepercayaan dari pihak BI. Pelaksanaan kegiatan yang relatif cepat disertai dengan transparansi anggaran membuahkan semakin besarnya kepercayaan yang diberikan. Hal ini ditandai dengan baru-baru ini, dipilihnya lokasi bangun desa tersebut sebagai penerima bantuan Program Desa Mandiri Ekonomi. Tentunya Komunitas Sasak mengapresiasi segala ikhtiar yang dilakukan KS Regional Lombok yang dalam hal ini bertindak sebagai pelaksana lapangan. Namun demikian, bukan berarti bahwa apa yang dilaksanakan tidak cacat dari kekurangan.

Evaluasi

Selama ini proses pelaporan kegiatan selalu terlambat. Padahal, menurut rencana awal, pelaporan akan dilakukan secara regular setiap minggu melalui website resmi komunitas sasak. Pelaporan regular tersebut tidak hanya bertujuan untuk meunjukkan transparansi pelaksanaan kegiatan, namun juga sebagai acuan mandiri. Artinya, pelaksana kegiatan akan selalu dituntut untuk membuat progres penting selama periode pelaporan sehingga dapat dijadikan sebagai bahan laporan.

Selain itu, bentuk pelaporan tidak harus berupa tulisan. Publikasi foto tentunya dengan keterangan yang jelas akan memberikan deskripsi yang lebih meyakinkan. Video-video kegiatan juga dapat di publikasikan sehingga dengan mudah dapat ditonton oleh masyarakat luas. Publikasi dua bentuk media terlebih lagi dijaman facebook saat ini menjadi bentuk yang paling murah dan mudah dan dapat menjangkau masyarakat luas.

Silo Pakan KS IPEBI

Selain itu, lini masa (time line) dari pelaksanaan kegiatan juga patut dipantau dengan teliti. Tidak adanya tuntutan kuat dari pihak donor jangan sampai menjadikan KS lalai untuk memenuhi komitmen waktu tersebut. Hampir 8 bulan kegiatan telah berjalan, namun prestasi pekerjaan hanya memenuhi kurang lebih 20% dari yang direncanakan. Padahal pekerjaan instalasi dan pengoperasian POG ditahap kedua merupakan kegiatan yang paling memerlukan sumber daya besar.

Selama ini, kesan bahwa one man show sangatlah jelas. Peran Mamiq  Isnan Abdillah sebagai pelaksana teknis terlalu dominan dan diharapkan, sehingga ketiadaan beliau juga menyebabkan kegiatan menjadi vakum. Semestinya, melalui proses delegasi dan transfer ilmu kegiatan bisa tetap berjalan tanpa kehadiran beliau melalui team-work yang baik.

Perspektif

Kunci dari keberhasilan kegiatan ini adalah beroperasinya POG. Biogas mendukung kemandirian ekonomi dengan mengurangi pengeluaran rutin masyarakat untuk pembelian bahan bakar minyak tanah atau gas LPG. Namun demikian, jika POG berjalan, kelompok ternak bisa meningkatkan nilai ekonomi dari kotoran ternak. Kelompok ternak Desa Sukarare diharapkan mampu menjual POG dan hasil penjualan tersebut dapat menjadi income tambahan. Selain itu, akan terbuka lapangan pekerjaan untuk proses pengolahan dan penjualan produk tersebut. Jadi kunci dari keberhasilan kegiatan ini adalah beroperasinya POG. Inilah yang ,enjadi tujuan utama kegiatan ini.

Kompor Biogas KS-IPEBI

Tentu saja untuk mencapai hal tersebut diperlukan usaha yang tidak hanya keras namun juga cerdas. Komunitas Sasak percaya bahwa KS regional lombok dapat berbuat banyak sebagai kontribusi nyata membangun masyarakat. Enam bulan yang lalu, sebagian orang mungkin skeptis dengan realisasi kegiatan dari program bagun desa KS-IPEBI. Pada kenyataannya, belum genap setahun kepercayaan yang terus tumbuh dari berbagai pihak membuahkan dukungan yang tidak hanya moral namun juga material. Kepercayaan tersebut harus diemban dan dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Jika apa yang kita rencanakan ini terealisasi dengan baik maka efek dominonya akan terasa sangat luas. Akan tumbuh kepercayaan diri yang semakin luar biasa dari KS regional lombok dalam melaksanakan program sejenis. Seperti kita ketahui bahwa masyarakat sudah banyak yang ber-antipati terhadap LSM lokal yang dianggap hanya membuat lembaga untuk kepentingan sendiri. Jika KS mampu menunjukkan profesionalisme dan kredibilitas yang baik, KS bisa menjadi semacam “oase” di tengah gurun apatisme masyarakat. KS akan menjadi lembaga yang terpercaya mengemban amanah sejenis, tidak hanya dari satu lembaga namun juga berbagai lembaga di tingkat regional, nasional maupun internasional. Kegiatan bagun desa tidak lagi menjadi kegiatan paruh waktu, numun murni profesi.

Sering kali penulis bermimpi, jika saja program biogas bun mundrak ini mampu memenuhi kebutuhan satu desa, maka ini bisa jadi keberhasilan yang bersifat nasional. Keberhasilan semacam ini sangat layak diliput oleh media nasional maupun internasional. Salah satu desa di Jepang mendapat perhatian luar biasa dari media internasional karena mampu mandiri energi menggunakan panel surya. Lalu mengapa bun mundrak atau lebih luas lagi sukarare tidak mampu dengan biogas?

Kegiatan sejenis juga dapat diperluas hanya dengan copy and paste saja. Hal ini sangat sejalan dengan program BSS pemprov dan pemda. Penulis berkeyakinan bahwa jika energi satu KK membutuhkan 2 ekor sapi, maka kebutuhan energi untuk memasak 250 ribu KK dapat dipenuhi hanya dari biogas. Ibu-ibu rumah tangga tidak akan repot lagi memikirkan inflasi BBM. Potensi ini memang sangat besar dan belum digarap secara optimal. Namun potensi sebesar apapun tidak akan jadi apa-apa tanpa ada kemauan untuk mulai merealisasikannya. Di bahu punggawa KS regional, kita semua menyandarkan mimpi-mimpi besar. Dan dari peluh mereka masyarakat lombok berharap memenuhi dahaga mereka akan keberanian untuk memberikan kepercayaan, contoh untuk bekerja secara profesionan, dan guru untuk bekerja dengan ikhlas.

26 Desember 2011
 
Komunitas Sasak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *