Bau Nyale ditetapkan Tanggal 12 dan 13 Februari 2012

Terminologi Bahasa Sasak Mutakhir
January 8, 2012
Kumpulan Pantun Sasak
January 9, 2012

Bau Nyale ditetapkan Tanggal 12 dan 13 Februari 2012

Lombok Tengah [Sasak.Org] Melalui sidang para pemangku adat dan pemangku empat penjuru angin di kantor Camat Pujut Sabtu lalu (7/1), ditetapkan tanggal 12 dan 13 Februari 2012 sebagai puncak acara Bau Nyale pada tahun ini. Sebelum dilakukan penetapan, delapan orang budayawan memaparkan perhitungan prediksinya waktu keluarnya Nyale.

Saking pentingnya peran para budayawan dalam menentukan hari H Bau Nyale, ada seorang tokoh yang bernama Papuk Tuan Bute, harus digandeng berjalan untuk datang ke kantor Camat Pujut karena kurang sehat dan dan memang cacat indra penglihatannya. Setelah semua budayawan datang dan dirasa lengkap untuk menetapkan waktu keluarnya Nyale, acara pemaparan pun dimulai.

Festival Bau Nyale


Ada budayawan yang memaparkan prediksinya dengan menggunakan penanggalan Sasak, penanggalan internasional dan penghitungan tahun baru cina dan kebiasaan para leluhur mereka sejak tahun 1977 yang lalu. Yang pertama memaparkan prediksinya adalah Budayawan Lalu Sar’i Bayan, asal Ketare. Budayawan berjenggot putih ini mengatakan dari penghitungannya Nyale akan keluar pada hari Minggu dan Senin tanggal 12 dan 13 Februari 2012 sebagai waktu keluarnya  Nyale Tunggak atau Nyale Awal sedangkan Nyale Poto atau Nyale Akhir dipredikasi keluar pada tanggal 12, 13 dan 14 Maret 2012. Kesimpulan itu diambil karena mengacu pada perbandingan 3 tahun terakhir pelaksanaan Core Even Bau Nyale dengan mempergunakan perhitungan Cina tahun Imlek. 21 hari setelah tahun Baru Imlek, Nyale pasti keluar.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh H. M. Yakum. Menurutnya, tanggal pelaksanaan Bau Nyale jatuh pada tanggal 12 dan 13 Februari 2012. Tokoh adat asal desa Sukadana ini mengambil perbandingan dari 3 tahun terakhir dan penanggalan Arab yakni tahun “wau” sementara Nyale Poto pada hari Selasa bulan Maret 2012.Budayawan yang lain, H. Rayat juga berpendapat sama yakni tanggal 12 dan 13 Februari 2012.H. Hasbullah juga berpendapat sama dengan yang lainnya. H. Hasbullah Karim sendiri mengambil patokan dari bintang rowok yang muncul di langit sebagai tanda-tanda Nyale. Sementara, Papuk Tuan Buta berpendapat lain, dia berpendapat tanggal 12/13 Maret 2012 sebagai Nyale Awal dan tidak ada Nyale Akhir. Pendapat tokoh masyarakat asal desa Sukadana ini diamini oleh tokoh Selatan, H. Murdi, B.A. Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Mamiq Tuan Bute itu ada benarnya. Dia meneropong dari segi cuaca dimana pada bulan Maret 2012 nanti cuaca sedikit adem karena matahari sudah berada di katulistiwa sehingga sinar matahari tidak terlalu terik. Sementara, pada bulan Februari nanti matahari tepat berada di atas kepala sehingga sinarnya menyengat ke laut akibatnya Nyale hanya berada di tengah laut namun sangat berbahaya untuk dimakan. “Kalau saya berpendapat sama dengan Mamiq Tuan Bute, nyale akan muncul dengan jumlah sangat banyak pada bulan Maret. Kalau Februari, ada saja tapi tidak banyak. Itu juga kita lihat dari suhu udara yang datang dimana pada bulan Februari nanti udara sangat panas karena matahari tepat di atas kepala kita. Nah, kalau bulan Maret udara sedikit sejuk sehingga nyale akan banyak keluar dari terumbu karang,” jelasnya.Yang selanjutnya adalah budayawan H. Lalu Wirangin. Melalui rapat anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Usaha rukun yang dipimpinnya disepakati bahwa puncak acara Bau Nyale jatuh pada tanggal 12 dan 13 Februari 2012. Budayawan selanjutnya adalah Budiman dari Batujai. Menurut predikasinya, Nyale akan keluar pada awal atau akhir Februari 2012. Setelah selesai pemaparan, Camat Pujut pun mengambil alih jalannya sidang. Dari predikasi-prediksi yang ada, semua budayawan dan pihak-pihak yang hadir disepakatilah tanggal 12 dan 13 Februari 2012 itu merupakan acara puncaknya.
Yang hadir pada sidang penentuan waktu Bau Nyale tersebut diantaranya adalah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kabupaten Lombok Tengah, Drs. H. Lalu Muhammad Putrie, M.Pd, Camat Pujut, Lalu Mujiharta, S.Sos., M.Si, anggota Muspika, tokoh agama, tokoh budaya, kepala desa dan tokoh lainnya.
Sebelum dimulainya pemaparan oleh masing-masing budayawan, terlebih dahulu diadakan rapat pendahuluan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Drs. H. Lalu Muhammad Putria, M.Pd mengatakan bahwa pada core event Bau Nyale pada tahun 2012 ini akan disemarakkan dengan adanya parade budaya dari masing-masing kecamatan. Juga ada parade Gendang Beleq. Selain itu juga ada seminar budaya yang akan menghadirkan budayawan dari nusantara.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. Elka Pangestu akan hadir sebagai salah satu nara sumber dalam seminar budaya tersebut. Ada yayasan Jala Sutra, yayasan milik Sultan Nusantara yang akan datang di acara nyale. “Luar biasa gaungnya Nyale tahun ini, sudah mendunia. Ini berkat putri mandalika,” ujarnya.
Menurut Camat Pujut, Lalu Mujiharta, S.Sos., M.Si acara puncak bau Nyale juga mengikutsertakan pihak pendidikan. Ini agar siswa siswi sejak dini sudah mengetahui tentang core event Bau Nyale itu sendiri. Kepada seluruh masyarakat Lombok Tengah diharapkan untuk hadir pada puncak acara nanti.
Bagaimana pun juga Pesta bau Nyale itu merupakan pesta rakyat. Sementara itu, untuk lokasi acara puncak apakah di poantai Seger yang selama ini dijadikan sebagai lokasi puncak atau di pantai Aan karena keindahan pantainya, menurut H. Lalu Muhammad Putria, akan ditentukan melalui rapat panitia. “Nanti kita akan rapatkan untu penentuan lokasi puncak Bau Nyale,” ujar laki-laki yang sering dipanggil raja Sile Dendeng ini. [Loteng]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *