Angke 1
March 20, 2012
Glottal Stop X
March 25, 2012

Aku Sahabat Si Degil

Hazairin R. Junep

Bagan- Yangon- Luang Prabang (sasak.org) Saya mencatat dengan baik bahwa sejak tahun 1968 -69 kita menerima orang asing, seingat saya orang Jerman, dipelosok pelosok Lombok. Tahun 1970 an sudah ada pemerhati Lombok dari UCLA di Gunug Kembar Selong. Setelah itu datanglah banyak akhli asing menjadi konsultan pembangunan kita. Selama mereka bercokol di gumi paer mereka meneliti perilaku, karakter, kecendrungan dan reaksi reaksi atas input input yang mereka tebar perlahan.

Televisi merajalela dan membunuh tradisi kita lewat acara komersial yang sempat dibendung tapi bobol juga karena kesuksesan para pemberi input menanamkan konsumerisme yang segera menyulap masyaarakt yang patuh, patut, pacu, tuhu dan tresna menjadi konsumtif dan hedonis.

Kini semua sudah menjadi setara dengan Amerika dalam hal hedonisme dan selera konsumtif. Apa yang merupakan penyakit kronis purbakala anak bangsa Sasak yang disebut gagah percek telah dikaji dengan seksama dan dikembangkan dengan kecanggihan tingkat tiggi yang dimulai dengan gaya berpakaian, selera musik, makanan dan bidang study!. Gagah percek tidak berpijak dibumi, yang penting penampilan hebat, tidak peduli hasil meminjam, menipu, maling. Gagah percek bertemu dengan cowboy yang sederajat kedunguannya. Cowboy hanya penggembala sapi tapi kita semua meniru habis gaya mereka. Bagaimana coboy masuk kota begitu pula gagah percek masuk mall.

Keberhasilan para komprador membangun dan membesarkan nilai nilai asing yang diwakili cowboy dan nilai lokal yang diwakili gagah percek bertemu dalam satu kepentingan yatu mengeksploitasi sumber ekonomi. Kalau menggali emas, minyak, permata atau uranium susah diurus, bisa diganti dengan mengandalkan cowboy dan gagh percek sebagai umpan agar anak bangsa berbaris masuk bioskop, diskotek, merokok putih atau kretek yang diragi khusus, minum beer, wine, berwisata ria, main musik aneh aneh dsb.

Kalau antek asing datang masuk sampai ke jantung hati kita maka kita sesungguhnya lebih dungu dari keledai. Dari zamannya Snouk Horgronje, selama berdekade dekade kita tak sanggup mengubah diri yang bloon tapi sok pinter. Kewaspadaan itu sama sekali tidak ada. Selain gagah percek sifat blok ajum masih kental. Pernah ada bule main main ke salah satu pantai ikut prisaean. Salah seorang tokoh dengan gampang memberi ende dan penjalin yang seharusnya disimpan di museum desa kepada si bule itu.

Pada masa ini masyarakat sedang rebut tidak kepalang masalah BBM yang mau naik harga. Apakah kita mau kalau harga BBM itu dikembalikan ke harga 1945?. Sebenarnya berapun harga mau dipatok, orang yang rajin bekerja dan menjaga diri dari sifat buruk hedonism, macam gagah percek, cowboy dan blok ajum pasti tidak terguncang dengan harga yang mestinya berfluktuasi. Yang harus diperjuangkan adalah kestabilan Poleksosbudahnkam. Kalau keadaan aman dan semua orang bekerja tentu hasilnya akan dapat membeli kebutuhan apapun. Yang harus disikat habis adalah pemerintah yang korup. Yang harus digantung adalah sifat sifat mudah kalah, mengeluhkan keadaan, konsumtif, hedonis dan sifat sifat negatif lain.

Empat tahun lalu kita telah menyaksikan tanah longsor dan banjir yang menimpa wilayah Lotim karena penggundulan hutan. Adakah kita bertegas diri untuk sekali sekali tidak menyentuh hutan, agar semua membelantara sebagai sedia kala?. Kita tidak memberi peluang sedikitpun untuk tumbuhnya belantara yang pernah, selalu dan akan melindungi kita dari kekurangan air, pangan, dan kesegaran udara bagi kesehatan dan reakreasi. Jangankan belantara, sekedar pohon untuk bersembunyi bagi lebah tom cat saja kita musnahkan dengan congkak membangun gedung gedung mewah.

Kita menyaksikan bombardmen masyarakat sipil di Afganistan, Irak, Libya, Palestina dsb. Itu tidak seberapa, paling paling banyak yang mati. Hebatnya ketika ada yang mati orang berteriak dan menyebutnya Sahid, insyaallah. Bagaimana dengan bombardemen yang dilakukan lewat music, film, gaya berpakaian, gaya hidup, komsumtivisme, makanan sampah dan pelunturan nilai nilai lokal yang sangat tinggi mutunya?. Hebatnya setiap melihat korban, seperti antrean orang membeli Harry Potter kesekian, Ipad -3 sampai tidur menggelandang dijalanan, kematian penonton sepak bola yang saling berdesak, hiruk pikuk anak belia mengelukan aktor atau pemain sepak bola, dianggap gaul, super dan modern dengan pekikan keras yang setara dengan takbir bagi si Sahid, insyaallah itu!.

Para belia histeris yang adalah anak dan cucu kita itu sekarang menjadi zombie zombie kecil yang berangasan minta dibelikan bbm atau android sampai Ipad-3 untuk sekedar membandingkan dengan kawan kawannya bahwa mereka juga bisa punya, bukan bisa menguasai ilmunya!. Penyakit inlander yang selalu menyalahkan penjajah yang memang menjajah tetapi penjajahan itu kita sendiri yang izinkan dengan terbuka dan senang hati akan terus menempatkan kita pada level budak dari nafsu dan kebodohan sendiri.

Silahkan buktikan bahwa kita tidak mau dijajah dengan menolak kehadiran mall, gerai 24 jam, mini market yang dibuka tiap 200 meter dan membunuh telak para pedagang bakulan. Di Yogayakarta, konon 300 pedagang pasar mati konyol setiap pembukaan satu super market kompeni dan bayangkan berapa banyaknya berderet kompeni kompeni itu diseantero kota sampai pinggiran.

Gaya dan selera hiduplah yang harus direkonstruksi melalui nilai nilai adatgama. Kita sudah tahu bahwa pertempuran terbesar dalam sejarah manusia bukanlah perang Mahabarata, Uhud, atau PD I, PD II atau PD seri berikut dan berikutnya, tetapi pertempuran melawan hawa nafsu. Hawa nafsu itu adalah selera dan gaya hidup kita.

Tidak ada gunanya menamam sejuta pohon sehari, tidak juga bermakna menaikkan haji seluruh anak bangsa atau membuat mereka jadi rahib atau pendeta kalau mereka semua adalah manusia zombie. Niali nilai yang menjaga hubungan alam dengan manusia yang wajib selaras, hubungan manusia dengan manusia yang mesti akur dan hubungan manusia dengan Tuhannya yang sebisanya diam diam lancar, harus, mesti dan wajib dikembalikan agar nilai ke-coboy-an, kegagahpercekan dan keblokajuman dapat terkikis habis. Satu manusia degil dapat menghancurkan seluruh dunia tetapi bila kita siapkan satu orang kawan yang dapat dipercaya oleh si degil itu maka kita dapat menjamin bahwa si degil akan tunduk, tenang dan jinak. Oleh sebab itu kewajiban kita adalah menyiapkan satu kawan setia, baik hati, toleran, pengertian bagi si degil si degil yang banyak merajalela dimuka bumi ini.
Wallahualambissawab

Demikian dan maaf
Yang Ikhlas
Hazairin R. JUNEP

5 Comments

  1. sunaryo hadi says:

    apa yg pak HRJ harapkan dari tulisan tsb ?

  2. Sandi says:

    Karya nyata apa yg patut di lakukan untuk bisa sgra mrubah keadaan blok ajum anak sasak???. Yg paling mndasar tntunya…

  3. Hazairin R. Junep says:

    menggalakkan belajar, belajar, belajar dan bekerja, bekerja, bekerja. itu adalah langkah terbaik, paling efektif dan jitu dalam mengubah suatu bangsa kearah kemajuan yang dahsyat!.

  4. Jika hanya dg blajar, blajar,blajar,dan bekerja,bekerja ,bekerja,mkin it tdk cukup jika tdk ad bimbingan dn jga pendekatan…….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *