Pelantikan Gubernur Dalam Kacamata Media

Mengakhiri Tradisi Bercerai
September 17, 2013
Svarga Resort Lombok Just open!
September 18, 2013

Pelantikan Gubernur Dalam Kacamata Media

Terkait dengan acara pelantikan gubernur-wakil gubernur kemarin (17 September 2013), hari ini (18 September) harian Lombok Post di halaman pertama menurunkan judul “Mendagri Puji TGB”. Sebuah judul yang tentunya memuji sang Gubernur. Untuk memperkuat opini positifnya, Lombok Post kembali menurunkan berita juga di halaman pertama “Dua Program Langsung di luncurkan: Tak ada informasi yang disembuyikan”. Sebuah persepsi pemerintah yang akuntabel dan transparan bisa diperoleh dari berita tersebut. Body text dari berita-berita tersebut menurunkan prestasi-prestasi yang telah dicapai selama ini oleh TGB.

Berbeda dengan Lombok Post, Radar Lombok yang masih berada pada payung yang sama dengan Lombok Post menurunkan judul yang lebih berani “Mendagri Ingatkan TGB Amin banyak PR”. Isi berita juga secara berimbang mecoba memberikan gambaran keberhasilan TGB, dan pekerjaan pemerintahannya yang tertinggal utamanya tekait dengan tingkat kemiskinan yang tinggi. Untuk menambah bumbu keberaniannnya, Radar Lombok di halaman pertama juga memberitakan “KAMMI dan AMP nilai TGB Gagal”. Berita tentang demonstrasi ini sepertinya gagal masuk ke redaksi Lombok Post, dari halaman 1 sampai terakhir, kita tidak menjumpai beritanya, walaupun lokasi demo berdekatan dengan lokasi pelantikan.

Bagaimana dengan suara NTB?

Suara NTB langsung menyorot soal kemiskinan dengan judul “Kemiskinan Jadi PR Pasangan TGB Amin.” Secara menyeluruh di halaman 1, Suara NTB juga membidik legislative dengan judul berita “Inspektorat Bidik Dana Aspirasi Dewan”, juga dengan bahasa positif terhadap TGB, suara NTB menurunkan berita di halaman 1, “Pertama di Indonesia, Sistem Informasi Publik PPID diluncurkan di NTB.”

Suara NTB juga menyertakan berita demo, dengan ukuran yang kecil pada halaman 5 dengan judul ‘BEM Unram Demo : Minta TGB Amin Realisasikan Pendidikan Murah”. sebuah judul yang bernada meminta, bukan dengan judul evaluative ala Radar Lombok TGB Gagal.

FOTO PADA KETIGA KORAN
Lombok Post mengambil 2 gambar, yang pertama suasana resmi saat pengambilan sumpah jabatan dan yang kedua saat TGB menunduk hormat kepada Ibu yang mengusap kepala TGB. Sebuah foto yang mengharukan. Terkadang foto bisa lebih banyak berbicara dibandingkan dengan tulisan.

Suara NTB mengambil 3 gambar yang hamper sama degan Lombok Post, namun dengan jarak yang agak jauh sehingga kesan gambarnya terasa datar.

Adapun radar Lombok dua foto, satu foto pelantikan dan satu foto aksi demonstrasi.

POLITIK MEDIA

Media juga bisa berdiri dua kaki, seperti yang dicontohkan oleh Lombok Post dan Radar Lombok. Mereka membaca pasar dalam dua sentiment, positif dan negative. seakan-akan mereka hendak beriklan, jika ingin memuji TGB bacalah Lombok Post, jika ingin kritik TGB bacalah Radar Lombok. Sedangkan Suara NTB, mencoba utk mengawinkan keduanya, walaupun intonasi positif lebih dominan dibandingkan dengan kritik yang hendak disampaikan.

MEDIA SEBAGAI PILAR DEMOKRASI

Tentu kita berharap, saat kinerja legislative sebagai lembaga pengawasan belum bekerja begitu optimal, karena faksionalisasi politik yang rumit menjadi partai-partai yang 12-an itu, maka media diharapkan menjadi penyambung lidah rakyat, kepentingan masyarakat. Tugas media bukan untuk memuji layaknya humas pemerintah provinsi, krn mereka memang digaji untuk memberikan puji-pujian. tugas media adalah mewartakan kepahitan dan kegetiran hidup masyarakat, yang saat ini mengalami tekanan ekonomi, kegagalan panen, kasus pencurian motor yang kembali marak dan realita kehidupan lainnya.

Dengan berita semacam itu, diharapkan muncul reaksi pemerintah berupa program dan kegiatan yang langsung terkait dengan permasalahan hidup mereka. politik ini bukanlah ruang kosong, jangan sampai menjadi percakapan yang hampa dari diskusi persoalan masyarakat.

Kekuasaan ini harus terus kita curigai, entah dia berbaju apapun. Dan kita berharap media sebagai pilar demokrasi yang penting, bisa menjalankan peran itu, berbicara tentang kebimbangan dan keresahan thd praktek pengelolaan kekuasaan yang belum juga memenuhi ekspektasi kita.

Selamat kepada gubernur dan wakil gubernur baru..

Lalu Pahrurrozi
@ojhie on twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *