Bongkot Loak, Sejarah Kedatuan Kuripan

Musim Panen akan bersamaan, mudahan harga bagus
February 26, 2014
Asal Usul Nama Gunung Samalas
March 3, 2014

Bongkot Loak, Sejarah Kedatuan Kuripan

Bongkot Loak, Sejarah Kedatuan Kuripan (Catatan Bahasa Sasak)

Oleh Zulkipli, SE, MM

Zulkipli, SE, MM[Sasak.Org] Berbicara bahasa sasak, tentu tidak akan lepas dari Pulau Lombok, sebuah pulau yang dianugerahi fenomena alam yang mungkin adalah bagian dari serpihan surga yang dititip di bumi ini.

Bahasa yang dipakai oleh Suku Sasak dengan berbagai dialek dan keragamannya. Saya ingat ketika berkenalan dengan para semethon di Jakarta yang didominasi orang Lombok Timur, ya Allaah….susah nian saya mengerti walaupun lama-lama akhirnya paham. Epe yang berarti ‘kamu’ saya piker maksudnya adalah apa heheheee……..

Lahir di Labulia, 6 tahun di Praya, 10 tahun di Jakarta kemudian pulang tidak membuat saya lupa bahasa Sasak khas kampong saya. Banyak yang berbeda seperti kebanyakan, dialek yang didomansi ‘e’ untuk hurup ‘a’ seperti pada kata ‘laik’ menjadi ‘leik’ yang berarti kemana. Yang lumayan kentara karena jauh berbeda adalah kata ‘loak’ yang berarti barat dan ‘bongkot’ berarti barat. Bahasa sasak dominan menggunakan kata ‘bat, baret’ atau ‘timuk’.

Yang menggunakan kata Bongkot Loak juga berada di wilayah seputaran Kuripan dan rangkaian desa yang bersambung tiada putus. Mulai dari Labulia Lombok Tengah di paling timur, Tempos di paling Barat, Gerogol Lombok Barat di Paling Utara dan Lendang Sedi Lombok Barat di Paling selatan. Konon, ceritanya yang menggunakan kata Bongkot Loak ini adalah wilayah kedatuan (kerajaan) Kuripan. Berada di lingkar Gunung Sasak dan terus ke utara menyusuri Dasan Tapen, Mendagi, dan nyebrang ke Gerogol.

Padahal sebelahnya sudah tidak mengenal istilah bongkot loak.

Sama halnya dengan kepercayaan yang mengatakan bahwa wilayah kedatuan Pejanggik adalah dimana ada pohom ‘loam’ atau ‘rae’, sebatang pohon yang terbiasa tumbuh dilahan tandus tanah liat. Bila diperhatikan, di wilayah Desa Pejanggik dan sekitarnya memang tumbuh pohon loam. Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *