Dosa
June 22, 2010
Bejorax sasak 1
June 30, 2010

Ampun

Hazairin R. JunepKuala Lumpur [Sasak.org] Entah berapa kali sehari orang orang yang dianggap sholeh itu meminta minta ampun lebih memalukan dari pada pengemis. Pernah seorang anak dihajar ayahnya yang kejam dan tak tahu diri berteriak teriak meminta ampun tapi si ayah terus saja menghajarnya hingga polisi turun tangan.

Orang sholeh dan anak yang menjadi korban kekerasaan dalam rumah tangga itu sama menggunakan kata yang sama dengan ekspresi yang hampir sama padahal mereka mengalami hal yang sangat berbeda. Orang orang sholeh itu menghiba hiba meminta ampun karena ketakutan akan siksa neraka sedangkan anak itu meminta ampun sebab kesakitan.
Allah tidak akan mengampuni orang sesholeh apapun sedang si ayah bisa saja mengampuni anaknya kalau dia sadar. Allah tidak turut campur dalam tindakan apapun yang diperbuat orang sholeh itu sedangkan penderitaan anak itu disebabkan langsung oleh tangan ayahnya sendiri. Allah tidak akan menolong orang yang tiada menolong dirinya sendiri. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri mengubah nasibnya. Kita sepakat akan kedua pernyataan itu akan tetapi kita tak mampu menterjemahkannya dengan benar.
“Ampun” yang diteriakkan anak itu dan ampun yang diucapkan dengan menghiba oleh orang sholeh itu adalah berasal dari kata sampun yang artinya sudah. Kalau kita berbuat sesuatu maka kita sendirilah yang dapat menyudahinya. Anak itu berteriak kesakitan dan meminta agar ayahnya menyudahi penyiksaan itu. Sedangkan orang sholeh itu sangat kurang ajar meminta Allah menyudahi kelakuannya yang buruk. Bukankah hanya orang yang merasa bersalah yang merintih meminta ampun?. Bukankah orang yang tidak baik berbuat tidak baik?. Lalu mengapa orang yang tidak baik yang mengaku perbuatannya dan meminta minta Allah menyudahi kebobrokannya dinamakan orang sholeh?.
Kalau ada orang yang seumur hidupnya hanya meminta Allah menghentikannya berbuat dosa maka sesungguhnya ia adalah orang yang tidak mengenal Rabnya dengan benar. Jadi mengapa begitu banyak orang berbondong bondong datang beramai ramai mendukung orang tersebut untuk berjamaah meminta Allah menghentikan perbuatan dosanya?. Dosa apa yang telah diperbuat sehingga memerlukan dukungan semua jamaah agar berkata pada detik yang sama ” amin”. Berapa kali orang banyak meminta Allah melakukan tindakan sepele dalam tiap pengajian?. Minta diberi kesehatan dan rezeki, minta lulus ujian, minta pekerjaan dan minta tidur lelap. Semua itu adalah bagian dari tugas manusia sendiri. Bertebaranlah engkau dimuka bumi untuk meraih rezeki. Kita sudah hafal firman Allah seperti: Bacalah dengan nama Tuhanmu… dan orang berilmu dinaikkan derajatnya, orang yang sabar dikasihi Allah dsbnya. Semua harus dijawab, dikerjakan dan dimanifestasikan sendiri oleh tiap orang.
Tiap hari jamaah mengaji, berzikir dan menghafal Asmaul Husna dengan terpejam dan terjaga sesudah itu dengan enaknya meminta Allah melaksanakan tugas tugas yang seharusnya dikerjakan sendiri. Bahkan para kiyai dan tuan gurupun sampai untuk memaki dan mengutuk mengajak ramai ramai supaya khalayak ikut mengamini dengan berkata: Ya… Allah laknatlah kaum si fulan itu! Dengan kejam kita berkata ” Amiiiin”.
Adapula anak yang sholeh yang merasa kelelahan menolong ayah dan ibunya yang sakit dan meminta agar Allah melaksanakan keinginannya. ” Ya… Allah kalau mati lebih baik darinya maka matikanlah ia!” anak yang lain ikut bilang amiiin.
Jika sudah begitu rupa kelakuan kita sebagai manusia maka tidak ada gunanya lagi agama dan kitab suci dipelihara sebab kitalah yang pertama tama mengingkarinya. Ya… Allah terimaksih bahwa aku dapat menghentikan sendiri perbuatanku yang tercela dan aku akan mengikuti jalan yang Engkau redhoi. Yaitu jalan yang lempang dan bukan jalan orang yang sesat.Amin.
Wallahualambissawab
Demikian dan maaaf
Yang ikhlas
Hazairin R. JUNEP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *