Ditulis oleh Administrator Kamis, 21 Januari 2010 19:40
Mataram [Sasak.org] Nekara perunggu berusia sekitar 1.000 tahun masih tersimpan di kantor Desa Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dikhawatirkan benda bersejarah itu hilang atau rusak apabila tetap berada di sana.
Di Mataram, Kamis (21/1), Kepala Museum Negeri Provinsi NTB, R. Joko Prayitno mengatakan, mulai 2009, pihaknya berencana memboyong benda tersebut untuk dijadikan koleksi museum. Namun, tak tersedia anggaran dari APBD untuk membayar ganti rugi.
"Sejak tahun 2009 saya mengajukan anggaran untuk memberikan ganti rugi nekara perunggu tersebut, namun gagal termasuk tahun 2010 juga tidak tersedia dana untuk keperluan tersebut, karena itu benda cagar budaya tersebut belum bisa disimpan di museum," ujarnya.
Menurut Joko, total dana APBD tahun 2010 untuk museum NTB hanya Rp900 juta, sama besarnya dengan alokasi anggaran tahun 2009. Jadi tak tersedia anggaran untuk membayar ganti rugi dan penambahan koleksi. Ia berharap pada 2010 ini ada dana dari APBD untuk membayar ganti rugi sejumlah peninggalan sejarah yang selama ini masih disimpan masyarakat. Ini untuk menyelamatkan benda purbakala dari kemungkinan hilang atau rusak.
Benda-benda peninggalan sejarah yang kini masih disimpan masyarakat, antara lain nekara perunggu yang ditemukan di Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur berusia sekitar 1.000 tahun lebih, benda peninggalan sejarah berupa karya seni rupa di Kabupaten Dompu dan benda etnografi di Sumbawa.
Nekara perunggu ini karakternya sama dengan yang ditemukan di Gianyar, Bali. Pada awalnya, benda peninggalan sejarah itu tetap dipertahankan oleh masyarakat Desa Pringgabaya. Namun kini mereka setuju disimpan di museum asal diberikan ganti rugi.
Nekara perunggu ini ditemukan secara tidak sengaja. Benda ini terkena alat berat ketika pembuatan jalan di Pringgabaya. Nekara ini dari segi spesifikasi karakter dan bentuk berbeda dengan dua nekara koleksi Museum Negeri NTB terdahulu.
Benda peninggalan sejarah ini belum diketahui secara pasti dari mana asalnya. Sebab, penemuannya secara tidak sengaja dan tidak melalui penggalian sesuai aturan arkeologi. Berbeda dengan dua nekara lainnya berasal dari Kebudayaan Dongson dari Ana Kamboja.
Di masa lampau nekara berfungsi sebagai genderang untuk memanggil hujan dan perlengkapan upacara kematian. Dua nekara yang telah menjadi koleksi Museum Negeri Provinsi NTB ditemukan di lereng Gunung Tambora, Sumbawa dan Sambelia, Lombok Timur. Benda ini peninggalan kebudayaan Dongson Kamboja, abad IV pada masa perunggu.(Ant/BEY/MetroTv)

ternyata di kampungku masih ada yg kyk gitu
http://beasiswanasional.blogspot.com/
Votes: +0

Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org

