Sabtu, Maret 13, 2010
   
Text Size

Pencarian Artikel

Nekara Seribu Tahun Tersimpan di Kantor Desa

Mataram [Sasak.org] Nekara perunggu berusia sekitar 1.000 tahun masih tersimpan di kantor Desa Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dikhawatirkan benda bersejarah itu hilang atau rusak apabila tetap berada di sana.

Di Mataram, Kamis (21/1), Kepala Museum Negeri Provinsi NTB, R. Joko Prayitno mengatakan, mulai 2009, pihaknya berencana memboyong benda tersebut untuk dijadikan koleksi museum. Namun, tak tersedia anggaran dari APBD untuk membayar ganti rugi.

"Sejak tahun 2009 saya mengajukan anggaran untuk memberikan ganti rugi nekara perunggu tersebut, namun gagal termasuk tahun 2010 juga tidak tersedia dana untuk keperluan tersebut, karena itu benda cagar budaya tersebut belum bisa disimpan di museum," ujarnya.

Menurut Joko, total dana APBD tahun 2010 untuk museum NTB hanya Rp900 juta, sama besarnya dengan alokasi anggaran tahun 2009. Jadi tak tersedia anggaran untuk membayar ganti rugi dan penambahan koleksi. Ia berharap pada 2010 ini ada dana dari APBD untuk membayar ganti rugi sejumlah peninggalan sejarah yang selama ini masih disimpan masyarakat. Ini untuk menyelamatkan benda purbakala dari kemungkinan hilang atau rusak.

Benda-benda peninggalan sejarah yang kini masih disimpan masyarakat, antara lain nekara perunggu yang ditemukan di Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur berusia sekitar 1.000 tahun lebih, benda peninggalan sejarah berupa karya seni rupa di Kabupaten Dompu dan benda etnografi di Sumbawa.

Nekara perunggu ini karakternya sama dengan yang ditemukan di Gianyar, Bali. Pada awalnya, benda peninggalan sejarah itu tetap dipertahankan oleh masyarakat Desa Pringgabaya. Namun kini mereka setuju disimpan di museum asal diberikan ganti rugi.

Nekara perunggu ini ditemukan secara tidak sengaja. Benda ini terkena alat berat ketika pembuatan jalan di Pringgabaya. Nekara ini dari segi spesifikasi karakter dan bentuk berbeda dengan dua nekara koleksi Museum Negeri NTB terdahulu.

Benda peninggalan sejarah ini belum diketahui secara pasti dari mana asalnya. Sebab, penemuannya secara tidak sengaja dan tidak melalui penggalian sesuai aturan arkeologi. Berbeda dengan dua nekara lainnya berasal dari Kebudayaan Dongson dari Ana Kamboja.

Di masa lampau nekara berfungsi sebagai genderang untuk memanggil hujan dan perlengkapan upacara kematian. Dua nekara yang telah menjadi koleksi Museum Negeri Provinsi NTB ditemukan di lereng Gunung Tambora, Sumbawa dan Sambelia, Lombok Timur. Benda ini peninggalan kebudayaan Dongson Kamboja, abad IV pada masa perunggu.(Ant/BEY/MetroTv)

Trackback(0)
Comments (1)add comment
waw....
ternyata di kampungku masih ada yg kyk gitu smilies/shocked.gif
http://beasiswanasional.blogspot.com/
1

report abuse
vote down
vote up
January 22, 2010
Votes: +0

Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger

security image
Write the displayed characters


busy


Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org

Ucapan Terimakasih

Unitiga Rekayasa System

Pengunjung

Kami memiliki 44 Tamu online

Revolver Map

Login Form

Kosakata Hari Ini

Pemban Selaparang

Pemban Selaparang adalah orang yang dipilih untuk menuntun dan mengusahakan kesejahteraan bersama. Rahayu Pemban Selaparang berarti Selamat Sejahtera Pengemban Amanat Rakyat.
 

Multimedia Sasak

This text will be replaced

Shout Box

AISC-Taiwan

Annual Indonesian Scholar Conference in Taiwan