Ditulis oleh Administrator Sabtu, 06 Maret 2010 23:24
[Sasak.Org] Tradisi "ngurisan" atau cukur rambut bayi pada saat perayaan maulid Nabi Muhammad SAW merupakan tradisi yang sudah lama dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Tradisi "Ngurisan" atau cukur rambut bayi yang baru lahir atau berumur dibawah enam bulan bagi masyarakat Lombok biasanya dilaksanakan di masjid atau musala pada hari-hari besar agama Islam, terutama saat peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Sejumlah bayi digendong orang tua atau kerabatnya di bawa ke masjid bersama dengan beberapa jenis bunga dan beras kuning yang diletakkan dalam sebuah nampan berisi kepingan uang logam. Sebelum prosesi "ngurisan" dilaksanakan oleh para tokoh agama dan masyarakat dari bebeberapa kampung di dalam dan luar, terlebih dulu dimulai dengan "namatan" atau pembacaan ayat-ayat pendek yang dilakukan oleh anak-anak usia sekolah dasar.
Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan kitab barzanji atau riwayat perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa untuk menerima perintah shalat lima waktu sehari semalam dari Allah SWT. Selesai pembacaan kitab barzanji tersebut barulah proses "ngurisan" dilaksanakan bersamaan dengan "selaqaran". Seluruh tokoh agama dan masyarakat yang diundang harus mencukur atau memegang kepala bayi.
Tradisi itu juga merupakan warisan para orang tua dulu sehingga harus dihormati dan dilestarikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Masing-masing lingkungan memiliki jadwal yang sudah disepakati oleh warga di lingkungan setempat, sehingga para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang menjadi undangan berasal dari kampung yang belum memiliki jadwal pelaksanaan maulid. Tamu undangan memperoleh penganan berupa kue khas lombok seperti tarek, iwel, tempeyek dan lainnya yang disediakan oleh warga kampung yang mengundang mereka. Pada siang harinya para undangan memperoleh makan siang berupa nasi lengkap dengan lauk pauknya, dan sore hari tamu undangan memperoleh buah-buahan atau yang disebut dengan "dulang penamat" atau makanan terakhir setelah prosesi "ngurisan" berakhir.

Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org
Tautan ke Situs Lain
Pengunjung
Login Form
Kosakata Hari Ini
Sasak Lebung
Multimedia Sasak
Shout Box
Komentar Terbaru
Sejarah Kerajaan di Lombok
Salam,saya sangat berbesar hati dan terima kasih kalau saudara ada menyimpan atau ada informasi tent...
By zul
Sejarah Kerajaan di Lombok
Salam untuk semua.Saya berminat untuk mengetahui tentang sejarah tentang keturunan Pejanggik.Saya sa...
By zul
MENUJU SWASEMBADA BERAS ORGANI...
Pertanian organik perlu u/ dikembangkan mengingat kesadaran masyarakat dunia u/ hidup sehat semakin ...
By ardianto
Presiden Canangkan Bebas Pemad...
iya mati teruzz, jadinya adik Q g bisa belajar kalo malam hariii.... syukurlah sekarang ada kesadara...
By ramadhan
Bandara Internasional Lombok D...
Salaam, semoga lebaran nanti kalau pulang kampung dah mendarat di tanah awuk alias BIL, amin.
By Le Muji
Warga mengungsi akibat oknum p...
Salaam, mesi arak sik ngene ndih ? ngusir bangse ne sendiri,padahal selepuk ne dengan sasak,ape ndek...
By Le Muji
Dampak Negatif Internet Oleh P...
bwd rere , gg usah coment . tu smua tuch pntgg bgtzz infox . !!!
By vii
DRAMA SASAK: Jaran Guyang
ga' lucu ach,cz belum liat ceee.klamaan loadingx.
By othed
Tujuh Dosa Besar Kita
Lek Gumi Sasak, sdh tdk lagi bisa kita hitung banyaknya Ustazd dan Tuan Guru, bilangDese, bilang Das...
By H.MUSA SHOFIANDY
Presiden Canangkan Bebas Pemad...
udah ga da pemadaman po??dari dulu kek...
By Hendri Rahman

