Aswian Editri, Menjadi Manusia Wajib

Selamet Sahak, Kalpataru dan Kick Andy
February 4, 2014
Pekenan Mingguan, Mall-nya masyarakat Lombok
February 26, 2014

Aswian Editri, Menjadi Manusia Wajib

Lombok Timur [Sasak.Org] Bila kita bertemu dengan salah seorang alumni sasak diaspora ini, bisa jadi kita teringat dengan salah seorang peserta konvensi capres Partai Mersi, Anis Baswedan. Berwajah seperti orang jazirah arab. Beliau adalah Aswian Editri. Nama yang unik selangka orangnya.

Alumni Sarjana dan Pasca Sarjana ITB ini lebih memilih pulang ke kampungnya di teros Lombok Timur daripada bergelimang rupiah di Jakarta. “Saya ingat dengan tulisannya Cak Nun (Emha Ainun Najib). Apakah kita itu menjadi manusia wajib, sunnah, makruh, ataukah haram. Tingkat kebermanfaatan kita menjadi tolak ukur status tersebut” ujar alumni SMAN 1 Selong ini.

Aswian Editri

Aswian Editri

“Saya berpikir, banyak hal yang bisa dilakukan daripada menikmati macet-macet berjam-jam di Jakarta jika dibandingkan dengan di daerah. Sehingga keberadaan kita asal bisa menjadi bermanfaat akan sangat dirasakan didaerah” tambahnya dengan senyum khasnya.

Seorang yang meninggalkan profesi bergengsi dengan memilih bertani dan mengajar sangat langka. Merintis STTH Pancor dengan motivasi menjadikan mahasiswa-mahasiswinya siap tempur di dunia nyata adalah obsesinya. Belum setahun kampus yang dirintis bersama timnya tersebut sudah berhasil membimbing mahasiswanya membuat berbagai software seperti Hizib NW, Administrasi Kantor Desa, dan lainnya.

“Prinsip yang kami pegang, kami tidak melayani proyek. Kami berupaya menjaga niat kami untuk tidak memanfaatkan berbagai peluang yang terkesan profit oriented, bila kami perlu dana lebih baik kami lewat jalur yang sesuai dengan lembaga kami” ujar Ewin, sapaan akrab dari Sasak diaspora ini. [WKS/Zkp]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *