Banyuwangi dan Lombok Akan Difokuskan Jadi Bandara LCC

Ditlantas Polda NTB Mengawal Torch Relay di Lombok
July 25, 2018
Spirit Tabayyun di Era Digital
July 26, 2018

Banyuwangi dan Lombok Akan Difokuskan Jadi Bandara LCC

Mataram, sasak.org – Bandara Banyuwangi dan Lombok akan difokuskan menjadi bandara khusus penerbangan berbiaya murah (LCC) sebagai penghubung ke Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali untuk lebih menarik minat wisatawan mancanegara.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin usai “Coffee Morning dan Breakfast Meeting” di Tangerang, Selasa (24/7/2018), menjelaskan konsep awal Bandara Blimbingsari Banyuwangi sebagai bandara LCC adalah kebutuhan bandara penunjang bandara Bali yang sudah sangat padat kapasitasnya.

“Karena Bu Menteri BUMN merencanakan daerah penunjang Bali yaitu Banyuwangi dan Lombok. Bali sudah cukup padat karena ada persoalan kapasitas, sehingga harus mereduksi itu dengan cara yang pas,” katanya.

Dia mencontohkan wisman akan memilih paket wisata ke Lombok dan Banyuwangi dengan pesawat LCC, kemudian berlayar ke Bali menggunakan kapal pesiar dengan perbandingan harga yang lebih rendah daripada harus langsung ke Bali.

“Bali tetap jadi magnet, sekarang kalau naik ke Bali biaya murah dengan satu malam di Banyuwangi terus dapat fasilitas dengan ‘cruise’ menyeberang ke Bali, orang akan mikir untuk memilih ini untuk wisata, jadi memang harus dirancang seperti itu,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, dengan demikian pesawat-pesawat yang bermalam di Bali akan berkurang karena teralihkan ke Bandara Banyuwangi dan Lombok.

 

Awaluddin menambahkan pesawat yang terparkir di Bandara Bali juga akan diseleksi untuk meningkatkan kapasitas muat pesawat.

“Sekarang kan semua masuk Bali, pesawat kecil masuk, nanti itu diatur, Bali hanya ditata untuk pesawat berbadan sedang dan besar, itu lah kenapa Banyuwangi dan Lombok harus bersiap-siap untuk fokus jadi bandara LCC,” katanya.

Dia menuturkan upaya tersebut juga dicapai melalui kerja sama dengan PT Angkasa Pura I sebagai operator Bandara Lombok.

 

“Nanti AP I memindahkan pesawat baling-baling yang selama ini parkir di Ngurah Rai dan nginapnya di Banyuwangi atau Lombok,” katanya.

 

Selain itu, lanjut dia, bandara LCC juga harus dirancang dari segi layanan, operasi dan komersialnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengatakan faktor keselamatan tetap tidak berbeda dan tidak ada toleransi.

 

“Tetap keamanan dan keselamatannya dijaga. Jadi kemurahan-kemurahan ini bisa difokuskan ke arah pelayanan minimalis tapi tetap menjaga keselamatan dan LCC itu bisa berupa maskapai, terminal bahkan bandara,” katanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *