Kepusax
March 9, 2008
Sai Jari
March 12, 2008

Base Samawa

Sudah jelas bahwa orang2 yang menggunakan basa Samawa di LOTIM adalah pendatang dari Sumbawa. Kedua bangsa Sasak dan samawa bertalian darah, tetapi tidak hanya berdua, pun juga dengan bangsa Bali, sangat erat pertaliannya. Bahasa Bali, Sasak dan Samawa berkembang sendiri2 dengan penyesuaian dengan pengaruh Jawa/Kawi di Bali dan Lombok, Kawi dan Melayu di Lombok, Kawi, Melayu dan Bugis untuk Samawa. Perang Bali dan Lombok mengundang simpati Bangsa Samawa karena kesamaan agama dan hubungan kuduanya erat dalam POLEKSOSBUD. Pasukan Samawa didatangkan, sudah tentu tanpa wanita. Pasukan legion asing itu ditempatkan di satu tempat, sebagai mana kode etik militer.Tidak ada legion asing yang disebar ke 4 penjuru angin sehingga mereka tinggal di iantara Sakra dan Aikmel. Sesudah selesai perang aggota legion asing boleh pulang atau menetap sukarela dengan menikahi wanita setempat dan ikut tinggal di desa asal wanitanya.

Sesudah meletusnya gunung Tambora itulah baru terjadi imigrasi besar bangsa Samawa sebagai pengungsi ke LOTIM, masyarakt menyambut mereka dan memberi tempat2 yang baik untuk peri kehidupan mereka. Lihat desa2 dimana mereka tinggal sekarang adalah tempat tersubur dan berada di jalur jalur utama.

Rombok bukan dimaksudkan penambahan pasukan tetapi rombok tempat yang kelak menurut Yus jadi Rumbuk. Berapa kali legiun asing datang dan berapa kali pengungsian dan kedatangan besar terjadi, inilah kewajiban kita untuk menelususri. Saya hanya sekedar menulis apa yang saya ingat, tidak dapat didebat atau didukung karena paparan ini sekedar dilah jamplung ditengah gulita.

Wallahualam bissawab

Yang ikhlas
Hazairi R. JUNEP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *