Be Entrepreneur, Menuju Masyarakat (sarjana) Lombok yang Sejahtera

Ternyata Uang Masih Segalanya
December 4, 2012
Orang Lombok Hidup untuk 3M
December 24, 2012

Be Entrepreneur, Menuju Masyarakat (sarjana) Lombok yang Sejahtera

Oleh : Muhammad Zulkarnaen

Muhammad Zulkarnaen

[Sasak.Org] Lombok, pulau dengan berjuta pesona dan warna tertanam didalamnya. Kekayaan alamnya yang begitu melimpah, panorama pantainya yang begitu indah, dan ditambah dengan masyarakatnya yang cukup ramah membuat setiap orang yang berkunjung kepulau kecil ini  menjadi betah untuk berlama-lama menikmati alamnya. Pulau ini (lombok) bagaikan surga yang sering disebutkan dalam kitab suci : Al-qur’an.

Melihat potensi dan kekayaan pulau Lombok, seharusnya masyarakat pribumi akan mampu menjadi masyarakat yang kuat secara ekonomi dan menjadikan potensi alamnya sebagai mercusuar dan peluang emas untuk bisa lebih produktif, kreatif, dan inovatif dalam upaya mencapai kehidupan yang sejahtera.

Mengutip pendapatnya Midgley (1995:14) Kondisi kesejahteraan sosial itu diciptakan atas kompromi tiga elemen. Pertama, sejauh mana masalah-masalah sosial ini diatur, kedua sejauh mana kebutuhan-kebutuhan dipenuhi, ketiga sejauh mana kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup dapat disediakan. Dari ketiga elemen ini kita akan menemukan bahawa kesejahteraan itu di dapat apabila dalam interaksi sosial seseorang terhadap lingkuangan sosialnya itu baik serta kebutuhan-kebutuhan secara telah tercukupi, baik kebutuhan fisik ataupun bathin.

Oleh karena itu, kesejahteraan seseorang itu tidak hanya dilihat dari sisi ketercukupannya dalam memenuhi kebutuhan fisik saja (seperti memiliki banyak kekayaan secara finansial) karena, banyak orang yang cukup secara fisik namun hidupnya selalu dihantui oleh perasaan-perasaan takut, khawatir, gelisah sehingga hidupnya menjadi tidak tenang dan terasa tidak mengalami kemerdekaan dalam menjalani hidup. Ada juga orang yang mungkin secara fisik  terlihat kurang secara finansial namun memiliki ketenangan bathin dan interaksi terhadap lingkungan sosialnya baik sehingga ia mengatakan bahwa ia sudah sudah mendapatkan kesejahteraan.

Luasnya makna kesejahteraan itu sehingga dalam tulisan ini hanya akan membahas kesejahteraan secara finansial. Hal ini karena melihat permasalahan yang kerap menimbulkan konflik dimasyarakat akibat masyarakat yang merasa belum memiliki kesejahteraan secara finansial.

PNS Oriented to Entrepreneur Oriented

Bagi sebagian masyarakat (entah itu saya ataupun anda) sering beranggapan bahwa menjadi seorang PNS merupakan profesi yang sangat menjanjikan (baik dari sisi finansialnya ataupun dari sisi status sosialnya) karena dapat menjamin kesejahteraan seseorang. Tidak heran  pada saat diadakannya seleksi penerimaan PNS, masyarakat berbondong-bondong mendaftar untuk mengikuti seleksi tersebut.

Jika kita melihat peluang untuk menjadi seorang PNS (misalnya PNS di NTB pada tahun 2010) Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) memberikan jatah kepada NTB sebesar 2.158 dengan rincian formasi,  926 formasi untuk guru, 676 formasi untuk tenaga kesehatan, 556 untuk tenaga tekhnis (http://cpnsindonesia.com/formasi-cpns-provinsi-ntb-2010.html). Jika kita kaitkan jatah lowongan PNS di NTB dengan melihat jumlah lulusan berbagai lemabaga pendidikan tinggi, sepertinya kita harus berkerja ekstra untuk bisa lulus sebagai PNS. Betapa tidak? Saat ini, jumlah perguruan tinggi, universitas, dan institut swasta  yang ada di daerah NTB sekitar 22 unit (http://www.kampus-info.com/2011/08/daftar-nama-nama-kampus-swasta-di-nusa.html).Apabila  dari setiap lembaga pendidikan tinggi itu meluluskan 1000 sarjana dalam satu tahun maka akan tercipta 20.000 sarjana. Angka yang sangat fantastik bukan? Angka ini belum termasuk lulusan yang berasal dari perguruan tinggi negeri, akademi, dan sarjana dari perguruan tinggi lain di luar NTB.

Apabila dari 20.000 sarjana ini hanya diambil 2000 untuk menjadi PNS maka kemanakah nantinya 18.000 sarjana yang tidak lulus PNS? Apabila 18.000 sarjana ini tidak berupaya untuk mencari sumber penghasilan yang lain maka dimungkinkan akan semakin menambah daftar pengangguran terdidik di daerah kita. Hal ini tentunya akan menjadi PR besar bagi pemerintah. Untuk itu, sangat dibutuhkan solusi yang cepat dan tepat dalam menyelesaikan masalah ini.

Salah satu cara yang penulis tawarkan untuk membantu menyelesaikan masalah ini adalah dengan mencoba menggeser paradigma masyarakat (sarjana) dari PNS oriented (berorientasi menjadi seorang PNS) menjadi enterprenour oriented (berorientasi untuk menjadi seorang pengusaha) dan dibarengi oleh pemberian modal usaha serta pendampingan oleh pemerintah untuk mendukung unit-unit usaha yang diciftakan oleh masyarakat. Dengan demikian akan dapat membantu masyarakat (khususnya para sarjana) untuk membuat sumber penghasilan mandiri sehingga ketergantungan  untuk menjadi seorang PNS bisa diminimalisir.

Peluang Menjadi Seorang Enterprenour di Indonesia

Sebelum kita melihat seberapa besar peluang untuk menjadi seorang enterprenour di Indonesia, marilah kita coba simak beberapa definisi dari beberapa tokoh tentang enterprenour. Pertama, Peter F Drucker menyebutkan bahwa enterprenour itu merupakan Kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different). Kedua, Thomas W Zimmerer mengatakan bahwa enterprenour adalah penerapan berbagai kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari. Ketiga, Andrew J Dubrin mengatakan bahwa enterprenour itu adalah Seseorang yang mendirikan dan menjalankan sebuah usaha yang inovatif (Entrepreneurship is a person who founds and operates an innovative business). Keempat, Robbin & Coulter mengemukakan bahwa Entrepreneurship is the process whereby an individual or a group of individuals uses organized efforts and means to pursue opportunities to create value and grow by fulfilling wants and need through innovation and uniqueness, no matter what resources are currently controlled.

Pada intinya, seorang enterprenour atau pengusaha itu adalah orang yang mampu melihat, membaca, dan menciptakan peluang kemudian membuat peluang-peluang menjadi suatu karya yang kreatif dan inovatif sehingga memiliki nilai lebih yang dapat mendatangkan penghasilan.

Berbicara masalah peluang menjadi seorang enterprenour di Indonesia, dari berbagai sumber informasi yang sering kita dengarkan bahwa untuk membuat suatu Negara menjadi maju dalam bidang ekonomi hendaknya memiliki pengusaha minimal 2 persen dari total penduduk. Jumlah pengusaha di Indonesia pada saat ini baru mencapai sekitar 0.18 persen (baca: wirausahawan muda mulai dari lingkungan keluarga). Dengan demikian maka untuk sampai kepada 2 persen, Indonesia harus melahirkan pengusaha baru sebanyak 1,82 persen atau sekitar 4 juta pengusaha baru dari 240_an juta penduduk Indonesia. Dengan demikian, peluang untuk menjadi seorang pengusaha di Indonesia masih sangat terbuka lebar bagi orang yang mau untuk mengambil peluang ini.

Manfaat Menjadi Entrepreneur

Pada tulisan ini, penulis akan menyebutkan beberapa manfaat diantara sekian banyak manfaat menjadi seorang enterprenour dengan harapan semoga bisa menambah semangat kita untuk menjadi enterprenour.

 Pertama, menjadi seorang enterprenour itu memberikan peluang bagi seseorang untuk menjadi seorang terkaya didunia. Pernahkah anda menemukan bahwa orang-orang yg termasuk kedalam golongan orang terkaya di dunia berasal dari latar belakang sebagai PNS? Sebut saja misalnya bill gates, carlos slims, warrant buffet, ataupun misalnya orang-orang terkaya di Indonesia seperti bakri, chairul tanjung, R. Budi dan Michael Hartono dan lain-lain, mereka bukan berasal dari seorang PNS melainkan seorang pengusaha.

Bagi ummat islam, tentunya akan menjadikan rasulullah Muhammad SAW sebagai tauladan. Menjadikan beliau sebagai tauladan berarti kita harus berupaya untuk mengikuti petunjuk, cara, dan berbagai sifat yang beliau ajarkan dan wariskan. Salah satu yang bisa kita diteladani adalah kesuksesan beliau sebagai seorang bisnisman. Perjalanan bisnis beliau dijalankan selama 25 tahun dan berbisnis hingga ke berbagai Negara seperti yaman, syiria, busra, Iraq, yordania, dan Bahrain (baca : warisan nabi).

Kedua, menjadi seorang enterprenour itu membantu pemerintah dalam melakukan proses percepatan pembangunan daerah ataupun Negara. Semakin banyaknya jumlah pengusaha di suatu daerah ataupun Negara tentunya akan menambah lapangan kerja baru bagi masyarakat sehingga masyarkat bisa memperoleh lapangan kerja. Apabila kita melihat Negara-negara maju seperti amerika, china, jepang, singapura dan lain-lain maka kita akan mendapatkan kondisi ekonomi di Negara ini juga akan kuat. Oleh karena itu, salah satu langkah strategis untuk mempercepat kemajuan daerah dan Negara kita yakni melalui memperkuat pada sector ekonomi.

Ketiga, menjadi seorang enterprenour itu akan menjadikan seseorang sebagai salah satu sumber gaji PNS. Semakin besar bisnis seseorang tentunya pajaknya juga akan semakin besar. Pajak yang semakin besar ini akan meningkatkan jumlah pendapatan daerah ataupun Negara yang salah satunya dialokasikan  sebagai gaji PNS. Bukankah tangan diatas itu lebih baik daripada tangan dibawah???? Pilihan itu ada pada diri kita masing-masing. Wallahu’allam

Bogor, 06 Desember 2012

Salam Perjuangan

Muhammad Zulkarnaen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *