Merindukan Perubahan
March 11, 2013
Narasi besar menuju NTB bersaing: Lika-liku IPM
March 13, 2013

Berhenti Mengecam Kegelapan

Oleh  Muhammad Zulkarnaen *)

Muhammad Zulkarnaen

Muhammad Zulkarnaen

[Sasak.Org] Salah satu masalah  paling besar  yang dihadapi oleh daerah kita (Lombok) dan Indonesia secara umum adalah menyangkut masalah pendidikan. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dan keterbatasan biaya bagi anak yang kurang mampu, membuat pendidikan di negara ini menjadi suatu masalah yang cukup kompleks (Republika, 10 desember 2012). Padahal, pendidikan menjadi salah satu variabel yang mempengaruhi  Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang sering di jadikan sebagai tolok ukur untuk menentukan kualitas suatu daerah atau bangsa.

Untuk menyelesaikan permasalahan pendidikan ini, maka tidak sedikit para pakar melakukan berbagai penelitian, diskusi, seminar dan lain sebagainya untuk mencari solusi dalam menjawab permsalahan ini. Bahkan, masalah perbaikan pendidikan ini dijadikan sebagai janji-janji manis para calon pemerintah baik daerah ataupun pusat untuk menarik simpati masyarakat.

Salah seorang tokoh indonesia yaitu Anis Baswedan mencoba menyelesaikan permasalahan pendidikan melalui sebuah program yang diberi nama Indonesia Mengajar. Anis Baswedan yang juga Rektor Paramadina ini dalam sambutannya pada acara loka karya gerakan Indonesia Mengajar dan diskusi inisiasi penempatan pengajar muda mengatakan bahwa problem pendidikan itu tidak bisa diselesaikan jika kita hanya mengkritik, berkeluh kesah tanpa melakukan sesuatu yang kongkrit. Dengan demikian maka kehadiran Indonesia Mengajar menjadi wujud kongkrit dari upaya menyelesaikan permasalahan pendidikan.

Lebih jauh lagi, master dari International Security and economic policy Universitas Maryland ini menjelaskan bahwa pendidikan tidak hanya dipandang sebagai tugas konstitusional pemerintah tetapi juga menjadi tugas moril setiap orang terdidik. Dengan demikian maka pendidikan seharusnya menjadi kepedulian bagi setiap orang terdidik.

Apabila kita melihat kondisi daerah (Lombok-NTB). Kualitas pendidikannya bisa dikatakan masih berada pada posisi yang jauh tertinggal dari daerah-daerah yang lain. Padahal, jika kita melihat jumlah orang-orang terdidik di Lombok sangat mencukupi dalam mengupayakan peningkatkan kualitas pendidikan ini. Akan tetapi, yang jadi pertanyaan besar adalah apakah semua orang terdidik yang dimiliki ini mempunyai kepedulian dalam membantu meningkatan kualitas pendidikan di daerahnya. Jika iya, maka dalam rentang waktu yang tidak begitu lama, kualitas pendidikan akan menjadi lebih baik sehingga daerah kita (Lombok) memiliki daya saing dengan daerah lain. Jika tidak, maka berbagai kemungkinanpun akan kita temukan.

Pada akhir tulisan ini, penulis ingin mengutip sebuah ungkapan yang cukup menarik untuk kita sama-sama renungkan.. “Mari kita berhenti mengecam kegelapan, mari kita menyalakan lilin lebih banyak lebih baik”. Ungkapan ini merupakan spirit yang ditanamkan dalam menggerakkan Indonesia mengajar. Semoga kita semua tergerak untuk memberikan kontribusi nyata dalam memperbaiki kualitas pendidikan didaerah kita tercinta (Lombok). []

*) Koordinator Gerakan Lombok Menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *