Kamis, September 09, 2010
   
Text Size

Pencarian Artikel

Sampoerna Luncurkan Hutan Lestari dan Dukung NTB Hijau

Berita - Lingkungan

[Sasak.Org] Lahan kritis di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai 507 ribu hektar atau 26 persen dari luas daratan. Mencermati kondisi ini PT HM Sampoerna Tbk ikut peduli. PT HM Sampoerna Tbk bekerjasama dengan mitra penyedia tembakau PT Sadhana Arif Nusa meluncurkan program Hutan Lestari guna mendukung "NTB Hijau" di Pulau Lombok. Peluncuran program Hutan Lestari yang dipusatkan di komplek Kompi C Batalyon 742 Pringgabaya, Labuan Lombok, Lombok Timur (Lotim), Rabu (27/07), tersebut diantaranya dihadiri JOHN GLEDHILL President Director PT HM Sampoerna Tbk, dan KH ZAINUL MAJDI Gubernur NTB. Selain itu, hadir pula dalam kegiatan itu Muspida Kabupaten Lotim, tokoh masyarakat, serta kelompok tani setempat.

Pada peresmian program Hutan Lestari itu Sampoerna menyerahkan lebih dari tujuh juta bibit pohon yang bertujuan untuk rehabilitasi hutan, pelestarian lingkungan hidup sekaligus untuk mendorong pemberdayaan ekonomi setempat.

 

"Melalui program Hutan Lestari ini selain untuk mendukung program pemerintah NTB dalam melakukan rehabilitasi dan pelestarian hutan di Lombok juga bertujuan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi setempat dengan memanfaatkan lahan masyarakat yang berbasis kemitraan," kata JOHN GLEDHILL. Rehabilitasi hutan dan lingkungan hidup kini menjadi satu diantara agenda utama Pemprov NTB.
br> Data dari Dinas Kehutanan NTB, lahan kritis di daerah ini mencapai 507.000 hektar atau sekitar 26 persen dari luas daratan. Lahan kritis itu terdiri hutan kritis seluas 159.000 hektar dan lahan kritis non-hutan 348.000 hektar.

Lahan kritis itu sebagian besar berada di Pulau Lombok bagian Selatan dan Pulau Sumbawa bagian Timur. Pemprov NTB sejak 2008 menggalakkan program NTB Hijau yang bertujuan merehabilitasi lahan kritis di kawasan hutan dan non-hutan sekaligus menjadikannya sebagai potensi cadangan pangan dan energi terbarukan yang berkelanjutan.

"Kami menyadari upaya pelestarian lingkungan di NTB tidak lepas dari dukungan semua pihak. Karena itu, kami menyambut positif inisiatif dari Sampoerna dan Sadhana dalam mengembangkan hutan lestari ini," kata Gubernur NTB. Gubernur optimistis melalui program tersebut akan dapat memberi manfaat seperti teratasinya lahan kritis di wilayah Lombok serta dapat mendorong terciptanya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Program Hutan Lestari ini diwujudkan melalui program kemitraan dengan masyarakat dalam hal penanaman 5.000 pohon turi dan 400 jenis lainnya per hektar lahan dan didukung program pendampingan intensif untuk mencapai hasil maksimal.

"Program ini selain mempunyai nilai ekonomis, dimana petani pemilik lahan bisa mempunyai penghasilan dari pohon yang ditanam sekitar 10-20 juta per tahun, juga menjadi salah satu solusi mencegah kebakaran hutan, karena setiap petani menjaga asetnya. Saat ini masih menjadi mimpi, mudah-mudahan bisa segera kita wujudkan bersama-sama," kata KUSWANTO SETYABUDI Direktur PT Shadana Arif Nusa dalam kegiatan peluncuran Hutan Lestari di Kabupaten Lombok Timur.

Add comment


Security code
Refresh


Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org

Ucapan Terimakasih

Unitiga Rekayasa System

Pengunjung

Kami memiliki 102 Tamu online

Login Form

Kosakata Hari Ini

Empit

Empit adalah istilah bahasa sasak untuk kerak nasi. Kerak nasi biasanya terbentuk pada proses memasak nasi secara tradisional (menggunakan api langsung) pada dasar wadah penanak. Lihat juga : empit pada KBS
 

Multimedia Sasak

This text will be replaced

Shout Box

ShoutMix chat widget

Komentar Terbaru