Ditulis oleh Administrator Sabtu, 19 Desember 2009 10:36
Lombok Tengah [Sasak.Org] Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) masih memperbicangkan nama yang tepat untuk Bandara Internasional Lombok (BIL) yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.
"Ada sebagian masyarakat yang mengiginkan nama bandara diambil dari nama raja di Lombok Tengah, yakni Raja Pejanggik, dengan sebutan Bandara Internasional Pejanggik," kata Ketua Komisi IV DPRD NTB Patompo Adnan kepada wartawan di Mataram, Selasa (15/12).
Patompo mengatakan, ada juga masyarakat yang mengharapkan namanya tetap bandara internasional Lombok Baru atau bandara internasional Zamina, tokoh tokoh kharismatik Lombok.
Seusai mengikuti sidang paripurna DPRD NTB, Patompo menjelaskan yang berhak menentukan nama bandara tersebut adalah Pemerintah Provinsi NTB setelah berembuk dengan tokoh masyarakat, adat dan agama. "Untuk memberikan nama kepada BIL tidak perlu persetujuan dari DPRD kecuali anggaran pembangunan untuk bandara tersebut," katanya.
Patompo juga menyatakan, Komisi IV berpandangan nama yang cocok adalah BIL, karena sejak disebut BIL hingga kini belum ada masyarakat dari Pulau Sumbawa yang protes.
Nama BIL sudah tidak asing lagi di amsyarakat," katanya
Menurutnya, operasional BIL saat ini masih menghadapi kendala yakni ketersediaan listrik, sehingga pemerintah provinsi harus bekerja keras agar listrik tersedia.
Sementara, menurut rencana, Pemerintah Provinsi NTB akan melakukan uji coba pendaratan perdana pesawat di BIL pada 17 Desember 2009 bertepatan dengan HUT NTB, namun kemungkinan tidak bisa karena tidak tersedia listrik.
Patompo mengatakan, NTB hingga kini masih krisis listrik, tetapi khusus untuk BIL akan disediakan sekitar 20 mega watt karena yang butuh listrik bukan seluruh bangunan, tetapi untuk bagian yang penting dan prioritas saja. "Jika NTB belum sanggup menyediakan listrik untuk operasional BIL, pemerintah bisa menyewa mesin yang dananya dianggarkan melalui APBD sekitar Rp5 miliar," katanya.
Kalau BIL rampung dan beroperasi, lanjut Patompo, fungsinya tidak hanya untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan ke NTB, tetapi juga untuk embarkasi haji. "Calon haji NTB hingga kini masih menggunakan embarkasi haji bandara Juanda Surabaya," katanya.
Patompo mengatakan, jika BIL di Kabupaten Lombok Tengah rampung, otomatis calon haji tidak perlu lagi ke Surabaya. [EL, Ant/Gatra]
Hasil Polling Pengunjung Sasak.Org Mengenai Nama Bandara di Lombok Tengah

Votes: +0
Votes: +0
kan pencerahan..semoga pemda atau siapapun yang bertanggung
jawab atas pembangunan BIL ini tak sekedar asal cuap ( omdo )..he..hee.
Votes: +0
Votes: +0
Votes: +0

Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org

