Ditulis oleh M. Roil Bilad Senin, 28 Desember 2009 23:24
Mataram [Sasak.Org] Kompor gasifikasi "tembara" atau oven tembakau menggunakan bahan bakar batu bara yang ditemukan dosen Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram), Ir Sudarmadji Rahardjo MS merupakan solusi terbaik untuk oven tembakau virginia. "Dari sejumlah alternatif tungku yang ada, yang paling kecil biayanya adalah alat gasifikasi tembara tersebut," katanya di Mataram, Kamis (24/12).
Sudarmadji yang juga anggota tim koordinasi penanganan konversi energi alternatif untuk oven tembakau di Provinsi NTB mengatakan, penggunaan kompor ini berbahan bakar batu bara yang biayanya Rp 8,9 juta untuk tujuh kali pengovenan. "Kalau menggunakan bahan bakar minyak tanah bersubsidi, biaya yang dibutuhkan untuk tujuh kali mengoven mencapai Rp10,32 juta, sedangkan kalau minyak tanah non-subsidi bisa mencapai Rp24,50 juta," katanya.
Begitu juga kalau mengoven tembakau virginia dengan menggunakan bahan bakar elpiji, biaya yang dibutuhkan mencapai Rp17,86 juta dan jika menggunakan kayu biayanya sebesar Rp8,79 juta, namun ini akan berdampak terhadap lingkungan.
Menurutnya, biaya yang dibutuhkan untuk mengoven tembakau menggunakan kompor gasifikasi berbahan bakar batu bara sebanyak Rp1,25 juta, sedangkan jika menggunakan kompor gasifikasi minyak tanah biayanya mencapai Rp1,96 juta, jadi biaya bisa dikurangi sebesar Rp700.000.
Ia mengatakan jika menggunakan kayu untuk mengoven tembakau viginia di Lombok, maka kerusakan hutan akan semakin parah, karena setiap musim panen akan banyak kayu di hutan yang ditebang untuk bahan bakar oven tembakau. "Karena itu menurut saya solusi teknologi pengovenan tembakau virginia yang paling menguntungkan adalah menggunakan kompor gasifikasi tembara, keuntungan lain penggunaan alat ini adalah ramah lingkungan," katanya.
Penggunaan kompor gasifikasi tembara ini cukup menguntungkan petani, karena biayanya relatif kecil dan hasilnya cukup baik, karena itu saya menganggap ini merupakan solusi teknologi pengovenan tembakau virginia yang paling tepat," katanya.
Sudarmadji mengatakan kompor gasifikasi temuannya itu akan diproduksi secara massal oleh PT Gerbang NTB Emas (GE) dan akan dijual dengan harga Rp6 juta perunit dan masa pemakaian kompor tersebut bisa tiga tahun lebih. (Ant)

lha... kreen skali namanya... laguk tiang bingung berembe modelne. Tiang tanya ke petani tembako... Mereka bilang sudah lama pakai batubara, hanya model tungkunya saja yang beda dengan yang dulu menggunakan minyak tanah. prinsipnya sama panas pembakarannya dialirkan melalui cerobong.
tulung juluk semeton... berembe model teknologi gasifikasi yang katanya baru ditemukan nike... sebab kalau perhitungan selisih harga saja petani tembako saja sudah hafal
ampure...
Votes: +0

Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org

