Ditulis oleh Administrator Selasa, 09 Maret 2010 07:58
Lombok Tengah [Sasak.Org] Bupati Lombok Tengah, Lalu Wiratmaja, SH bersikukuh akan mengusulkan nama baru untuk Bandara Internasional Lombok. Walaupun saat ini telah banyak beredar berbagai saran dan masukan terkait nama yang akan digunakan untuk Bandara Internasional yang dibangun di Tanak Awu, Calon Bupati Lombok Tengah yang kembali mencoba keberuntuntungan untuk kedua kalinya ini memilih nama Gajah Mada Airport (GMA) atau Bandara Gajah Mada.
GMA muncul karena alasan nama inilah yang paling netral dan melambangkan persatuan dari semua nama nama lain yang bersifat kedaerahan yang pernah diusulkan. ” Jika BIL nantinya akan diberi nama berdasarkan nama-nama kerajaan, tokoh masyarakat Lombok atau berdasarkan adat dan budaya masyarakat lokal, hal itu dikhawatirkan akan memicu perpecahan. Saya lebih cenderung memakai nama Bandara Gajah Mada karena disamping sosok Gajah Mada merupakan lambang pemersatu nusantara juga mahapaitih kerajaan Majapahit ini diyakini menghilang antara pulau Bali dan Lombok. ” kata Lalu Wiraatmaja sebagaimana dikutip dari Global FM Lombok di Mataram, Senin (8/3).
Kabar penggunaan nama GMA ini kemudian menyebar melalui situs jejaring sosial ternama Facebook. Melalui laman FB Komunitas Sasak dan mailing list Komunitas Sasak, tanggapan tanggapan bermunculan dari masyarakat sasak, baik yang tinggal di Pulau Lombok maupun yang sedang berada diperantauan. Yang menarik, semua komentar sangat menyayangkan kemunculan saran ini.

Berdasarkan hasil polling Komunitas Sasak yang telah dibuat pada tanggal 10 Januari 2009 dan masih bisa diisi sampai saat ini, mayoritas menginginkan nama Bandara Internasional Lombok atau Lombok International Airport. Lombok International Airport (LIA) dipilih 40.4%, Sasak International Airport (SIA) 20%, Rinjani International Airport (RIA) 46 16.7%, Mandalika International Airport (MIA) 10.9%, Selaparang International Airport (S...IA) 8%, Pejanggik International Airport (PIA) 2.9%, dan Arya Banjar Getas International Airport (ABGIA) 1.1%.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen) Kementerian Perhubungan, Herry Bakti, memastikan Bandara Internasional Lombok (BIL) di Tanaq Awu, Lombok Tengah, NTB, bisa beroperasi Juli, mendatang. Ini dikatakan mengingat pembangunan sarana fisik saat ini telah mencapai 95 persen [WKS]

Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org
Tautan ke Situs Lain
Pengunjung
Login Form
Multimedia Sasak
Shout Box
Komentar Terbaru
Sejarah Kerajaan di Lombok
Salam,saya sangat berbesar hati dan terima kasih kalau saudara ada menyimpan atau ada informasi tent...
By zul
Sejarah Kerajaan di Lombok
Salam untuk semua.Saya berminat untuk mengetahui tentang sejarah tentang keturunan Pejanggik.Saya sa...
By zul
MENUJU SWASEMBADA BERAS ORGANI...
Pertanian organik perlu u/ dikembangkan mengingat kesadaran masyarakat dunia u/ hidup sehat semakin ...
By ardianto
Presiden Canangkan Bebas Pemad...
iya mati teruzz, jadinya adik Q g bisa belajar kalo malam hariii.... syukurlah sekarang ada kesadara...
By ramadhan
Bandara Internasional Lombok D...
Salaam, semoga lebaran nanti kalau pulang kampung dah mendarat di tanah awuk alias BIL, amin.
By Le Muji
Warga mengungsi akibat oknum p...
Salaam, mesi arak sik ngene ndih ? ngusir bangse ne sendiri,padahal selepuk ne dengan sasak,ape ndek...
By Le Muji
Dampak Negatif Internet Oleh P...
bwd rere , gg usah coment . tu smua tuch pntgg bgtzz infox . !!!
By vii
DRAMA SASAK: Jaran Guyang
ga' lucu ach,cz belum liat ceee.klamaan loadingx.
By othed
Tujuh Dosa Besar Kita
Lek Gumi Sasak, sdh tdk lagi bisa kita hitung banyaknya Ustazd dan Tuan Guru, bilangDese, bilang Das...
By H.MUSA SHOFIANDY
Presiden Canangkan Bebas Pemad...
udah ga da pemadaman po??dari dulu kek...
By Hendri Rahman


Comments
atau Bandara International Tanak Awu sesuai daet aran dese sak taok bandara tie.....Bupati ape side..........????????????
"apa arti sebuah nama"
pepatah ini mungkin tepat skrg karena pada dasarnya nama tidak terlalu penting dibandingkan persiapan SDM dan alam. kedua faktor diatas yang dapat menjaga daya tarik kita sebagai tujuan wisata..
untuk itu saya mohon kepada yang merasa jadi pemimpin daerah untuk selalu memperhatikan itu,,
"apa arti sebuah nama"
pepatah ini mungkin tepat skrg karena pada dasarnya nama tidak terlalu penting dibandingkan persiapan SDM dan alam. kedua faktor diatas yang dapat menjaga daya tarik kita sebagai tujuan wisata..
untuk itu saya mohon kepada yang merasa jadi pemimpin daerah untuk selalu memperhatikan itu,,
Jika orang yang lupa sejarh ini mau memimpin Lombok Tengah, mau jadi apa Lombok tengah???
Kita harus bercermin dari daerah lain yang membanggakan identitas diri, apakah lombok ini sudah kehilangan identitas dan jati diri sampai kita nebeng nama daerah lain.
Mungkin mamiq ngoh tidak mengerti, tolong generasi yang berpendidikan di Lombok tengah, ingatkan pemimpinnya.
Jika pemimpin saja tidak mau mengakui identitas daerah terus bagaimana dengan komitmennya untuk memajukan daerah.
LOMBOK INTERNATIONAL AIRPORT (LIA) titik.
jangan aneh2 lah... pake gajah mada segala... atau mungkin maksud bupati klo dia mati nanti diganti WIRATMAJA AIRPORT.. he..he...
Rinjani International Airport (RIA)
Mengenai usulan Ngoh, semeton senamian harus tahu dulu kualifikasi dan tingkat pendidikan beliau. Kalau mengingat itu, pasti gak mau komentar. Gak penting.
Yang terprnting, mari persiapkan diri kita untuk menghadapi geliat perubahan dari beroperasinya BIL dan lombok sebagai kawasan wisata terpadu. Jangan hanya jadi sasak momot meco yang kelak hanya jadi penonton di tanah sendiri.
Mudah2an becat waras bae aneh..
Kalau mau cari netralnya, Lombok International Airport (LIA) atau BIL aja udah cukup netral dan dengan jalan ini nama Lombok akan terdaftar di komunitas penerbangan dan ticketing di seluruh dunia.
Kalau mau maksa pakai Gajah Mada Airport, kenapa ga sekalian aja pakai nama OBAMA AIRPORT! Dijamin dech, banyak orang Amerika yang bakalan jadi turis ke Lombok karena penasaran: Seperti apakah sih bandara yang dibangun oleh BANGSA PRIMITIF itu?
1. Bandara Sultan Hasanuddin --> karena memang doi sultan di Makassar (cocok)
2. Bandara Adi Sucipto --> pendiri sekolah penerbang di Yogya pahlawan nasional pula. (cocok)
3. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin --> orang Palembang asli, Sultan pula disono.. (cocok)
4. Bandara Polonia Medan --> dulu yg punya tanah orang Polandia, dan yang ngebangun pun orang Belanda. (cocok)
5. Bandara Ngurah Rai --> tau sendiri kan? (cocok)
6. Bandara Gadjah Mada --> makam'nya Gadjah Mada 'disinyalir' ada di Lombok.. kakinya pernah nginjek Lombok (FAIL)
Maklum bupati udah tua, kearifan lokal pun beliau udah lupa.. makanya sasakismenya pudar.
RSS feed for comments to this post.