Ditulis oleh Administrator Selasa, 27 April 2010 18:20
Mataram [Sasak.Org] Nusa Tenggara Barat akan menjadi tuan rumah pertemuan Kelompok Kerja Pariwisata Asia Pasifik atau Tourism Working Group (TWG) Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), yang dijadwalkan berlangsung 4-7 Mei mendatang.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, lalu Gita Ariadi, mengemukakan hal itu di Mataram, Selasa (27/4). Ia menjelaskan upaya NTB memperbanyak wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) demi kesuksesan program Visit Lombok Sumbawa (VLS) tahun 2012 dengan target satu juta wisatawan.
"TWG-APEC di NTB itu akan diikuti 20 ekonom dari negara Asia-Pasifik, 50 delegasi dan dua perwakilan World Tourism International Councill (WTIC)," ujarnya.
Dia menyebut negara-negara Asia-Pasifik yang akan hadir dalam TWG-APEC ke-36 di NTB itu antara lain Jerman, Amerika Serikat, Filipina, Thailand dan Vietnam. Dengan demikian, pertemuan internasional itu dipastikan akan menyedot kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik dalam jumlah banyak.
Selain meminta pemerintah pusat menggelar kegiatan di Pulau Lombok, pemerintah dan pelaku pariwisata di NTB juga menggelar beragam even yang dapat menarik wisatawan. Ariadi optimistis, kunjungan wisatawan ke wilayah NTB akan terus menunjukkan tren peningkatan hingga melebihi satu juta wisatawan di tahun 2013.
Pemerintah Provinsi NTB meningkatkan target kunjungan wisatawan pada 2010 menjadi 700.000 orang. Semula pihaknya menargetkan kunjungan wisatawan pada tahun ini 638.300 orang atau meningkat 15 persen dari target tahun 2009 yakni sebanyak 556.021 yang mengalami peningkatan 110 persen dari tahun 2008.
Namun, sejak dua tahun terakhir ini realisasi kunjungan wisatawan selalu melebihi target seperti kunjungan wisatawan tahun 2009 yang mencapai 619.370 orang atau melebihi target 556.021 orang itu. Dari 619.370 orang wisatawan itu, sebanyak 386.845 orang di antaranya merupakan wisatawan nusantara dan 232.525 orang wisatawan mancanegara.
"Target semula sebanyak 638.300 orang itu didasarkan pada hasil kalkulasi capaian kunjungan wisatawan di tahun 2009 yang melebihi target, namun karena Pak Gubernur menghendaki targetnya ditingkatkan maka kami pun optimis bisa menembus angka 700.000 itu," ujarnya.(Ant/BEY/MI)

Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org
Tautan ke Situs Lain
Pengunjung
Login Form
Multimedia Sasak
Shout Box
Komentar Terbaru
Tutorial Pembuatan Biogas Skal...
Pakai gas washer dengan menggunakan NaOH untuk mengikat karbon diaoksida yang terbentuk, sehingga ti...
By HendriW
Calon Bupati Lombok Tengah (2)...
gimana nih tim sukses salam, katanya 1 putran nyanya 2 ptran. kayaknya tim sukses salam udah kellaha...
By jagoan
NTB, Jembatan Ekonomi Indonesi...
Mudaha-mudahan selapuk ne jari bagus, tp hal mendasar yang harus kita benahi bersama untuk menyikapi...
By Eb
Sabotase Listrik saat Warga Ta...
seharusnya si wisatawan tu ngerti kalo saat ini bulan ramadhan, kalo memeng seperti itu perlakuannya...
By Narain Topandas
Kekeringan, Warga Lombok Krisi...
Semethon-semethon leq Lentek, daweg, rau'n bae gawah-gawah lauq siku adin sere sempurne gering. Upay...
By Arya
Sabotase Listrik saat Warga Ta...
umat Islam yang lain kok gak ada respon, orang macam ini nih yang seharusnya diganyang.
By Nietha
Maulid Adat di Desa Sesait, Ke...
Maaf mas dan mba yang berasal dari desa sesait, minta pertolongan yg ikhlas dari anda semua. saya se...
By arie mahendra
BUDIDAYA TEMBAKAU VIRGINIA DI ...
replied for #MRB Saya sedang menjalani project mengenai tembakau d kota Lombok, kalau boleh saya min...
By Ryan AP
Kekeringan, Warga Lombok Krisi...
sukuri yg sudah diberi, tidak mustahil pulau lombok akan kering bila tidak kita jaga
By hari
Pemkab Lotim Ajukan Harga Dasa...
Kami mohon kepada Pemerintah jangan siksa kami (petani tembakau) kami capek begini terus. Minyak ind...
By Ahmad Afandi


Comments
Sukses Visit Lombok Sumbawa 2012.
*belajar banyak dari BALI dan SINGAPURA*
Namun itu sebenarnya positif jg ,tp belum lah ada tanda2 hasil dr perjalanan itu, krn Kelompok2 Seni--lembaga2 Budaya--para Guide lokal, belum pernah sm skali di berikan sentuhan,..malah makin di marginal kan.
yg terangkat justru perang di LOTENG sbg Promosi Wisata nya HkwA ha ha ha aha... ha...
tp sungguh di sayang kan PEMDA ini membleee...bahkan sprti nya berbicara pengembangan Ekonomi masyarakat lewat Pariwisata masih ragu2, sbg bukti sampai saat ini Pembinaan kpd Kelompok2 seni Budaya, Pengrajin2 tenun//gerabah dll hy brjalan sendiri2 saja...
Even2 Budaya buat persiapan yg di maksudkan sbg Visual Ruang buat rancangan suguhan kpd Wisatawan itu belum ada sm sekali...Kasiaaan NTB
Mulai dari penyelenggaraan event MICE, promosomi VLS, perbaikan infrastruktur. Tapi ya begitu, orang hanya bisa ngomel saja tanpa kasih solusi dan bicara jargon saja.
Saya kira hanya bicara kasihan ini, kasihan itu tanpa bicara masalah real yg ada seperti dana, SDM dan partisipasi rakyat untuk menciptakan peluang akan sia-sia omongan anda untuk peraikan pariwisata. Kita sendiri yang harus menciptakan peluang untuk duru kita sendiri. Kalau hanya mengecam dan merendahkan saja bukan seorang ki ageng juga bisa...
jeri Nani?Yaqte pade wirid juluq//laun bai juluq Ekonomi pariwisata saq mento2 jeqn, Kun Propinsi jerin Gubenur--melik Kun Lotim Uiq ariqn Jeri Datu, bu nani Kun Loteng siyaq endah ariqn Nyalon milu , Ye geti iku..sang lemaq araq solusi lain selain pariwisata Eto...sabar juluq...
Anda bicara tentang lembaga2 budaya, kelompok2 seniman/pengrajin dll, apakah itu semua anda serahkan ke pemerintah? Mana dong partisipasi dan inisiatif masyarakat sendiri untuk mengembangkan diri mereka sendiri, padahal untuk berhasil di manapun 90 % adalah usaha sendiri bukan bantuan pemerintah. Pemerintah toh tidak terlibat langsung dengan keseharian kita dalam berkarya.
Apa anda menginginkan warga kita harus momot meco menunggu pemerintahnya untuk melakukan sesuatu baru bergerak?
Saya tidak menafikan pemerintah pastilah banyak kekurangannya, tapi kalau semua diserahkan ke pemerintah supaya bisa maju dan bergerak, maka pasti akan gagal.
Dan mungkin ini yg terjadi dengan apa yg anda sebutkan di atas, terlalu bergantung pada pemerintah dan tidak punya inisiatif.
Ini forum sharing dan bisa juga untuk forum berdebat. Toh berdebat bukan berarti suatu yg negatif jika tidak debat kusir yg tidak jelas topik yg dibicarakan dan yg disampaikan.
Saya hanya ingin menegaskan suatu program berjalan sukses tidak mengandalkan 1 pihak saja dalam hal ini pemerintah. Semua kegiatan yg baik dan buruk bukan monopoli pemerintah saja.
Stake holder kegiatan pariwisata kan bukan hanya pemerintah tapi masyarakat pariwisata seperti perhotelan dan masyarakat budaya/seni. Dari yang saya tangkap kebanyakan dari penggiat pariwisata ini terlalu mengandalkan program dari pemerintah dan tidak mau berinovasi menciptakab peluang sendiri. Apa mau semuanya diserahkan ke pemerintah sampai hal yg teknis dan rutin?
Mengenai kegiatan penunjang pariwisata sendiri ada byk mcm event, ada yg cultural heritage seperti saudara bilang dan ada yg informal seperti MICE, exhbition, olahraga marathon dll. Jadi yg anda ungkapkan itu hanya 1 sisi saja.
Jika kt Sayang Gubenur untuk berlanjut sampai 2 Priode bila perlu nanti, jadi Justru Hal2 demikian lah yg patut di benahi Juga,..kalau kt hy mau menutup2inya Ya itu bukan membangun Pariwisata namanya,..tp malah akan menjadi Catatan2 buruk kedepan nanti...
Dan maaf saya bkn ustad dan tidak mewakili siapa-siapa hanya ingin menanggapi pendapat anda di forum ini yg saya kurang setuju.
Saya mungkin tidak paham tapi dari komentar anda sblmnya jbahwa begitu banyak permasalahan yg anda sebutkan tadi dari awal
anda seolah memfilter diri bahwa ini salah 1 pihak yaitu pemerintah
tanpa melihat peluang mslh yg lebih besar seperti yg sy sebutkan yaitu dana, SDM, Keamanan, infrastruktur (jalan +listrik) dan
partipasi stake holder yg lain.Byk faktor yg membuat pariwisata NTB kurang berhasil dibanding misalnya Bali.
Dana NTB ini terbatas, masih mengemis ke APBN perihal memperbaiki infrastruktur dasarnya
apalagi utk membiayai kegiatan lain. SDM kita pun kurang memadai, dari segi penguasaan bahasa, seni budaya dan service.
Bagi saya kegagalan dan kurang gaungnya kegiatan seni budaya yg anda sebutkan itu karena semua pihak termasuk pemda dan anda sbg pelaku kurang inistiaf.
Pariwisata adalah bisnis servis, bukan hanya dari promosi yg efektif, tapi berjalan dari mulut ke mulut. 1 kesan yang jelek diceritakan ke byk orang, tapi kesan bagus mungkin hanya utk diri sendiri.
RSS feed for comments to this post.