Kamis, September 09, 2010
   
Text Size

Pencarian Artikel

NTB Tuan Rumah Pertemuan Pariwisata Asia-Pasifik

Visit LombokMataram [Sasak.Org] Nusa Tenggara Barat akan menjadi tuan rumah pertemuan Kelompok Kerja Pariwisata Asia Pasifik atau Tourism Working Group (TWG) Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), yang dijadwalkan berlangsung 4-7 Mei mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, lalu Gita Ariadi, mengemukakan hal itu di Mataram, Selasa (27/4). Ia menjelaskan upaya NTB memperbanyak wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) demi kesuksesan program Visit Lombok Sumbawa (VLS) tahun 2012 dengan target satu juta wisatawan.

"TWG-APEC di NTB itu akan diikuti 20 ekonom dari negara Asia-Pasifik, 50 delegasi dan dua perwakilan World Tourism International Councill (WTIC)," ujarnya.

Dia menyebut negara-negara Asia-Pasifik yang akan hadir dalam TWG-APEC ke-36 di NTB itu antara lain Jerman, Amerika Serikat, Filipina, Thailand dan Vietnam. Dengan demikian, pertemuan internasional itu dipastikan akan menyedot kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik dalam jumlah banyak.

Selain meminta pemerintah pusat menggelar kegiatan di Pulau Lombok, pemerintah dan pelaku pariwisata di NTB juga menggelar beragam even yang dapat menarik wisatawan. Ariadi optimistis, kunjungan wisatawan ke wilayah NTB akan terus menunjukkan tren peningkatan hingga melebihi satu juta wisatawan di tahun 2013.

Pemerintah Provinsi NTB meningkatkan target kunjungan wisatawan pada 2010 menjadi 700.000 orang. Semula pihaknya menargetkan kunjungan wisatawan pada tahun ini 638.300 orang atau meningkat 15 persen dari target tahun 2009 yakni sebanyak 556.021 yang mengalami peningkatan 110 persen dari tahun 2008.

Namun, sejak dua tahun terakhir ini realisasi kunjungan wisatawan selalu melebihi target seperti kunjungan wisatawan tahun 2009 yang mencapai 619.370 orang atau melebihi target 556.021 orang itu. Dari 619.370 orang wisatawan itu, sebanyak 386.845 orang di antaranya merupakan wisatawan nusantara dan 232.525 orang wisatawan mancanegara.

"Target semula sebanyak 638.300 orang itu didasarkan pada hasil kalkulasi capaian kunjungan wisatawan di tahun 2009 yang melebihi target, namun karena Pak Gubernur menghendaki targetnya ditingkatkan maka kami pun optimis bisa menembus angka 700.000 itu," ujarnya.(Ant/BEY/MI)

Comments  

 
+2 # pasarjogja.com 2010-04-28 01:57
Semoga Lombok dan Sumbawa menjadi tujuan wisatawan mancanegara, dan mampu menjadi pesaing Bali yang sudah sangat terkenal...

Sukses Visit Lombok Sumbawa 2012.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
+2 # lalu hariawan zakari 2010-04-28 13:46
pariwisata yg maju harus didukung oleh kesadaran masyarakat akan sapta pesona. jika tidak, hal tersebut hanya akan menjadi angan2 yang takkan mungkin kesampaian. lombok boleh saja indah namun jika masyarakatnya tidak menjaga kebersihan (khususnya objek wisata), keamanan maka mustahil bisa menjadi destinasi wisata dunia.
*belajar banyak dari BALI dan SINGAPURA*
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
+1 # ki ageng sasak 2010-04-28 21:50
Kami mencermati sdh bbrp Momen yg selalu menjadi Motivasi dari Pusat dlm rangka membangun Pariwisata NTB ,Namun Fakta nya PEMDA seakan2 mengabaikan hal itu, malah justru ,yg lebih di kedepan kan kunjungan Pejabat ke Luar negeri...

Namun itu sebenarnya positif jg ,tp belum lah ada tanda2 hasil dr perjalanan itu, krn Kelompok2 Seni--lembaga2 Budaya--para Guide lokal, belum pernah sm skali di berikan sentuhan,..malah makin di marginal kan.

yg terangkat justru perang di LOTENG sbg Promosi Wisata nya HkwA ha ha ha aha... ha...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
+2 # bajang lauk 2010-04-29 12:00
pantai kuta di lombok tengah dipromosikan dong. jarang sy lihat iklan2 ato acara2 yg menampilkan pntai kuta dan sekitarnya, padahal klo sy rasa pantai kuta lebih bagus dari pantai senggigi. n sy sarankan pihak yang bertanggung jawab atas image ketidakamanan lombok tengah (warga desa ketare) diusir dari pulau lombok.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # ki ageng sasak 2010-05-01 12:36
Kasiaaan Kepariwisataan NTB...lebih2 lagi Lombok nya...Kasiaaann...tamu2 yg berdatangan itu msh hy krn hasil dr org prhotelan itu sendiri yg antusias dgn berbagai cara mrk bergerak promosi demi NTB...

tp sungguh di sayang kan PEMDA ini membleee...bahkan sprti nya berbicara pengembangan Ekonomi masyarakat lewat Pariwisata masih ragu2, sbg bukti sampai saat ini Pembinaan kpd Kelompok2 seni Budaya, Pengrajin2 tenun//gerabah dll hy brjalan sendiri2 saja...

Even2 Budaya buat persiapan yg di maksudkan sbg Visual Ruang buat rancangan suguhan kpd Wisatawan itu belum ada sm sekali...Kasiaaan NTB
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
-2 # Syahril Sulaiman 2010-05-02 10:12
Ah anda hanya bisa ngomel saja dan merendahkan upaya orang saja. Saya kira banyak hal yang sudah dikerjakan pemda NTB dan pemda kabupaten/Kota terutama yang daerahnya punya potensi wisata dan saat ini gaungnya lebih baik dari masa sebelumnya dari tingkat nasional lebih baik. Ini momentum yang baik apalagi menyambut VLS 2012.
Mulai dari penyelenggaraan event MICE, promosomi VLS, perbaikan infrastruktur. Tapi ya begitu, orang hanya bisa ngomel saja tanpa kasih solusi dan bicara jargon saja.
Saya kira hanya bicara kasihan ini, kasihan itu tanpa bicara masalah real yg ada seperti dana, SDM dan partisipasi rakyat untuk menciptakan peluang akan sia-sia omongan anda untuk peraikan pariwisata. Kita sendiri yang harus menciptakan peluang untuk duru kita sendiri. Kalau hanya mengecam dan merendahkan saja bukan seorang ki ageng juga bisa...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
+1 # ki ageng sasak 2010-05-01 12:46
Heyiii..bajang Lauq@..? Edaq tadaht nani yaq pengiruf Pariwisata siyaq juluq...kembiqm peleq Ulamaq jeri Datu uiq eto, Ulama iku pembimbing Ummat, yaqn meneng Kun pondok2 pesantren...

jeri Nani?Yaqte pade wirid juluq//laun bai juluq Ekonomi pariwisata saq mento2 jeqn, Kun Propinsi jerin Gubenur--melik Kun Lotim Uiq ariqn Jeri Datu, bu nani Kun Loteng siyaq endah ariqn Nyalon milu , Ye geti iku..sang lemaq araq solusi lain selain pariwisata Eto...sabar juluq...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
+1 # ki ageng sasak 2010-05-03 16:15
Ha ha ha ha...Ada byk cara mereflexi dan merespon suatu keadaan yg Real ada nya,..Terutama dlm memberikan motivasi tdk lah mesti dgn Ucapan2 surat Cinta&kalimat2 pengasih kpd PEMDA itu sendiri..Kami pelaku sendiri yg merasakan Dampak nya belum merasa terakomodir di lapangan yg dulu nya ,bgitu byk Even2 Budaya mati suri tdk jalan lagi,promosi Wisata dr kab//kota ikut lenyap,-Lembaga2 Adat Budaya//kelompok2 seniman//pengrajin//guide2 lokal biasanya Rame--skrg semua seakn2 py Jarak...Maaf ini sentuhan Buat kt semua&yg merasa org Pemda silah kan jd bahan Evaluasi nya...Salam Hormat
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
-2 # Syahril Sulaiman 2010-05-04 08:41
Ya memang, setiap orang punya cara sendiri mengungkapkan kekecewaannya. Tapi sinisme yang berlebihan terhadap apapun yg dilakukan orang juga tidak membantu apa2.
Anda bicara tentang lembaga2 budaya, kelompok2 seniman/pengrajin dll, apakah itu semua anda serahkan ke pemerintah? Mana dong partisipasi dan inisiatif masyarakat sendiri untuk mengembangkan diri mereka sendiri, padahal untuk berhasil di manapun 90 % adalah usaha sendiri bukan bantuan pemerintah. Pemerintah toh tidak terlibat langsung dengan keseharian kita dalam berkarya.
Apa anda menginginkan warga kita harus momot meco menunggu pemerintahnya untuk melakukan sesuatu baru bergerak?
Saya tidak menafikan pemerintah pastilah banyak kekurangannya, tapi kalau semua diserahkan ke pemerintah supaya bisa maju dan bergerak, maka pasti akan gagal.
Dan mungkin ini yg terjadi dengan apa yg anda sebutkan di atas, terlalu bergantung pada pemerintah dan tidak punya inisiatif.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
+1 # mamiq jagat 2010-05-04 13:51
SALLIIM ALAIKA YA ustadz SYAHRIL SULAIMAN, Maaf tiang Nibrung Silaturrohmi,ni ki hy media sharing buat kt sm2 saling ingatkan ,bukan forum debat nggih ?teori anda itu bagus sekali tp klo kt cermati bhs2 si KSs itu pelaku Lapangan ya kt tentunya berat juga mmbantah pengalaman dia,drpd sy hrs berteori terus...Sy jg dr mataram klo dulu Even2 Budaya yg ada Cukup rame skali,yg tentunya pelaku nya pr Seniman/budayawan& sbg bntuk Reflexi pengenalan Kain2 tenun&pernak-pernik Tradisional NTB,smua itu ada dlm Kalender EVEN tahunan,mrk semua ttp ada,cumn PEMDA itu yg programkan sbg wujud kpdulian nya,(pokoknya sprt thn2 dulu)Festival/gelar budaya/parade budaya atau apa kek/seminar2/dialog adat budaya dll.jgn menyeram kan teruuus dong dlm mnyambut tamu2 Luar-pejabat2 mnteri cukup nunggu di Hotel sj/imbal balik masyarakt yg mrintis &mmprtahankan Tradisi mrk kok nggk di sentuh2.Tp malah perwakilan pejabat yg keluar negeri dan pulang2 hy cukup bicara di koran,dn tdk ada Sinergi kebawah ?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
-2 # Syahril Sulaiman 2010-05-05 08:11
Mamiq jagat yth,
Ini forum sharing dan bisa juga untuk forum berdebat. Toh berdebat bukan berarti suatu yg negatif jika tidak debat kusir yg tidak jelas topik yg dibicarakan dan yg disampaikan.
Saya hanya ingin menegaskan suatu program berjalan sukses tidak mengandalkan 1 pihak saja dalam hal ini pemerintah. Semua kegiatan yg baik dan buruk bukan monopoli pemerintah saja.
Stake holder kegiatan pariwisata kan bukan hanya pemerintah tapi masyarakat pariwisata seperti perhotelan dan masyarakat budaya/seni. Dari yang saya tangkap kebanyakan dari penggiat pariwisata ini terlalu mengandalkan program dari pemerintah dan tidak mau berinovasi menciptakab peluang sendiri. Apa mau semuanya diserahkan ke pemerintah sampai hal yg teknis dan rutin?
Mengenai kegiatan penunjang pariwisata sendiri ada byk mcm event, ada yg cultural heritage seperti saudara bilang dan ada yg informal seperti MICE, exhbition, olahraga marathon dll. Jadi yg anda ungkapkan itu hanya 1 sisi saja.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
+1 # ki ageng sasak 2010-05-05 13:48
Ustadz Syahril..? Rupanya anda mgkn sedikit byk harus belajar lagi ttg,Ekonomi Masyrakat&kepariwisataan, biar bicara nya ndk mutar2 terus,apa yg anda tegaskan itu sdh hal biasa bagi kami&tdk sm seX kami brmksud mau limpahkn ke Pemda//namun sentuha2 kpedulian nya yg kmi rasakan tdk sbgman mestinya//padahal tggl di lanjutkan sj,dan kmi sdh biasa keluar msk Dinas Pariwisata dr semua Kab.kota//provinsi//sampai staf Kadis nya sy Hafal smua,sdh hampir 6 priode Gubenur kami ikuti&kami trlibat dlm pembinaan ORmas2 Budaya//seni//guide2 lokal dll,terkhir kmarin BAB di sumbawa selesai,pameran Tenun di Musium kmarin tdk ada apa2nya,kami menulis disini hy sharing buat anda & kt bs maklum demi Evaluasi kedepan mgkn ada yg kurang info Lapangan,dan kalau anda Peduli Kepariwisataan NTB mari sm2 mnyampaikan hal ini,bukn kt malah debat dgn penjelasn yg justru tdk anda Fahami .,Salam nggih ?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
+1 # ki ageng sasak 2010-05-05 13:59
Demikian lah, jadi ada bbrp Aspirasi//info2 dari lapangan buat kt Cermati dan kita sikapi bersama...karna Adat budaya--juga Seni tradisi Lokal itu multi warna,...

Jika kt Sayang Gubenur untuk berlanjut sampai 2 Priode bila perlu nanti, jadi Justru Hal2 demikian lah yg patut di benahi Juga,..kalau kt hy mau menutup2inya Ya itu bukan membangun Pariwisata namanya,..tp malah akan menjadi Catatan2 buruk kedepan nanti...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
-2 # Syahril Sulaiman 2010-05-05 16:25
Wah saya malah tdk bicara politik. Saya tdk peduli sama sekali si A jadi gubernur atau bupati atau walikota. Jadi anda salah paham kayaknya. Komentar saya lebih saya tujukan pada pihak yg bagi saya kurang mau berintropeksi bahwa mungkin pihaknya juga punya andil dalam kegagalan atau kurang berkembangnya pariwisata NTB. Anda2 dan saya juga punya peran aktif untuk suksesnya pariwisata NTB bukan hanya pemda. Tentunya catatan anda sbg pelaku pariwisata sangat berharga tapi tetap saja opini satu pihak.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
-2 # Syahril Sulaiman 2010-05-05 16:16
Terima kash atas saran KAS untuk saya bljar ekonomi walapun saya blm lihat apa hubungannya.
Dan maaf saya bkn ustad dan tidak mewakili siapa-siapa hanya ingin menanggapi pendapat anda di forum ini yg saya kurang setuju.
Saya mungkin tidak paham tapi dari komentar anda sblmnya jbahwa begitu banyak permasalahan yg anda sebutkan tadi dari awal
anda seolah memfilter diri bahwa ini salah 1 pihak yaitu pemerintah
tanpa melihat peluang mslh yg lebih besar seperti yg sy sebutkan yaitu dana, SDM, Keamanan, infrastruktur (jalan +listrik) dan
partipasi stake holder yg lain.Byk faktor yg membuat pariwisata NTB kurang berhasil dibanding misalnya Bali.
Dana NTB ini terbatas, masih mengemis ke APBN perihal memperbaiki infrastruktur dasarnya
apalagi utk membiayai kegiatan lain. SDM kita pun kurang memadai, dari segi penguasaan bahasa, seni budaya dan service.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
-2 # Syahril Sulaiman 2010-05-05 16:17
Pertanyaan saya kenapa pelaku pariwisata kita tidak melihat ini dan kurang berinisiatif mempromsikan pariwisata ke luar secara informal.
Bagi saya kegagalan dan kurang gaungnya kegiatan seni budaya yg anda sebutkan itu karena semua pihak termasuk pemda dan anda sbg pelaku kurang inistiaf.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
+1 # PRIMA 2010-05-05 15:53
........mestinya aspirasi harus dicermati dan diperiksa kebenarannya. Saya kira keluh kesah Ki AGENG sangatlah wajar karena sebagai pelaku dapat dijadikan indikator, selama ini partisipasi masyarakat di sektor pariwisata sudah begitu nyata, namun keterbatasan pemerintah juga sedemikian nyata ..... tidak perlulah kita lemparbatu sembunyi tangan......!!!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
+2 # Hendri Rahman 2010-05-05 23:44
kelihatannya kita hrus berpromosi melalui dunia maya...misalnya saja melengkapi peta jalan2 yg ada di ntb...biasanya para pelncong yg menggunakn GPS kesulitan menemukn jln2 yg hrus mereka tempuh..pdhl klo itu sudah ada dan bisa di upload di googleearth sudah bisa mnjadi nilai tmbh tersendiri bgi pariwisata NTB...mulailah dr hal kecil sblum hal yg lbih besar...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
+2 # Hendri Rahman 2010-05-05 23:47
dari segi kesadaran akn nilai kebersihn juga masih jauh dr harapan..samph2 yg ada di pntai dan seringnnya di tmukn kotoran manusia terutama dekat pantai melase(hotel jayakarta) cukup membuast miris bgi pnilaian wisatawan akn kbrsihn masyarakt...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
-1 # Syahril Sulaiman 2010-05-06 08:36
Benar sekali, masyarakat NTB sendiri mesti ingat perilaku sering tawuran dan jorok adalah 2 hal yang sering menjauhkan warga asing.
Pariwisata adalah bisnis servis, bukan hanya dari promosi yg efektif, tapi berjalan dari mulut ke mulut. 1 kesan yang jelek diceritakan ke byk orang, tapi kesan bagus mungkin hanya utk diri sendiri.
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment


Security code
Refresh


Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org

Ucapan Terimakasih

Unitiga Rekayasa System

Pengunjung

Kami memiliki 129 Tamu online

Login Form

Kosakata Hari Ini

Mosot

Mosot Istilah mosot diberikan kepada mereka yang tidak menikah padahal telah sangat cukup umur, baik sebagai pilihan atau untuk alasan lain. Lihat juga :  mosot pada kolom hjunep, mosot pada KBS.
 

Multimedia Sasak

This text will be replaced

Shout Box

ShoutMix chat widget

Komentar Terbaru