Ditulis oleh Administrator Kamis, 25 Februari 2010 20:06
Mataram [Sasak.Org] Larangan membuka kuliah jarak jauh hanya karena syarat kualitas dan mutu pendidikan yang harus dipenuhi oleh perguruan tinggi swasta belum memenuhi standar yang ditetapkan, itu bisa dikatakan sebagai sesuatu hal yang tidak rasional. Demikian pernyataan itu dikemukakan oleh Forum Kerja sama Pondok Pesantren (FKPP) Nusa Tenggara Barat mempertanyakan kebijakan pemerintah melarang perguruan tinggi swasta menyelenggarakan kuliah jarak jauh.
"Kebijakan tersebut tidak memberikan kebebasan bagi warga negara untuk menuntut ilmu," kata Ketua FKPP NTB TGH Syafwan Hakim, Kamis (25/2/2010), dalam dialog dengan jajaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB. Dalam dialog yang diikuti sejumlah pimpinan pondok pesantren dari beberapa kabupaten/kota di Pulau Lombok dan sejumlah anggota Dewan Pendidikan Provinsi NTB itu, Syafwan mempertanyakan dasar hukum pelarangan membuka kuliah jarak jauh bagi perguruan tinggi swasta.
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri, Lombok Barat, mengatakan, kalau larangan membuka kuliah jarak jauh hanya karena syarat kualitas dan mutu pendidikan yang harus dipenuhi oleh perguruan tinggi swasta belum memenuhi standar yang ditetapkan, hal itu bisa dikatakan sebagai sesuatu hal yang tidak rasional. Alasannya, kata Syafwan, didasarkan pada fakta adanya Universitas Terbuka (UT) milik pemerintah yang bisa menyelenggarakan kuliah jarak jauh tanpa kejelasan proses belajar mengajar dan dari mana tenaga pendidiknya.
"Universitas Terbuka itu kapan kuliahnya, kapan ujiannya, tetapi tiba-tiba mahasiswanya sudah jadi sarjana," ujarnya. Dia berharap, pemerintah mau memberikan ruang bagi pondok pesantren untuk bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi negeri yang ada di NTB untuk membuka kuliah jarak jauh. "Ini juga untuk mengakomodasi keinginan para santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi tanpa harus meninggalkan pondok pesantrennya," katanya. (Kompas)

Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org
Tautan ke Situs Lain
Pengunjung
Login Form
Kosakata Hari Ini
Empit
Multimedia Sasak
Shout Box
Komentar Terbaru
Tutorial Pembuatan Biogas Skal...
Pakai gas washer dengan menggunakan NaOH untuk mengikat karbon diaoksida yang terbentuk, sehingga ti...
By HendriW
Calon Bupati Lombok Tengah (2)...
gimana nih tim sukses salam, katanya 1 putran nyanya 2 ptran. kayaknya tim sukses salam udah kellaha...
By jagoan
NTB, Jembatan Ekonomi Indonesi...
Mudaha-mudahan selapuk ne jari bagus, tp hal mendasar yang harus kita benahi bersama untuk menyikapi...
By Eb
Sabotase Listrik saat Warga Ta...
seharusnya si wisatawan tu ngerti kalo saat ini bulan ramadhan, kalo memeng seperti itu perlakuannya...
By Narain Topandas
Kekeringan, Warga Lombok Krisi...
Semethon-semethon leq Lentek, daweg, rau'n bae gawah-gawah lauq siku adin sere sempurne gering. Upay...
By Arya
Sabotase Listrik saat Warga Ta...
umat Islam yang lain kok gak ada respon, orang macam ini nih yang seharusnya diganyang.
By Nietha
Maulid Adat di Desa Sesait, Ke...
Maaf mas dan mba yang berasal dari desa sesait, minta pertolongan yg ikhlas dari anda semua. saya se...
By arie mahendra
BUDIDAYA TEMBAKAU VIRGINIA DI ...
replied for #MRB Saya sedang menjalani project mengenai tembakau d kota Lombok, kalau boleh saya min...
By Ryan AP
Kekeringan, Warga Lombok Krisi...
sukuri yg sudah diberi, tidak mustahil pulau lombok akan kering bila tidak kita jaga
By hari
Pemkab Lotim Ajukan Harga Dasa...
Kami mohon kepada Pemerintah jangan siksa kami (petani tembakau) kami capek begini terus. Minyak ind...
By Ahmad Afandi


Comments
Mohon di pelajari ada perbedaan mendasar antara kuliah jarak jauh (seperti UT) dengan kelas jarak jauh (yang di larang itu). Kalau sudah dimengerti, maka silahkan PTS/PTN mengajukan kuliah jarak jauh (seperti UT itu). jangan sampai menyebut kuliah jarak jauh padahal yang dimaksud adalah kuliah kelas jarak jauh yang dalam bentuk apapun sudah dilarang pemerintah.
ampure datu.
Usul LMJ sangat bagus,seandaian ya pekerja pariwisata kita berasal dari pesantren lokal maka kita akan jadi sangat berkarakter! Sebab mereka pastilah akan menjaga akhlak dgn profesionalisme yang lebih militan dari sekedar hasil pelatihan terburu buru rekrutan dari luar daerah.
RSS feed for comments to this post.