Kamis, September 09, 2010
   
Text Size

Pencarian Artikel

Ratusan Guru Dinonjobkan Bupati Lotim Terancam Di-PTUN-kan

Lombok Timur [Sasak.Org] Ketua PGRI Lombok Timur (Lotim), Mahsin, memastikan dirinya dan ratusan anggota PGRI, secara individu dan lembaga, akan menggugat Bupati Lotim H.M. Sukiman Azmy ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Mahsin dan ratusan kepala sekolah, termasuk puluhan pengawas pendidikan merasa kurang nyaman, menyusul pembebastugasan mereka dari jabatan sebelumnya (nonjob).

Mahsin mengungkapkan hal itu secara lantang di hadapan sejumlah anggota PGRI Lotim saat aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Lotim, Rabu (24/2) kemarin. Kebijakan bupati yang demikian dianggap sebagai suatu sikap kontraproduktif di saat pemkab dan guru mestinya bersinergi untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat untuk mendongkrak indeks pembangunan manusia (IPM). ‘’PGRI telah dimusuhi,’’ teriak Mahsin.

Aksi PGRI tersebut mendapat pengamanan ketat dari aparat Polres Lotim yang dipimpin langsung Kapolres AKBP Erwin Zadma, S.IK. Dalam permakluman unjuk rasa yang disampaikan PGRI kepada Polres, tercatat akan dihadirkan sekitar 2.000 guru yang hendak turun ke jalan. Pada fakta yang ada menunjukkan, pengunjuk rasa yang turun kurang dari 200 orang. ‘’Lebih banyak anggota polisi dan Pol PP daripada kami,’’ kata seorang guru pengunjuk rasa.

Para pengunjuk rasa yang juga dibantu elemen Komunitas Masbagik Bersatu (Kombes) yang dikoordinir Eko Raharjo dan Haerul Ihsan itu, juga menuntut tunjangan kesra guru agar lebih diperhatikan. ‘’Dulu para guru pernah dijanjikan akan menaikkan uang kesra sampai Rp 400.000 per bulan, tetapi hingga saat ini tidak terealisasi,’’ katanya.

Tak hanya itu, para pengunjuk rasa melalui orator Junaidi, seorang guru di Kecamatan Aikmel, berikut bendahara PGRI Lotim, Abdul Gafur PB, dalam orasinya menuding bupati telah melanggar nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani bersama oleh Sukiman Azmy dengan PGRI dulu saat musim kampanye Pilkada tahun 2008. Dalam MoU itu jelas tertuang komitmen untuk pelaksanaan program pendidikan gratis dan perbaikan penghasilan para guru. ‘’Semua itu terindikasi telah dilanggar bupati,’’ demikian mereka.

Ketua PGRI Lotim dalam orasinya tak lupa menyampaikan, bahwa aksi guru-guru kali ini adalah yang pertama dalam kepemimpinan Bupati Sukiman, dan bukan yang terakhir. ‘’Tidak dilaksanakan visi misi adil dalam kesejahteraan dan sejahtera dalam keadilan merupakan pemicu dari aksi-aksi guru-guru dan elemen masyarakat lainnya di kemudian hari,’’ katanya. Para pengunjuk rasa bergeser ke Kantor Dinas Dikpora Lotim setelah di kantor bupati aksi mereka merasa tidak direspons.(Suara NTB)

Comments  

 
0 # lmjaelani 2010-02-26 10:10
Wah ini dia, hati hati PARA GURU sekarang jago demo
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # kanakkebon 2010-02-26 12:55
gak ada lawan dan kawan abadi, yang ada kepentingan abadi, harusnya PGRI sadar dari dulu kalo mereka hanya dimanfaatkan, semoga kedepan guru2 akan mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik dan tidak terjebak janji2 calon bupati ato calon walikota, salam
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment


Security code
Refresh


Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org

Ucapan Terimakasih

Unitiga Rekayasa System

Pengunjung

Kami memiliki 89 Tamu online

Login Form

Kosakata Hari Ini

Mosot

Mosot Istilah mosot diberikan kepada mereka yang tidak menikah padahal telah sangat cukup umur, baik sebagai pilihan atau untuk alasan lain. Lihat juga :  mosot pada kolom hjunep, mosot pada KBS.
 

Multimedia Sasak

This text will be replaced

Shout Box

ShoutMix chat widget

Komentar Terbaru