Ditulis oleh Administrator Senin, 07 Desember 2009 11:59
Lombok Timur [Sasak.Org] Ribuan masyarakat dari delapan kecamatan di Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (5/12) tumpah ruah di Desa Sakra. Massa terkonsentrasi di Kantor Camat Sakra, tempat dilaksanakan peristiwa bersejarah, Deklarasi kabupaten Lombok Selatan. Mereka umumnya menggunakan busana adat Lombok, ada yang berseragam Pamswakarsa, dan busana simbolik lainnya. Berbagai grup kesenian daerah juga menambah semarak acara akbar itu. Acara disemangati dengan yel-yel “Hidup Lombok Selatan” yang dikomandoi Asisten I Setda Lotim selaku ketua Komite Pemekaran Wilayah Kabupaten Lombok Selatan.
Kehadiran masyarakat yang terdiri atas tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, LSM, Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa, LKMD, Camat, para Kepala SKPD Kabupaten serta para pemangku adat serta unsur lainnya itu, guna menyaksikan Deklarasi dan penyampaian aspirasi secara simbolis kepada Bupati dan DPRD Lombok Timur. Sebelum diserahkan, bunyi deklarasi dibacakan oleh tokoh-tokoh yang mewakili masyarakat, yang merupakan manifestasi kehendak untuk membentuk Kabupaten Lombok Selatan. Penyerahan aspirasi masyarakat kepada Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur oleh para Kepala Desa dari delapan Kecamatan yang hendak bergabung dalam Kabupaten Lombok Selatan. Sedangkan para BPD menyampaikan aspirasi kepada Wakil Ketua DPRD Lombok Timur. Puluhan Kepala Desa dan BPD yang menyampaikan aspirasi itu, berasal dari Kecamatan Sikur, Terara, Montong Gading, Keruak, Jerowaru, Sakra Timur, Sakra Barat dan Sakra. Mengiringi para utusan penyampai aspirasi itu, masing-masing kecamatan menghadirkan 200 orang yang terdiri dari tokoh dan pimpinan masyarakat di kecamatan bersangkutan. Informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, aspirasi untuk memekarkan Kabupaten
Lombok Timur sebenarnya sempat mengemuka pada masa kepemimpinan Bupati sebelumnya, sehingga dibuka wacana untuk pembentukan Kota Selong. Kini dibawah kepemipinan Paket Sukiman-Lutfi, aspirasi masyarakat tersebut telah ditindaklanjuti dengan membentuk Komite Pemekaran wilayah Kabupaten Lombok Selatan. Untuk mematangkan konsep itu, telah dilakukan konsultasi ke Departemen Dalam Negeri dan disosialisasikan ke masyarakat. Bupati Lombok Timur, H.M. Sukiman Azmy, mengatakan, Deklarasi tersebut merupakan akumulasi dari kehendak rakyat yang sudah lama didiskusikan oleh sebagian masyarakat Lombok Timur. Katanya, pembentukan Kabupaten Lombok Selatan bukan didasarkan kepada mimpi-mimpi, tetapi merupakan buah dari realita yang diperjuangkan yakni fasilitas yang akan dinikmati masyarakat Lombok Selatan. Bupati antara lain, menyebutkan 107 Miliar rupiah jumlah kumulatif bantuan Pemerintah Pusat untuk pembangunan berbagai infrastruktur yang hasilnya akan dinikmati oleh masyarakat Lombok Selatan.
Pembangunan yang akan dilaksanakan, seperti pembangunan instalasi perpipaan yang terhubung dari Treng Wilis sampai Ekas dan Srewe yang akan membuat daerah itu makmur dengan air. Bersamaan dengan itu Departemen Pekerjaan Umum, tahun 2010 akan mulai melaksanakan pembangunan Bendungan Pandan Dure, yang siap mengairi sekitar 850.000 hektar sawah, disertai dengan pembangunan terowongan air sehingga dengan kecukupan air itu, petani bisa panen dua kali setahun, bukan sekali setahun seperti saat ini. Kata Bupati, Lombok Selatan akhirnya, akan menjadi salah satu lumbung padi. Berkah lain yang akan dinikmati masyarakat Lombok Selatan, yakni pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang direncanakan pelaksanaannya tahun 2010 di daerah Selayar. Pidato Bupati yang sangat bersemangat ini mendapat aplaus ribuan hadirin. Bupatipun menambahkan, rencana untuk melaksanakan pembangunan jalan selebar 16 meter di wilayah Lombok Selatan untuk membuka keterisolasian, mengembangkan pariwisata dan akses Bandara Internasional Lombok (BIL).
Pembentukan Kabupaten Lombok Selatan, ujar Sukiman, telah mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti DPR-RI dan Gubernur NTB. Sementara Kabupaten Lombok Timur bersama DPRD, akan terus memperjuangkan anggaran hingga terwujudnya Kabupaten Lombok Selatan, mulai tahun anggaran 2009, 2010 dan akan akan terus diupayakan hingga terwujud paling lama tahun 2011 atau 2012. Secara Tofografis, delapan kecamatan yang siap bergabung dalam Kabupaten Lombok Selatan tidak dapat diabaikan, terutama melihat sumber air yang berasal dari dua kecamatan di sebelah utara, seperti Terara dan Sikur. Namun diingatkannya untuk selalu menjaga kekompakan dalam proses yang sedang berlangsung. Soal penentuan Ibukota Kabupaten jangan jadi pertengkaran, karena itu bisa dibicarakan setelah terwujud Kabupaten Lombok Selatan.(Hubkominfo).

Votes: +0
Yang hobi mesiat ada kesempatan berebut ibukota dan batas wilayah.
Yang hobi mengangkat keluarga jadi PNS tersedia lowongan baru.
Yang hobi pamer dan demo ada banyak anak buah baru di wilayah baru.
Devide e impera! Bukan menambah kesejahteraan tapi mendatangkan penderitaan dan perpecahan.
Camkanlah saudaraku!
Votes: +0
Waspadalah semeton.. kita sedang dalam konspirasi ...dan hasil akhirnya adalah momot meco..
Votes: +0
Nah.. lamun wah tesetujuang jak, laun te jongkok'ang gabah kanca sebia gero arak-arak 6 ke 7 ton pejabat sak berwenang nukn, adekn sida tepilek jari bapak camatn.
Laun ita jak jari-jari pengasih bae olek ta. Laguk dendek lupak bing ta seragem kanca montor dines sak bekincu nukn, adekn arak isik ta lalo ngayo jok balen dedara sak lek esot nukn.
PS: Berembe bae.. ruan pengasih kanca camat teros bedelok lalo peta tengkong olek reban sak to bale nukn.
Votes: +0

Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org

