Ditulis oleh Administrator Senin, 04 Januari 2010 22:48
Lombok Tengah [Sasak.Org] Pasangan bakal calon Bupati, H. Suhaili, FT dengan bakal calon Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng), HL. Normal Suzanna, memastikan diri tampil dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Loteng tahun 2010 mendatang. Meski paket ini nantinya gagal merebut Partai Golkar untuk dijadikan kendaaran politiknya. Sebagai langkah antisipasi, sejumlah partai politik sudah dipersiapkan sebagai pengusung paket ini.
Hal tersebut ditegaskan, H. Suhaili FT.,ketika dikonfirmasi wartawan di Pondok Pesantren Yatofa Bodak Praya, Selasa (29/12). Sebagaimana yang diketahui, Suhaili sendiri disebut-sebut bakal bersaing dalam memperebutkan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Loteng dalam Musda yang digelar, Minggu (27/12). Tapi akhirnya gagal. Bahkan nama Suhaili sendiri tidak masuk dalam bursa calon ketua.
Dalam Musda tersebut, Ketua DPD Partai Golkar Loteng yang lama, HL. Wiratmaja, akhirnya terpilih kembali secara aklamasi dengan suara mutlak. Sehingga membuat kans Bupati Loteng tersebut, untuk maju kembali dalam Pilkada Loteng melalui Partai Golkar, terbuka lebar. Namun menurut Suhaili, terpilih sebagai Ketua DPD II, bukan jadi jaminan untuk bisa diusung oleh partai berlambang pohon beringin ini.
“Di Partai Golkar ada mekanisme yang mengatur figur mana yang akan diusung dalam Pilakada. Bukan melalui Musda. Jadi terpilih sebagai Ketua DPD II, tidak otomatis membuat partai mengusung figur bersangkutan,” sebutnya. Dalam menentukan figur yang akan diusung, dulu ada yang namanya konvensi. Tapi sekarang pola itu sudah diubah.
Di mana DPP Partai Golkar-lah yang merekomendasikan langsung figur mana yang harus diusung partai dalam Pilkada. Sebelum itu, DPD mengajukan beberapa figur yang akan diusung ke DPP. Baru setelah itu, DPP menerjukan tim survey ke lapangan. Survey itu dilakukan secara tertutup. Dilakukan untuk menilai dan melihat secara langsung, pigur mana yang memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan pilkada.
“Siapa figur yang paling besar peluangnya memenangkan Pilkada, maka figur itulah yang akan direkomendasikan oleh DPP untuk diusung Partai Golkar. Jadi paket ini masih memiliki peluang untuk menggunakan Partai Golkar sebagai kendaraan politiknya. Tidak harus dengan merebut posisi Ketua DPD II Partai Golkar Loteng,” tambahnya. Itu pulalah yang menjadi alasan, mengapa sampai dirinya tidak mencalonkan diri dalam Musda Partai Golkar Loteng, beberapa hari yang lalu. “Kalau pun kemudian Partai Golkar memilih figur lain. Kami sudah menyiapkan kendaraan politik lainnya. Dan, kami juga sudah ada komunikasi dengan parpol-parpol tersebut,” tambah Suhaili.
Sebagai kader Partai Golkar, lanjutnya, jika kemudian menggunakan partai lain selain Partai Golkar untuk maju dalam Pilkada, ada konsekuensi-konsekuensi tersendiri dari langkah yang diambil. Namun ia mengakui sudah siap menerima konsekuensi apapun. Apakah itu harus keluar dari Partai Golkar. Termasuk pula, jika harus meletakkan jabatan sebagai Ketua DPRD NTB yang disandangnya saat ini. “Ini politik. Apapun langkah yang diambil ada konsekuensi dan risikonya. Dan, saya siap menanggung risiko tersebut,” tegasnya dengan nada bersemangat.
Penyataan Suhaili tersebut, didukung pula oleh sang kakak, TGH. Fadli Fadil Taher. Menurut Pimpinan Ponpes Yatofa Bodak ini, pihaknya tidak mengenal kata mundur dalam pencalonan adiknya sebagai calon Bupati Loteng pada Pilkada Loteng 2010 mendatang. “Sekali kata terucap tidak ada kata mundur. Kecuali Tuhan yang menghendaki pasangan ini mundur,” timpalnya.
Ada dua parpol yang siap mengusung pasangan ini selain diluar Partai Golkar. Yakni Partai Hanura dan PKS. Selain itu, beberapa parpol lainnya juga sudah mulai didekati, seperti PDI Perjuangan, PPDI serta sejumlah parpol lainnya. Bahkan Partai Demokrat sendiri sudah mulai didekati.
“Mereka (parpol) sudah siap mengusung pasangan ini, jika kemudian gagal dipilih oleh Partai Golkar. Tapi kalau pun kemudian pasangan ini akhirnya diusung oleh Partai Golkar, maka kita akan membangun koalisi besar,” pungkas Suhaili. (Suara NTB)

Votes: +0

Votes: +0
Pemenangnya adalah yang bukan keduanya
Ayo OPIK yang memenuhi kriteria pemenang, silahkan ajukan diri.
Votes: +0
Kelompok masyarakat pd dasarnya tdk pernah dibeda-bedakan ,akan tetapi karna proses laku itu sendiri yg membentuk warna dlm kehidupan sosial masyarakat.
Adat ataupun Agama islam tdk menghendaki adanya perbedaan .tp itu tetap sj akan ada.
-Perbedaan itu bukan krn kelahiran,shgg manusia mjd sampah masyarakat
-Perbedaan itu bukan krn keturunan shgg manusia mjd bangsawan
Akan tetapi adalah karna Perbuatan seseorang…
Perbuatan seseoranglah yg menentukan Dia itu Bangsawan atau orang kebanyakan.
-Piodalisme itu muncul adalah karna sikap prilaku orang yg menghargai dirinya dan menghargai org lain,sehingga mrk menempatkan Diri dn bagaimana menempatkan orang.
…Seorang Pemimpin Negara /wilayah daerah-krn sistem yg dia jalankan shgg para Abdi nya sgt manut dan menghormatinya,sampai semua anggota keluarganya dan semua keturunan nya.
…Seorang Pemimpin Agama demikian juga .dimana para murid-murid nya menumbuhkan rasa perasaan yg khusus kpd Gurunya, shgg terbentuk pula Piodalisme itu di dalam nya
…Demikian juga bagaimana Seorang pemimpin masyarakat pada zaman masa lalu yg melahirkan para Bangsawan-bangsawan yg selalu mengabdi kepada masyarakat sebagai barisan depan di dalam sgl bentuk proses kehidupan orang banyak.
Setiap Pemimpin,itulah diaSecara lgsg sbgai BANGSAWAN dan yg namanya Bangsawan itu akan selalu menjaga Sikap dan mengarahkan masyarakat dlm rangka menuntun utk mengajak menjadi Makhluk yg sempurna …dan menjauhkan nya dari sifat-sifat Binatang/ Hewan.sehingga tidak membuat kerusakan dimuka bumi .itulah U'lama dan Bangsawan..Ampure Agung
Votes: +0

Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org


