Kampus IIP : Pemkab Loteng jangan Ngotot

March 17, 2008 · Filed Under Iptek, Pendidikan · Comment 
Mataram (Suara NTB), Penetapan lokasi pembangunan kampus Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) regional NTB, sampai saat ini belum dilakukan, meski lokasi kini sudah mengerucut di dua tempat, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) bagian utara dengan di Desa Puyung Lombok Tengah (Loteng). Kendati dua kabupaten itu sangat menginginkan IIP berdiri didaerahnya, Anggota DPRD Lobar Jasmanhadi, SH., yang juga berasal dari Lombok Utara menghimbau Pemkab Loteng agar tidak terlalu ngotot mendapatkan IIP tersebut.Menurut Jasmanhadi, seharusnya Pemkab Loteng sudah merasa puas dengan apa yang telah diperolehnya. Dalam hal ini telah terpilih untuk berdirinya Bandara International Indonesia (BIL) di Desa Tanak Awu tersebut. “Pemkab Loteng kan sudah dapat BIL, jadi jangan terlalu ngototlah dengan IIP ini. Berikan kesempatan kepada Lombok utara,” ungkapnya.

Dikatakan Jasmanhadi, Lobar bagian utara yang ditunjuk sebagai salah satu lokasi berdirinya IIP tersebut, sangat cocok. Daerah utara merupakan daerah yang paling kondusif di antara daerah lain, baik Loteng maupun daerah Lobar induk. Selain itu, Lobar merupakan pintu masuk ke wilayah NTB, serta memiliki begitu banyak potensi yang tidak dimiliki daerah lain. “Dengan berbagai pertimbangan itulah, kami berharap agar pemerintah pusat dan juga pemerintah propinsi NTB bisa menelaah terkait lokasi IIP tersebut,” tambahnya.

Lebih jauh Jasmanhadi mengungkapkan, jika pemerintah pusat dan propinsi melihat jauh ke depan, dengan berdirinya IIP di daerah utara, maka itu akan menjadi bekal bagi KLU yang sebentar lagi akan terbentuk karena Lombok utara akan menjadi daerah otonomi baru di NTB. “Hal itulah yang perlu juga diperhatikan oleh pemerintah, karena dengan adanya pembangunan maka suatu daerah akan menjadi berkembang,” katanya.

Dikonnfirmasi upaya-upaya yang dilakukan Pemkab Lobar untuk mendapatkan IIP regional NTB tersebut, anggota Dewan dari partai Golkar itu menyatakan, selama ini Pemkab Lobar masih tidak bergeming dan hanya menunggu uluran dari Pemprop. Seharusnya, lanjutnya, jika Pemkab Lobar mempunyai niat untuk mengembangkan daerahnya, maka Pemkab Lobar akan berjuang pula demi mendapatkan IIP itu. “Sampai detik ini Pemkab Lobar hanya duduk sambil melipat tangan di atas meja,” sindirnya.
Diberitakan sebelumnya, sebelum tim survai turun, itu berarti lokasi pembangunan IIP belum dipastikan. Diakuinya, banyak kabar tersiar kalau IIP akan dibangun di Lobar. “Tapi itu baru sebatas wacana saja. Karena pastinya lokasi IIP belum ditetapkan,” jelasnya beberapa waktu yang lalu.

Menyinggung kapan tim survai pusat dan propinsi akan turun meninjau lokasi, Wabup belum bisa memastikan. Yang pasti, Pemkab Loteng berharap saat melakukan peninjauan lokasi, tim survai diharap bisa mengedepankan objektifitasnya. Sehingga lokasi yang dipilih nantinya benar-benar objektif sesuai harapan dan ketentuan yang telah ditetapkan pusat. Dalam menetapkan lokasi pembangunan kampus IIP.

Bukan didasari tekanan serta sebuah keterpaksaan. Terlebih kalau penetapan lokasi IIP, ada nuansan politisnya. Diakuinya, setiap daerah memiliki kesempatan yang sama sebagai lokasi pembangunan IIP. Termasuk Loteng yang dalam beberapa sisi, memiliki kelebihan tersendiri. Lokasi yang ditawarkan Pemkab Loteng, di Desa Puyung memiliki nilai tambahan tersendiri. Letaknya yang berada di dekat jalur propinsi, memudahkan setiap orang untuk menjangkaunya. Kemudian ketersedian sarana dan prasarana yang cukup memadai. Terlebih lagi jaraknya dari pusat ibu kota propinsi cukup dekat. Jaraknya dengan pusat pemerintah kabupaten Lombok Tengah juga sangat dekat. Sehingga secara umum, kriteria yang tetapkan oleh pusat, sudah bisa terpenuhi. (smd)