Axis Coba Eksis di Bali dan Lombok
Kuta, Bali - Operator seluler Axis mencoba eksis di Bali dan Lombok. Di dua wilayah itu Axis menghadirkan layanan GSM dan telekomunikasi seluler generasi ketiga (3G).
Di Bali, Axis menjangkau kabupaten/kota seperti Denpasar, Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar hingga Tabanan. Sedangkan di Lombok Axis menjangkau Mataram dan Lombok Barat.
“Target kita diterima semua kalangan serta wisatawan. Sekarang masyarakat Bali dan Lombok dapat menikmati tarif GSM paling terjangkau yang pernah ada di Indonesia,” kata CEO Axis Erik Aas di hotel Hard Rock, Kuta, Bali, Rabu (2/7/2008).
Jaringan Axis di Bali dan Lombok akan didukung oleh lebih dari 100 Base Transceiver Stations (BTS) dan dua Axis Center di Denpasar dan Mataram. Jaringan tersebut akan melayani lebih dari 2,9 juta orang atau 45 persen dari populasi di dua wilayah tersebut.
Axis memulai masuk ke Indonesia, sejak Februari 2008 dimulai dari Jawa Timur, Jawa Barat, Jabodetabek dan Banten, Jawa Tengah dan Bali, serta akan ke Sumatera Utara. Kawasan tersebut telah didukung 3700 BTS.
Aas mengatakan, Axis menyediakan dana sebesar USD 1 juta untuk melakukan ekspansi jaringan secara agresif hingga akhir tahun 2008 serta menargetkan jangkauan nasional pada tahun 2009.
“Axis merevolusi cara berpikir masyarakat Indonesia tentang komunikasi, dengan memperkenalkan skema tarif yang sederhana, transparan. Tanggapannya luar biasa, terbukti ada 500 ribu aktivasi hanya 3 bulan peluncuran perdana dengan target lebih dari 2 juta pelanggan pada akhir 2008,” demikian Aas.
XL “Leading” di Bali-Nusra Geser Telkomsel
“Jumlah pelanggan kami terus melonjak sampai `over capacity`. Data 2,7 juta pelanggan itu berdasarkan evaluasi terbaru akhir Mei lalu,” kata Ivan Priyahutama, Sales & Promotion Manager XL Regional Bali-NTT di Denpasar, Jumat.
Jumlah pelanggan tersebut dengan rincian di Regional Bali-NTT sekitar 1,5 juta dan Regional NTB yang sejak lama menjadi yang terbesar dibandingkan pelanggan operator selular lainnya, tercatat 1,2 juta.
“Setelah jumlah pelanggan di NTB menjadi yang terbesar, di Bali menyusul bisa `leading`. Hanya saja khusus di NTT yang mulai kami layani Oktiber 2007, kini baru memiliki 60 ribuan pelanggan,” katanya didampingi pejabat XL lainnya, Zulyaden Hasibuan dan Valentina Kelly.
Sementara jumlah pelanggan Telkomsel di Bali-Nusra yang terus “leading” sejak perusahaan ini berdiri 13 tahun lalu, berdasarkan laporan terakhir GM Sales & Customer Service Telkomsel Regional Bali-Nusra, Hastining Bagyo Astuti, belum mencapai 2,5 juta.
Menurut Ivan Priyahutama, setiap diluncurkan program baru yang berkaitan dengan skema tarif murah, dalam satu-dua bulan jumlah pelanggan meningkat sekitar 25 persen.
Pada laporan resmi PT Excelomindo Pratama Tbk triwulan pertama 2008, jumlah pelanggan di Bali 1,2 juta, 56 persennya pengguna XL bebas. Sementara di Lombok, NTB, berjumlah 1,1 juta dan 60 persennya pemakai XL bebas.
Operator selular ini kembali meluncurkan promo tarif murah XL bebas Rp10 per detik atau maksimal Rp50 untuk lima detik pertama, setelah itu gratis. Tarif promo ke sesama XL tersebut untuk penggunaan pukul 00.00 - 07.00 waktu setempat.
Sedangkan ke operator lain, dikenakan Rp25 per detik dan setelah 10 menit Rp10 per detik. Ketentuan tersebut khusus di Bali-Nusra berlaku mulai 9 Juni 2008, sedangkan di wilayah lain telah diterapkan beberapa waktu lalu.
“Kami terpaksa menunda pemberlakuan tarif promo Rp50 bicara sepuasnya ke sesama XL karena harus meningkatkan kualitas jaringan yang telah `over capacity,” kata Ivan.
Sedangkan pemakaian pada periode waktu lainnya juga berlaku ketentuan bicara sepuasnya, yakni pukul 07.00 - 11.00 tetap Rp600, waktu berikutnya sampai jam 18.00 dikenakan Rp1.800 dan pukul 18.00 - 24.00 dengan tarif Rp2.400.(*)
KPI dan Kominfo Jadwalkan Pra-FRB LP NTB dan NTT
Menurut kesepakatan antara tim perizinan KPI dan tim perizinan Kominfo, jadwal pra-FRB ke 20 lembaga penyiaran dua provinsi tersebut akan dilangsungkan pada minggu-minggu ini.
Adapun lembaga penyiaran NTB yang akan di proses dalam pra-FRB minggu ini antara lain, PT Rinjani Permai, PT Radio Permata Lombok FM, PT Radio Kharisma Lombok Perkasa, PT Radio Suara Praya, PT Radio Putrimandalika Buana Swara, PT Lombok Nuansa Televisi, PT Cakrawala Andalas Televisi, PT Radio Suara Lombok, PT Radio Senda Semawa, PT Radio Suta Remaja, PT Radio Gita Seraya Persada dan PT Radio Gema Nusa Tenggara Barat.
Menurut data yang diperoleh dari bidang perizinan KPI Pusat, ke 12 LP asal NTB ini melakukan proses evaluasi dengar pendapat (EDP) serta mendapat rekomendasi kelayakan dari KPI Pusat.
Sedangkan ke delapan LP asal NTT yang akan di proses yakni PT Radio Dian Mandiri (Swara Maloei FM), PT Radio Lizbeth, PT Radio Suara Timor, PT Radio Suara Kupang, PT Radio Putra Senegor, PT Radio Swara HAM, PT Radio Kaisarea Voice dan PT Radio Mandiri Utama. Ke delapan lembaga penyiaran ini melakukan proses perizinan dan mendapatkan rekomendasi kelayakan dari KPID NTT. Red






